Yang nomo 1, tidak ada diChina Daily, dan perdana menteri Li tidak sedang
di Tiongkok. Selain itu Tiongkok tidak mencampuri urusan dalam negeri dari
negeri lain.
Rupanya no. 1 ini hoax ?, tidak thu sumbernya dari mana.

2016-11-09 8:56 GMT+01:00 'Karma, I Nengah [PT. Altus Logistic Service
Indonesia]' [email protected] [GELORA45] <[email protected]>:

>
>
> Saya baca di medsos, hati hati dengan kasus ini kenapa :
>
> 1. Jika sampai terjadi seperti tahun 1998 cina akan turun langsung seperti
> yang di katakan PM Cina
>
> 2. dari ulama di libanon memperingatkan, bahwa kasus  ini adalah cikal
> bakal indonesia menjadi suriah kedua
>
>
>
> *From:* [email protected] [mailto:[email protected]]
> *Sent:* Wednesday, November 09, 2016 3:27 PM
> *To:* [email protected]; Chan CT
> *Subject:* [**EXTERNAL**] [GELORA45] Re: Fw: Membedah Sisi Linguistik
> Pernyataan Ahok “Dibohongin Pakai Surat Al Maidah 51” ;
>
>
>
>
>
> Orang-orang di sekitar saya sudah dengar posisi saya itu
>
> sejak kasus Ahok ini memanas. Di milis ini pun sudah saya
>
> singgung pada tanggal 18 Oktober (MUI Serang Ahok);
>
> dan saya ulang dalam obrolan dengan jonathan tanggal
>
> 1 November (Megawati Pertanyakan Kenapa Ahok tak
>
> Boleh Jadi Gubernur). Apa karena kasus Ahok ini sudah
>
> dilempar ke penegak hukum lalu ajakan menahan diri
>
> jadi kedaluarsa? Hehe...
>
>
>
> Sejak awal saya menyayangkan para petinggi dan tokoh
>
> negeri yang ikut hanyut bicara soal SARA / penistaan agama.
>
> Mereka harusnya tetap bersikap sebagai negarawan yang
>
> berpegang pada konstitusi. Dalam hal ini, menjunjung UUD'45
>
> dengan berdiri di atas semua golongan. Tidak perlulah saya /
>
> kita mengingat presiden, ketua partai dsk soal ini karena
>
> UUD'45 mestinya adalah sarapan pagi mereka.
>
>
>
> Sekarang ini pun, kalau mau, presiden bisa menggunakan
>
> kewenangannya untuk menyejukkan suasana. Terserah
>
> bagaimana caranya. Yang penting sesuai dengan kepribadian
>
> Jokowi yang sebelumnya dikenal sederhana, rendah hati,
>
> dan populis.
>
>
>
> Mengenai pertanyaan Anda, saya pikir itu cukup normatif.
>
> Jawabannya pun akan senormatif "tidak bisa hancur",
>
> "tidak perlu dibela", dan norma-norma santun lainnya.
>
> Sementara harapan Anda berikutnya sangatlah ideal.
>
> Nah, supaya idealisme itu tidak menjadi basa yang basi bin
>
> kedaluarsa, hehe, kita dorong sajalah maju selangkah ke
>
> gambaran realisasinya; bagaimana / dari mana memulainya?
>
>
>
> Menurut saya, untuk mewujudkan harapan itu bisa dimulai
>
> dengan niat mengembalikan urusan spiritual ini ke rumah
>
> masing-masing. Kemudian, secara komunal, hapus pelajaran
>
> agama di sekolah - kecuali di sekolah agama.
>
>
>
> Ada pendapat lain?
>
>
>
> --- SADAR@... wrote:
>
>
>
> Tapi, ... bung Ajeg, usul bung ini sudah kedaluarsa! Bukankah, Kasus Ahok
> ini sedang dalam proses HUKUM. Apa bisa dicabut dan kembali ulang dari
> mula? Hehehee, ...
>
>
>
> Saya lebih tertarik dengan penyataan, apakah satu Agama bisa hancur
> dinista orang dan oleh karenanya perlu dibela mati-matian oleh umatnya???
