Tanpa dikatakan oleh Menteri Susi sudah diketahui oleh rakyat, yang menjadi 
persoalan ialah bagaimana melindungi harta kekayaan ini baik dilaut dan di 
daratan dan di perut bumi. Lihat saja pada hutan yang digundul, apakah negara 
lain yang melakukan? Bagaimana dengan hasil tambang, keuntungannya jatuh ke 
tangan siapa?

http://sp.beritasatu.com/home/menteri-susi-kekayaan-laut-indonesia-jadi-incaran-negara-lain/117435
 

Menteri Susi: Kekayaan Laut Indonesia Jadi Incaran Negara Lain
Kamis, 10 November 2016 | 13:07
 Susi Pudjiastuti. [www.cnnindonesia.com] 


Berita Terkait

  a.. Buka Symposium FishCrime, Presiden Jokowi Pamer Keberhasilan Menteri Susi 
  b.. Menteri Susi Minta Perbankan Turunkan Suku Bunga Untuk Nelayan 
  c.. Menteri Susi: Sekarang Yang Punya Ikan Hanya Indonesia 
  d.. Menteri Kelautan Susi Masuk Daftar MWA ITS 
  e.. Nelayan Jateng Gugat Menteri Susi ke MA
[NUSA DUA] Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan banyak 
negara mengincar laut Indonesia karena sumber daya yang melimpah di dalamnya. 
Berdasarkan citra satelit, kata dia, sumber perikanan Indonesia melimpah 
sehingga banyak negara mengincar kekayaan laut Indonesia.

"Teluk Siam di Thailand sudah tidak ada ikan. Begitu juga di Laut China 
Selatan," kata Susi dalam Sidang Umum Interpol di Bali Nusa Dua Convention 
Center (BNDCC), Kamis (10/11).

Menurutnya, salah satu langkah yang telah dilakukan dalam memberantas 
penangkapan ikan ilegal di antaranya membentuk Satgas Pemberantasan Penangkapan 
Kapal secara Ilegal atau Illegal Unreported Unregulated (IUU Fishing) atau 
Satgas 115. "Mereka (para delegasi) sangat antusias. Apalagi mereka dengar 
Satgas 115 itu terdiri atas beberapa badan, Pol Air, TNI AL, Kejaksaan, 
Bakamla," katanya.

Beberapa delegasi dari Afrika bahkan memintanya untuk menangani kasus 
penangkapan ikan ilegal di Benua Hitam tersebut. "Satgas 115 ini contoh satgas 
yang diinginkan banyak negara. Bahkan saya tadi diminta bapak polisi dari 
Afrika untuk menangani pencurian ikan di sana (Afrika)," katanya.

Dalam sidang tersebut, Susi memaparkan bahwa dirinya pun tidak segan-segan 
untuk menerapkan sanksi tegas pada pelaku pencurian ikan. "Illegal fishing itu 
pencurian. Siapapun yang mencuri (ikan di perairan Indonesia) tentu saya akan 
bantai," katanya.

Lebih jauh Susi mengatakan, pihaknya mengapresiasi sikap tegas Presiden RI Joko 
Widodo dalam memberantas praktik penangkapan ikan ilegal di Indonesia sehingga 
pihaknya tidak ragu untuk memberikan sanksi yang berat bagi pihak yang 
melanggar. Hal tersebut adalah momentum yang tepat untuk memperbaiki kepastian 
hukum di Indonesia terkait pemberantasan penangkapan ikan ilegal.

"Saya pikir momentum reformasi sekarang ini sangat signifikan dan harus kita 
manfaatkan. Transformasi hukum, regulasi, sekarang pemerintah bertindak untuk 
memberikan kepastian hukum, reformasi hukum. Ini menambah energi kita untuk 
bergerak," katanya.

Menurut dia, sudah saatnya Indonesia bergerak menambah kepastian hukum. 
Kelemahan selama ini tidak ada kepastian hukum, kapal yang melakukan kesalahan 
akan ditenggelamkan.

"Jangan dibilang kejam sekali. Kan katanya kamu minta kepastian hukum. Kita 
kasih dengan ketegasan, harusnya senang, jangan malah komplain, banyak 
pengusaha jadi ketakutan. Kan kita mau tegaskan supaya maling-maling tidak 
boleh bisa mengatur ekonomi negeri ini," katanya.[137]

Kirim email ke