Kambing dan domba sekarang laku keras.
 ---
 

 
 Jokowi Perintahkan TNI Tak Tolerir Pengadu Domba 
http://www.cnnindonesia.com/nasional/20161107164806-20-170953/jokowi-perintahkan-tni-tak-tolerir-pengadu-domba/
 Christie Stefanie, CNN Indonesia
 
 Senin, 07/11/2016 16:48 WIB
 

 

 

 Presiden memerintahkan TNI tak menolerir gerakan untuk memecah belah melalui 
politisasi. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)

 

 Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo menegaskan agar tak menolerir 
upaya pemecahan bangsa melalui politisasi. Hal itu disampaikan langsung kepada 
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmatyo dan seluruh prajurit TNI.

"Saya telah memerintahkan tidak menolerir gerakan memecah belah bangsa, mengadu 
domba dengan provokasi dan politisasi. Jangan ragu bertindak untuk keutuhan 
NKRI," kata Jokowi di Mabes TNI AD, Senin (7/11).

 

 Ia menegaskan kembali hal ini supaya aparat, terutama TNI, ingat Indonesia 
terdiri dari kemajemukan yang perlu terus direkatkan dan dijaga kesatuannya.

Pada 4 November lalu, Jokowi menduga kerusuhan usai salat Isya dalam demo aksi 
anti Ahok terjadi karena ditunggangi aktor politik.

Namun, ia bungkam ketika dikonfirmasi masih berlanjutnya upaya memecah belah 
bangsa oleh tokoh politik itu. "Nanti kita lihat," katanya.

Minta Kesolidan

Tetapi pada hari ini, di hadapan 2.185 prajurit TNI AD, AL, dan AU, ia meminta 
kesolidan mereka di setiap lapisan mempersatukan Indonesia. Kekompakan TNI 
bersama Polri juga diminta sehingga menjaga kesatuan ras, suku, dan agama di 
Indonesia.

"Bukan hanya saya. Seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke 
mengapresiasi soliditas, kekompakan, dan cara persuasif mengamankan Jakarta," 
tuturnya.

Setelah memberikan amanat, Jokowi menyalami satu per satu prajurit di barisan 
depan. Ia berterima kasih atas kerja keras yang dilakukan di lapangan.

"Saya ucapkan terima kasih. Saya tahu di lapangan mereka bekerja keras dari 
pagi sampai pagi," tuturnya.


(asa)

 

Kirim email ke