> Bukankah akan jauh lebih baik, kalau setiap UMAT bisa memberi TELADAN yang
> baik dalam kehidupan dan kerja sebagai seorang yang SUCI, SALEH, ...
> PENGABDI RAKYAT yang baik, untuk mengangkat nama baik AGAMA yang dianutnya
> itu! Bukan sebaliknya memaksakan kehendak sendiri pada orang lain dengan
> kekerasan, kerusuhan bahkan membunuh orang-orang yang tidak berdosa, ...!
>
>
>
> Salam,
>
> ChanCT
>
>
>
>
>
> *From:* ajeg
>
>
>
> Sebaiknya semua pihak menahan diri dan berikan kesempatan
>
> pada Ahok untuk menjelaskan:
>
>
>
> 1. Kapasitasnya saat pidato di Kepulauan Seribu; sebagai gubernur
>
> (urusan dinas), sebagai ulama (khotbah), atau sebagai cagub (kampanye).
>
>
>
> 2. Kapan Ahok pernah menyaksikan orang dibohongi pakai surat tsb?
>
> Di mana, siapa yang membohongi, dan siapa yang dibohongi?
>
>
>
> Dengan begitu tidak perlulah masalah ini dibawa-bawa ke jalur hukum.
>
> Kalaupun diperlukan hukum, ya cukup UU Pemerintahan Daerah (tentang
>
> tugas gubernur) dan UU Pilkada (tentang kampanye). Tidak perlu
>
> UU Pidana pakai pasal penistaan agama segala macam dan sebaliknya,
>
> mati-matian membantah dengan mengerahkan alat-alat negara.
>
>
>
> Kalau cuma lempar tuding mempermalukan orang lain dan diri sendiri,
>
> percayalah kita sudah teruji keterampilannya.
>
>
>
> Ps.
>
> Ada keterampilan yang lain...?
>
>
>
>
>
> --- SADAR@... wrote:
>
> *From:* B.DORPI P.
>
> *Sent:* Wednesday, November 9, 2016 5:49 AM
>
>
> Membedah Sisi Linguistik Pernyataan Ahok “Dibohongin Pakai Surat Al Maidah
> 51”
> <http://www.tarbiyah.net/2016/10/membedah-sisi-linguistik-pernyataan.html>
>
>
>
>
>
> http://www.tarbiyah.net/2016/10/membedah-sisi-linguistik-pernyataan.html
>
>
>
> *Analisis linguistik saja tanpa pengertian keadaan dan konteks, tanpa
> bicara langsung kepada Ahok sendiri untuk mendapat penjelasan dia , itu
> sia-sia dan tanpa arti dan tidak patut digunakan.*
>
> Apapun kata Ahok, seharusnya kita introspeksi/menganalisasikan maksud
> Surat Al Maidah 51.  Berikut ada dua versi terjemahan, yang pertama dari
> artikel di atas dan yang kedua dari website quran.com (Sahih
> International).
>
>
>
> Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi
> dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah
> pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil
> mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan
> mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang
> zalim.
>
>
>
> *O you who have believed, do not take the Jews and the Christians as
> allies. They are [in fact] allies of one another. And whoever is an ally to
> them among you - then indeed, he is [one] of them. Indeed, Allah guides not
> the wrongdoing people.*
>
> Koment: Sangat beda ya?  Pemimpin2 atau allies (teman yang kerjasama
> kita)?  Ya, selalu ada banyak kurang kepastian dalam penerjemahan Al-Quran
> sama dengan setiap buku suci lain ditulis dalam bahasa yang tidak bisa
> dingerti dengan 100% oleh karena kita tidak orang yang hidup dan bicara
> bahasa buku2nya pada waktu mereka diturunkan ribuan tahun lalu di tempat2
> jauh dari kita....kita sudah punya cukup masalah linguistik cuma dengan
> bahasa yang kita pakai seharian dalam jaman kita sekarang, ya? Lagipula,
> sayangnya dalam keadaan di Indonesia sekarang tidak ada banyak orang yang
> membaca Al-Quran dalam bahasa yang mereka mengerti, dan tidak ada banyak
> yang mengerti kesulitan2 dan tantangan2 dalam penerjamahan, ya?
