Saya percaya kalau pemerintah buka 100 doktor agama buda kita akan cepat maju, 
karena doctor dibidang ini sama dengan doktor di hindu yang mencangkup science
Contohnya dunia ini bulat bulat telur, memang benar bumi bulat seperti yang 
dicantumkan diweda bumi adalah telurnya brahman/tuhan.
Matahari diam dan bumi menglilingi matahari memang benar demikian
Setiap benda hidup dimana setiap benda terdiri dari atom yang dikelilingi oleh 
molekul memang benar demikian

From: [email protected] [mailto:[email protected]]
Sent: Saturday, November 12, 2016 7:37 AM
To: [email protected]
Subject: [**EXTERNAL**] [GELORA45] Kemenag Buka Program 100 Doktor Pendidikan 
Agama Buddha







Kemenag Buka Program 100 Doktor Pendidikan Agama 
Buddha<http://regional.kompas.com/read/2016/11/12/06004591/kemenag.buka.program.100.doktor.pendidikan.agama.buddha.>
Sabtu, 12 November 2016 | 06:00 WIB





MAGELANG, KOMPAS.com
 - Kementerian Agama (Kemenag) meresmikan program 100 doktor untuk pendidikan 
Agama Buddha.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di 
kalangan pendidikan tinggi agama Buddha di Indonesia.

Peresmian program itu digelar di sela agenda International Association of 
Theravda Buddhist Universities (ATBU) Conference, di Hotel Grand Artos, 
Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (11/11/2016).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenag Nur Syam menjelaskan, program 100 doktor 
ini memiliki jangka waktu selama lima tahun ke depan. Pihaknya akan mengirim 20 
orang untuk menempuh pendidikan strata tiga setiap tahun, baik di universitas 
dalam negeri atau luar negeri.

Konsentrasi pendidikan untuk program ini tidak hanya pendidikan Agama Buddha 
tetapi juga bidang-bidang lainnya untuk mendukung pengembangan kualitas SDM di 
lembaga-lembaga pendidikan Buddha.

"Kami melihat lembaga-lembaga pendidikan Buddha di Indonesia perlu dipercepat 
kualitas SDM-nya. Kerana itu, program ini sudah kita anggarkan lewat Direktorat 
Jenderal Bimbingan Masyatakat Buddha Kemenag," kata Nur, tanpa merinci besaran 
anggaran itu.

Nur menilai, sejauh ini kualitas SDM seringkali menjadi kendala dalam sistem 
akreditasi maupun peningkatan taraf kualitas lembaga pendidikan tinggi agama 
Buddha. Salah satu faktornya adalah minimnya jumlah doktor yang tersedia.

"Program ini tidak hanya terbuka bagi para dosen yang sudah mengajar di 
perguruan tinggi Agama Budha, tetapi juga frash graduate untuk program S2, 
selama memenuhi kualifikasi yang telah ditetapkan," paparnya.

Nur manambahkan, di Indonesia telah berdiri 14 lembaga pendidikan tinggi agama 
Buddha, dengan dua di antaranya berstatus negeri, sedangkan sisanya swasta.

Selain Buddha, kata Nur, Kemenag juga sudah membuka program 5.000 doktor untuk 
lembaga pendidikan Agama Islam.

"Dengan semakin berkualitasnya para dosen agama Buddha dan lembaga pendidikan 
maka diharapkan ke depan akan mencetak mahasiswa yang berkualitas pula. Dengan 
demikian, angka partisipasi kasar (APK) yang sedang dikembangkan akan lebih 
baik," tutur Nur.
Penulis

: Kontributor Magelang, Ika Fitriana

Editor

: Farid Assifa




Kirim email ke