Sebenarnya agama tidak perlu dibela, sebab Tuhan maha pintar dll. Kita orang hindu berperinsip wasudewa ….ka yang artinya kita semua bersaudara. Pegangan kita taatwa masi, cinta Kasih, asah asih asuh dll. Sejauh mana saya menghargai orang lain sejauh itulah saya dihargai. Di bali ada sebutan kata Jro yang artinya sebutan saudara kita yang belum kita kenal baik itu orang bali, orang islam, orang Kristen dll. Malah saat ada upacara disediakan makanan nyame slam tanpa bali dan makanan saudara bali Malah di daerah peguyangan buleleng ada istilah saling ejotin saling membawakan makanan antara saudara bali dan muslim begitu juga sebailknya, kemudian adat bali megibung (makan 1 piring ber lima) di adopsi saudara muslim. diSaat nyepi saudara muslim menghargai kami dengan tidak keluar rumah dan menyalakan lampu dimalam hari. Begitu juga kami tak pernah protes ketika suara toak mengalun 5 kali sehari Malah di lombok menurut teman-teman bali disana orang muslim biasa megambel dipure malah saat perang ketupat dipure orang muslim ikut berpartisipasi saling melempar ketupat dihalaman pure
From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Friday, November 11, 2016 11:59 PM To: GELORA_In; kh djie Subject: [**EXTERNAL**] Re: [GELORA45] 'Apa yang saya lakukan jika agama saya dihina?' 2016-11-11 16:36 GMT+01:00 kh djie [email protected]<mailto:[email protected]> [GELORA45] <[email protected]<mailto:[email protected]>>: Musisi asal Bali I Gede Ari Astina atau akrab disapa Jerinx memposting tulisan 'Apa yang saya lakukan jika agama saya dihina?' Berikut tulisan ringkas Jerinx: Apa yang akan saya lakukan jika agama saya dihina? Saya akan diam. Kenapa? Karena saya percaya Tuhan maha kuasa. Ingat ya, Bali dibom dua kali oleh orang-orang yang mengatasnamakan sebuah agama, menganggap Bali sebuah tempat yang 'kotor dan layak dilenyapkan'. Tapi apa yang terjadi setelah bom-bom tersebut? Enggak ada yang namanya demo atau aksi menolak agama tertentu di Bali. Yang terjadi malah saling bantu untuk memulihkan Bali. Sekarang bayangkan, jika saya dan orang-orang Bali lainnya berpola pikir "wah, agama itu memusuhi agama/budaya saya, dan agama saya mengajarkan saya untuk membalas dendam dan membunuh orang-orang tersebut" bisa kamu bayangkan apa yang akan terjadi? Ya. Perang. Perang. Dan perang. Darah. Air mata. Kehancuran. Lalu? Masuklah asing dengan propaganda 'mendamaikan' konflik dan mengambil alih semua SDA yang dimiliki bangsa ini. Kasus seperti itu sudah banyak terjadi di belahan bumi lain. Dan cara yang paling gampang untuk mencegah semua itu adalah: berhentilah menjadi pembela agama. Simpan agamamu untuk dirimu sendiri. Untuk apa percaya Tuhan itu Maha Kuasa jika kamu masih menyangsikan kekuatanNya? Salam Indonesia Raya!