>
> Apakah maksudnya Al Maidah 51 benar2 bahwa seorang Muslim tidak boleh
> dipimpin oleh/atau tidak boleh kerjasama orang Non-Muslim (NM)?  Kalau ya,
> berarti pemerintah negara bersama dengan setiap bisnis yang dipimpin oleh
> orang NM, setiap kepala sekola/dosen/guru NM, dan seterusnya...semua tidak
> patut diterima oleh kaum Muslim??
>
>
>
> *Berarti untuk kaum Muslim, pemerintah (dan institusi apapun) negara ini
> tidak patut dihormati sepanjang ada orang NM dalam posisi pemimpin??*
>
>
>
> Kalau kita terima versi Sahih di atas, berarti orang Muslim tidak boleh
> berteman/kerja-sama (tidak sedikitpun?) orang NM?  Akibat untuk kelakuan
> kaum muslim dalam rangka hidup di negra ini seperti apa kalau begitu?
>
>
>
> Sama dengan analisis kata2 Ahok, kita juga harus berusaha untuk mengerti
> konteks keadaan sebelum kita melompat ke analisis linguistik:
>
>
>
> Sini saya temukan satu website dengan info sejenis ini untuk Al Maidah:
>
>
>
> http://www.theonlyquran.com/quran/Al-Maida/Maududi_Commentry
>
>
>
> Benarkah bahwa keadaan negara kita sekarang sama persis dengan keadaan
> untuk kaum Islam pada waktu surat Al Maidah diturunkan?? (pasti ada yang
> mirip tapi juga ada yang beda jauh).   Surat itu diturunkan untuk orang
> Islam dalam keadaan 1400 tahun lalu di wilayah Arab dekat lokasi Muhammad.
> Itu sama dengan keadaan Indonesia hari ini?  Jelas tidak, berarti jelas
> bahwa kita harus pakai otak kita (yang dikasih kita dari Allah) dan mencari
> jalan benar dalam tempat dan jaman kita, ya?  * Islam di atas semuanya
> adalah pencarian untuk jalan yang benar...Dalam surat Al Fatihah kita
> berdoa untuk apa?  Petunjukkan pada jalan yang lurus, ya?* Kalau kita
> mencari arah yang benar dari Al Quran kita harus sangat hati-hati dalam
> analisis kita, harus mempertimbangkan konteks dan keadaan bersejarah, harus
> sadar mengenai masalah linguistik dengan bahasa dari 1400 tahun lalu, dan
> harus lihat semuanya yang relevan dalam Al Quran, tidak hanya beberapa kata
> atau kalimat.
>
>
>
> *Sejak Muhammad meninggal dunia,  manusia tidak berhenti berkembang dan
> berubah keadaan terus, ya?  Banyak yang diturunkan dalam Al Quran adalah
> peraturan cocok dalam keadaan Arab 1400 tahun lalu, tapi prinsip2 utama
> dalam Al Quran masih dan selalu adalah pentunjuk untuk hidup secara benar. *
>
> *Seperti untuk seorang perancang mesin, tidak ada satu buku ajaib dengan
> tiap desain komplit dan berdetil untuk tiap mesin yang bisa berfungsi dan
> memenuhi keperluan untuk aplikasinya, tetapi ada prinsip ilmu fisika dari
> buku fisika dan seorang perancang harus berusah untuk memakai dan ikut ilmu
> fisika supaya bisa bikin mesin paling baik dalam pengunaannya.  Dalam hidup
> kita Al Quran adalah buku ilmu fisika itu yang memberi kita prinsip2 yang
> benar supaya kita bisa merancang kehidupan kita dengan benar, kalau kita
> mengerti dan ikut prinsip2nya.  *
>
> *Ya, juga dalam Al Quran ada banyak peraturan yang diturunkan dengan cukup
> berdetil untuk keadaan dihadapai Muhammad dan pengikutnya 1400 tahun lalu
> dan ada yang masih bisa dipakai dalam merancangkan secara hidup dalam
> konteks modern tapi di belakang setiap peraturan adalah prinsip dasar dan
> juga mereka semua seperti elemen desain mungkin cocok untuk keadaan kita
> seperti roda masih sejak ribuan tahun dan mungkin akan selalu dianggap
> sebagai elemen dasar untuk tiap kendaraan darat, ya?*
>
>
>
>
>
> Benarkah kita bisa lebih percaya pada orang2 yang mengklaim bahwa mereka
> adalah orang Muslim lebih dari kita bisa percayah pada orang NM??  Jelas
> tidak betul, ya? Berapa persent orang korup di negara ini panggil
> dirimereka Muslim?  Kita harus menilai dari kelakuan, tidak hanya dari
> pakaian orang atau cara mereka untuk berdoa, atau apa yang mereka percaya
> mengenai Nabi Issa.
