res : Apakah Jokowi pernah menyatakan akan melindungi Ahok? Jokowi musti ingat kedudukannya jadi tentu harus ikut arus garis mayoriytas. hehehehehehe
http://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/16/11/09/ogdi3e415-jokowi-tegaskan-tak-akan-lindungi-ahok Rabu, 09 November 2016, 18:47 WIB Jokowi Tegaskan tak akan Lindungi Ahok Rep: halimatus sya'diyah/ Red: Budi Raharjo Antara Presiden Jokowi. REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo kembali mengulangi perkataannya yang tak akan melindungi Basuki T Purnama alias Ahok. Ahok sedang menghadapi masalah karena diduga menistakan Alquran terkait surah Al Maidah ayat 51. Kali ini, perkataan Presiden itu disampaikan saat bertemu tokoh-tokoh dari sejumlah ormas Islam di Istana Merdeka sore ini. "Pemerintah tak akan melindungi Basuki Tjahaja Purnama," ujar Jokowi, Rabu (9/11). Karena itu, Presiden meminta masyarakat untuk tidak merisaukan jalannya penyelidikan kasus penistaan Alquran ini yang sedang dilakukan Polri. "Saya mengajak seluruh pimpinan organisasi massa Islam untuk mendinginkan suasana, membangun kedamaian serta mempererat tali persatuan, mempererat ukhuwah kita sehingga ketegangan-ketegangan di masyarakat bisa kita redakan secepatnya," kata Jokowi mengimbau. Kemarin, saat bertemu Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jokowi juga mengatakan tak akan melindungi Ahok. Sebanyak 17 ormas Islam diundang ke Istana Merdeka. Ormas itu di antaranya Al Irsyad Al Islamiyah, Jami'atul Washliyah, Majelis Rasulullah, Mathlaul Anwar, Fatayat NU, Muslimat NU, Gerakan Pemuda Anshor dan Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI). +++++ http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/pilkada/16/09/20/odsbwu301-jika-pdip-dukung-ahok-berarti-ada-yang-mengungguli-megawati Tuesday, 20 September 2016, 11:17 WIB Jika PDIP Dukung Ahok, Berarti Ada yang Mengungguli Megawati Rep: Amri Amrullah/ Red: Damanhuri Zuhri Republika/ Yasin Habibi Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri berpidato seusai melantik pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) periode 2016-2020 di DP REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Waktu pendaftaran Pilkada DKI Jakarta tinggal menghitung hari. Keputusan PDI-P selaku partai pemenang di DKI Jakarta ditunggu berbagai pihak, termasuk bakal calon petahana (pejawat) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Pengamat Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Indria Samego mengatakan, bila nantinya PDI-P memastikan dukungannya ke Ahok. Bisa jadi menurutnya nilai tawar Megawati kini mulai turun karena ada kekuatan lain di PDI-P. Sebab, kata dia, Megawati sempat tersinggung dengan sikap Ahok di awal-awal yang terlalu percaya diri maju dengan jalur independen. Saat itu, Ahok menafikan peran penting partai politik, bahkan sempat menuduh permainan mahar partai politik di Pilkada. "Kita tahu Megawati orang yang konsisten menjaga sikap dan nilai politik itu. Tapi orang jadi bertanya-tanya, kenapa sikap Mega kali ini tidak setegas dahulu," ujarnya kepada Republika.co.id, Selasa (20/9). Menurutnya, karakter Megawati yang tidak mau diungguli oleh orang lain itu, terlihat dengan sikap-sikap Megawati selama ini. Tapi kenyataan sekarang, ada yang lebih unggul dari Megawati. "Semua orang sudah tahu," katanya. Walaupun akhirnya banyak pihak akan memahami sikap PDI-P ini bila nanti benar mengusung Ahok dan Djarot di Pilkada DKI. Karena sikap publik terhadap PDI-P dan Megawati yang dianggap tidak konsisten itu, itu hanya jangka pendek. Sebab, sebagai partai pemenang pemilu di DKI Jakarta, PDI-P harus tetap mengusung calon. Dan calon yang diusung haruslah menang. Rakyat di DKI, menurut beberapa survei, Ahok memang masih tinggi, walau belakangan trennya turun. Dengan logika politik seperti ini, menurutnya, publik akan memandang wajar pilihan PDI-P jatuh kepada Ahok dan Djarot. Tapi yang pasti, tegasnya, dalam hal pilkada atau pemilu, semua tergantung suara rakyat yang menentukan. "Partai hanya sekadar perahu untuk bakal calon berjuang, sementara pilihan ada di rakyat," ujarnya.
