Wiranto: Jangan Desak Presiden Ungkap Aktor Politik 

di Balik Unjuk Rasa 4 November

Rabu, 9 November 2016 | 13:12 WIB

Kristian Erdianto Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan 
Wiranto saat ditemui di gedung Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional, 
Jakarta Pusat, Rabu (9/11/2016).



JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan 
Wiranto meminta kepada seluruh pihak tidak mendesak Presiden Joko Widodo untuk 
mengungkap aktor politik dibalik kerusuhan pada unjuk rasa 4 November.

Menurut Wiranto, Presiden Jokowi sudah memiliki pertimbangan matang saat 
menyampaikan satu hal kepada masyarakat.

"Presiden itu sudah memiliki pertimbangan tertentu untuk menyampaikan sesuatu 
kepada masyarakat, tapi tidak usah dipaksa. Presiden itu jangan didesak. 
Presiden kan tugasnya juga banyak dan tanggung jawabnya besar," ujar Wiranto 
saat ditemui di gedung Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional, Jakarta 
Pusat, Rabu (9/11/2016).

Wiranto memastikan kepolisian akan memproses hukum siapapun yang terbukti 
menjadi aktor politik dan menyebabkan kerusuhan.

"Oleh karena itu pada saatnya ada proses hukum bagi siapapun yang melanggar 
hukum," ungkapnya.

Presiden Jokowi sebelumnya menyebut ada aktor politik yang menyebabkan 
kerusuhan saat unjuk rasa pada 4 November 2016 lalu.

Aksi unjuk rasa yang menuntut proses hukum terhadap calon Gubernur DKI Basuki 
Tjahaja Purnama atau Ahok karena dianggap menista agama ini berjalan tertib 
hingga pukul 18.00.

Namun satu jam kemudian, kericuhan pecah. Sekelompok orang yang diduga pedemo 
bentrok dengan aparat.  

Tercatat, 21 kendaraan, baik milik TNI-Polri atau umum dirusak. Tiga kendaraan 
di antaranya dibakar.

Sejumlah pihak kemudian mendesak Jokowi mengungkap aktor politik yang disebut 
menunggangi kerusuhan. 

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah meminta Presiden menyebutkan nama atau pihak 
yang menjadi aktor politik kericuhan. 

(Baca: Fahri Hamzah Desak Presiden Sebut Aktor Politik Penyebab Kerusuhan)

Menurut Fahri, demonstrasi tersebut murni gerakan masyarakat yang menyatakan 
ketidakpuasan terhadap proses hukum terhadap kasus dugaan penistaan agama oleh 
Ahok.

Desakan yang sama juga dilontarkan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief 
Hasan. Menurutnya Informasi setengah-setengah yang diberikan Presiden, malah 
membuat banyak masyarakat dan tokoh politik bertanya-tanya.

(Baca: Demokrat: Berbahaya jika Jokowi Tak Klarifikasi Siapa Aktor Politik yang 
Dimaksud)

Syarief mengatakan hal tersebut bisa menimbulkan kecurigaan di antara tokoh 
politik partai dan berpotensi merusak persatuan.

Sementara Presiden Jokowi memastikan sosok aktor politik yang menunggangi aksi 
unjuk rasa pada Jumat (4/11/2016) malam, akan diungkap. Aktor tersebut juga 
akan diusut melalui mekanisme hukum. (Baca: Jokowi Sebut Aktor Politik 4 
November Akan Diungkap dan Diproses Hukum)


Kirim email ke