>
>
>
> Apakah kaum Muslim yang mendemo kata2 Ahok siap dan kompeten untuk
> memimpin negara ini tanpa bantuan/tanp kerjasama dari kaum NM?  Pasti cuma
> kalau seseorang mengakui Islam, otomatis dia lebih baik sebagai pemimpin??
> Pasti tidak, ya?  Orang NM pasti tidak bisa dipercaya dan tidak sekompeten
> untuk memimpin/tidak patut sebagai teman??  Kita benar kalau kita
> menganggap Al Maidah dengan cara itu?  Pasti tidak, ya?
>
>
>
> Kalau ada pemerintah dan semuanya 100% Muslim, apakah akan hadir berikut?
> Kaum Muslim yang mana benar, patut dipatuhi?  Sunni?  Shiite? Muhammadiyah?
> NU? Fraksi yang ikut ulama A antau B atau C atau...?  Kita bisa lihat
> keadaan di Timur Tengah, ya, untuk berfikir yang bisa juga terjadi di sini.
>
> *Negara ini seharusnya bangga dan sebetulnya negara ini sering dipuji
> negara lain atas toleransi dan usaha kerjasama harmonis di antara bermacam
> partai dan agama sesuai dengan prinsip konstitusi yang didasarkan pada
> Pancasila.  Pasti kebanyakan penduduknya tidak mau menghancurkan itu, ya?*
>
>
>
> Koment:  Dalam semuanya di atas saya sadar bahwa saya hanya mulai mengali
> isu2 dan pikiran terkait dengan interpretasi dan praktek surat Al Maidah
> yang relevan untuk kita dalam tempat dan waktu kini.  Biar ulama2 dan ahli2
> sejarah Islam dan sejarah Arab pikir lebih lanjut dari saya.  Mungkin
> mereka bisa mengali cukup disini untuk menulis seribu buku dan berdebat
> sampai akhir zaman, ya?
>
>
>
> *Untuk sekarang kembali ke kata Ahok, dengan beberapa pertanyaan2:*
>
>
>
> 1.  Dengan benar dan tepat, apakah maksud Ahok dalam komentarnya hari itu,
> dalam konteksnya, dalam hatinya?
>
>
>
> 2.  Ada kemungkinan kaum Islam yang mendemo seharusnya mengakui bahwa
> mereka tidak mengerti maksud Ahok, tidak langsung bertemu dengan dia untuk
> mendapat penjelasan langsung,  dan berarti mereka tidak boleh menilai
> dengan adil dan akurat?
>
>
>
> 3.  Kalau Ahok dingerti dengan benar, ada kemungkinan bahwa dia akan
> dilihat benar dalam maksudnya?  (Mungkin dia sangat benar kalau maksudnya
> bahwa orang Muslim sering salah memakai kata2 dari Al Quran?  Ya, termasuk
> ulama dan ustadz ayng terlalu sering hanys setengah kompeten.)
>
>
>
> 4.  Bisakah kita percaya bahwa Ahok akan menghina agama Islam walaupun dia
> sadar bahwa mayoritas penduduk negara ini ikut agama itu?  Ahok segoblok
> itu sebagai orang politik yang sedang mencari dipilih?
