Tujuh Jam Diperiksa, Buni Yani Dicecar 28 Pertanyaan
Tiara Sutari, CNN IndonesiaKamis, 10/11/2016 20:30 WIB   
   - Sebarkan:
    
   - 
    
   - 
    
   - 
Selama proses pemeriksaan, Buni dicecar pertanyaan seputar video yang 
disebarkannya melalui media sosial. (CNN Indonesia/Ajeng Dinar Ulfiana)Jakarta, 
CNN Indonesia -- Pengunggah video pernyataan gubernur nonaktif Basuki Tjahaja 
Purnama yang berujung pada dugaan penistaan agama, Buni Yani selesai menjalani 
proses pemeriksaan di Bareskrim Polri, Jakarta pada hari ini.

Buni mengatakan dirinya dicecar 28 pertanyaan selama kurang lebih tujuh jam 
pemeriksaan.


| Pilihan Redaksi   
   -    
Aksi #411 dan Gelombang Reaksi 'Lingkaran' Jokowi

   -    
Pemeriksaan Buni Yani Diklaim Bukan Soal Aduan Pendukung Ahok

   -    
Selain Buni Yani, Polisi Periksa Delapan Saksi Ahli Hari Ini

 |

Penasihat hukum Buni Yani, Aldwin Rahardian mengatakan sebenarnya dalam 
pemeriksaan tersebut pihak penyelidik hanya menyiapkan sepuluh pertanyaan. 

Tetapi, kata dia, selama pemeriksaan berlangsung pertanyaan tersebut berkembang 
menjadi dua puluh pertanyaan lebih.

"Iya tadinya cuma sepuluh, tapi beranak jadi nambahada A, B, C begitulah," kata 
Aldwin yang mendampingi Buni di Kantor Bareskrim Polri,  di kantor Kementerian 
Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Kamis (10/11).

Lebih lanjut, Aldwin menerangkan, selama proses pemeriksaan Buni dicecar 
pertanyaan seputar video yang disebarkannya melalui media sosial. 

Penyuntingan Video

Kebanyakan, menurut dia pertanyaan hanya seputar sumber video dan proses 
penyuntingan video yang diduga dilakukan oleh kliennya.

"Iya ditanya tanya menyunting atau tidak, tapi Pak Buni tidak menyunting video, 
kita juga tunjukkan buktinya," kata dia.

Dia menuturkan pemeriksaan yang dilakukan hari ini memang murni untuk 
mengklarifikasi tuduhan adanya proses penyuntingan video yang dilakukan oleh 
Buni Yani terkait dengan pernyataan Ahok soal Al-Maidah.

"Buni hanya mengunggah ulang video berdurasi 31 detik, dia meng-upload ulang. 
Dia unduh dari situs NKRI, soal kenapa di-upload lagi karena ingin mengajak 
masyarakat berdiskusi," katanya. 

Buni pun membenarkan hal tersebut, dia menjelaskan dirinya hanya mengunggah 
ulang video yang dia unduh pada tanggal 5 Oktober 2016 itu.

"Saya unduh tanggal 5 Oktober, lalu saya unggah sehari setelahnya, tanggal 6 
Oktober, tidak ada yang saya sunting, itu murni," kata dia. (asa)

Kirim email ke