Selucu kalau Jokowi diam.

Diam dicerca goblok gak tahu masalah.

Diomongin kepublik dibilang menyebarkan isu.

Panglima TNI saja diam krn bosnya sdh ngomong. Ini 1 suara.

 

Memang lucu dengerin komentar2 ente yg selalu bashing Jokowi.

 

Hehehehehe

Nesare

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Thursday, November 10, 2016 12:52 AM
To: [email protected]
Subject: [GELORA45] Jokowi Perintahkan Usut Penyebat Isu Pergantian Panglima TNI

 

  

Lucu, malah menyebarluaskan isu.





-



 

Jokowi Perintahkan Usut Penyebat Isu Pergantian Panglima TNI

 

Ahmad Romadoni

09 Nov 2016, 19:26 WIB

 

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menegaskan kabar yang 
beredar di masyarakat tentang adanya pergantian Panglima TNI tidaklah benar. 
Bahkan, menurut Presiden, Jenderal Gatot Nurmantyo telah bekerja dengan baik 
selama ini.

 

Karena itu, Jokowi akan meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengusut 
kasus ini. Mengingat, isu yang disebarkan orang tak bertanggung jawab itu cukup 
meresahkan.

 

"Nanti saya perintah ke Kapolri," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu 
(9/11/2016).





Jokowi menilai, isu ini dihembuskan hanya untuk memanaskan suasana. "Tidak 
benar itu. Namanya ingin panaskan suasana," ujar Jokowi.

 

Sementara, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo enggan mengomentari perihal 
pengusutan penyebar kabar bohong itu. Dia hanya ikut apa yang sudah disampaikan 
Presiden Jokowi.

 

"Ya tadi kan Presiden sudah menyampaikan, biar nanti Kapolri," ujar Gatot.

 

Dia sendiri tak mau menyimpulkan tentang maksud dari si penyebar isu dan 
menyerahkan publik untuk menganalisa sendiri.

 

"Silakan dianalisa sendiri. Saya malam-malam sama sama Presiden di sini, 
paginya sama-sama Presiden. Kemarin di Mabesad sama-sama Presiden. Kemudian 
kemarin makan siang dengan Kapolri sama-sama Presiden, terus isunya saya mau 
diganti," ujar Gatot.

 

Meski begitu, mantan KSAD itu menilai setiap kabar dan informasi pasti memiliki 
tujuan. Terlebih informasi yang sengaja diembuskan justru kabar tidak benar.

 

"Silakan Anda analisa sendiri. Kalau informasi enggak benar pasti ada tujuan 
kan. Anda analisa sendiri aja tujuannya apa," pungkas Gatot.

 

 



Kirim email ke