>
>
>
> 5.  Siapa bisa membuktikan bahwa Ahok mau menghina agama Islam, atau hanya
> menghina secara bercanda kelakuan pengikut Islam yang salah memakai Al
> Quran?
>
>
>
> 6.  Kalau Ahok adalah orang Muslim akankah dia diprotes? (Pertanyaan ini
> adalah paling penting untuk introspeksi, ya, kalau Ahok diserang atas motif
> politik atau agama...)
>
>
>
> *Akhirnya, saya harus berpendapat begini:*
>
>
>
> 1.  Ya, Ahok salah dalam bicara seperti itu, tapi, karena saya tidak tahu
> dengan pasti apakah maksud dalam hatinya, saya hanya bisa pasti dia salah
> secara politik praktis karena dia membuka pintu untuk musuh politik yang
> mau memanfaatkan emosi massal terkait dengan agama.  Sepertinya Ahok sudah
> cukup minta maaf tapi tidak mau terdengar.  Jelas juga Ahok sering membuka
> mulutnya terlalu lebar, sebelum dia berfikir, tapi kita semua sering
> bersalah begitu, ya, dan tidak maksud kita menyakiti perasaan orang
> lain...Kita minta maaf seperti Ahok, dan kita kembali lagi mencoba berjalan
> bersama dengan harmonis.
>
>
>
> 2.  Orang2 dibelakang yang memprovokasi, mendukung dan mendanakan demonya
> yang menghancurkan properti umum, mengakibat korban terluka dan memboroskan
> waktu dan sumber bumi, dan *semua ulama dan umat yang ikut demo
> seharusnya minta maaf dan bertobat*.  Pasti ada (dan maksud saya tidak
> ikan2 kecil seperti Buni Yani, tapi yang utama di belakang) yang seharusnya
> diperiksa dan dipanggil pengandilan dan/atau seharusnya mengundurkan
> dirimereka dari jabatan.  Tindakan tanpa ikut prinsip2 dasar dari agama
> untuk tidak menilai terlalu cepat dan untuk membangun persaudaraan daripada
> kemusuhan adalah dosa besar, lebih besar dari apapun dimaksud dalam kata2
> Ahok.  * Salah pemakaian agama untuk kepentingan politik itu juga dosa
> sangat besar dan akan mengancam masa depan republik ini kalau tidak dicabut
> segera mungkin. *
>
>
>
> 3.  Salah satu prinsip paling penting dalam Islam adalah prinsip untuk
> mencari keharmonisan dan persatuan.  Dibandingkan dengan negara lain,
> contoh utama di Timur tengah, Indonesia sudah memberdirikan pemerintah dan
> iklim sosial-ekonomi yang dianggap di seluruh dunia sebagai contoh bagus
> untuk negara mayoritas Islam oleh karena toleransi dan kemampuan kerjasama
> di antara bermacam suku dan agama.  Itu harus dijaga dan dibangun lebih
> kuat lagi.
>
>
>
> 4.  Maaf, tapi buat saya, orang2 yang protes Ahok dengan alasan dia
> menghina agama mereka, itu sama dengan anak TK yang mengangis pada guru
> karena murid lain menghina gaya sepatunya.  Allah pasti cukup kuat untuk
> membelah diriNYA dan agama kita, kalau kita benar2 ikut
> prinsipNYA...Bisakah dibilang bahwa kita menghina Allah kalau kita pikir
> Allah butuh kita untuk membelah agamaNYA?  *Kalau kita tidak ikut
> prinsipNYA, berarti kelakuan kita sendiri patut dihina, dan juga berarti
> bahwa dengan kelakuan kita sendiri, kita sendiri menjelekan dan menghina
> nama agama Islam. *
>
>
>
> 5*.  Kalau ada kemauan demo, biar didemo sesuatu yang lebih berarti:
> ketidakadilan sosial, kegagalan dalam mewujudkan Pancasila, dan ekonomi
> yang tidak sustainable.*
>
>
>
> *Dengan demo kemarin, orang2 yang memimpinnya dan ikutnya sudah membuka
> dirimereka untuk dihina.  Seharusnya semua malu.*
>
>
>
>
>
> 
>

Kirim email ke