http://www.siwalimanews.com/post/kongres_kebudayaan_perkokoh_identitas_ke-maluku-an

Wednesday, 09 November 2016
Kongres Kebudayaan Perkokoh Identitas Ke-Maluku-an
 

 
NAMLEA - Kongres Kebudayaan Maluku II tahun 2016 di Buru memilki ekspektasi 
yang tinggi sehingga menjadi momentum untuk memperkokoh dan memberdayakan  
identitas ke-Maluku-an pada tataran praktis dinamika kehidupan kemasyarakatan 
di Maluku.

Hal tersebut di sampaikan oleh Wagub Maluku Zeth Sahuburua dalam sambutannya 
yang dibacakan oleh Plt Bupati Buru Juhana Soedradjat saat menutup Kongres 
Kebudayaan Maluku IIdi Aula Kantor Bupati, Namlea,Rabu (9/11).

Dikatakan, dalam merespon tantangan global yang multidimensional , teristimewa 
dalam perspektif Bupolo yang mengedepankan semangat kasih sayang dan 
persaudaraan yang kokoh dalam membangun dan memajukan negeri.

“Harapan kita kedepan agar nilai-nilai identitas ke-Malukuan kita yang 
proposional akan mampu mengangkat harkat dan martabat masyarakat Maluku di mata 
dunia, terutama pada aspek kekuatan sosial kultural masyarakat dan aspek 
kekuatan ekonomi yang menyejahterakan, serta memberdayakan manusia yang lebih 
berkualitas,” ujarnya

Sementara itu Ketua Lembaga Kebudayaan Daerah Maluku (LKDM), Tonny Pariela 
mengatakan, kongres yang merupakan agenda tahunan telah menjadi tradisi dari 
LKDM untuk terus mensosialisasikan identitas ke-Maluku-an.

"Begitu banyak identitas asal suku-suku agama ras yang tergolong di Maluku 
sehingga LKDM berkepetingan sesuai dengan mandat pemprov untuk mencari satu 
identitas untuk mempersatukan seluruh suku-suku, agama, ras yang ada di 
Maluku," katanya.

Sesuai masukan dan pertimbangkan dari peserta pada Kongres Kebudayaan Maluku 
II, forum telah menyepakati Kabupaten Kepulauan Aru sebagai tuan rumah 
penyelenggaraan Kongres Kebudayaan Maluku III tahun 2018. (Mg-1/S-12)

Kirim email ke