Mark Zuckerberg bantah Facebook 'bantu kemenangan Trump' 
http://www.bbc.com/indonesia/majalah-37948031 11 November 2016
Kirim http://www.bbc.com/indonesia/majalah-37948031#share-tools
 
 Image copyrightGETTY IMAGESImage captionMark Zuckerberg mengatakan berita 
palsu dibagikan oleh dua pihak dalam debat pilpres AS. Facebook tengah 
menghadapi kritik tajam karena dianggap 'membantu' penyebaran berita bohong 
sehingga membuat Donald Trump unggul dalam pemilu presiden Amerika Serikat. 
Tapi Mark Zuckerberg dengan tegas membela jejaring sosialnya itu.
 Berbicara di sebuah panggung di konferensi teknologi di California, Techonomy, 
Zuckerberg mengatakan Facebook tidak bisa dianggap sebagai pihak yang 
bertanggung jawab.
 "Ide bahwa berita bohong di Facebook mempengaruhi pilpres dilihat dari 
berbagai sisi adalah ide yang gila," katanya.
 "Jika Anda percaya itu, maka saya tidak yakin Anda memahami pesan-pesan yang 
dicoba dikirim oleh pendukung Trump dalam pemilihan itu."
 Khawatir, terkejut, dan Fadli Zon: respons netizen atas kemenangan Trump di 
pilpres AS http://www.bbc.com/indonesia/trensosial-37919062 Lupakan Trump, 
bagaimana tentang Michele Obama untuk 2020? 
http://www.bbc.com/indonesia/trensosial-37932908 Beberapa data menunjukan bahwa 
berita bohong dibagi jauh lebih luas dalam plaftorm itu dibandingkan berita 
lanjutan yang mengkonfirmasi kebenarannya.
 Bagi banyak orang, terlebih di Amerika, Facebook menjadi platform utama untuk 
membaca berita.
 Lini masa (atau news feed) didesain secara spesifik untuk menunjukan konten 
yang dirasa menarik bagi pembaca, menciptakan sesuatu yang disebut orang 
sebagai 'balon penyaring' yang semakin membenarkan pandangan seseorang tanpa 
memberikan pilihan opini yang berbeda.
 'Tugas yang harus dikerjakan' Awal tahun ini, Facebook dituduh anti-Trump 
karena moderator manusia di balik daftar 'artikel populer' diduga memihak 
berita-berita liberal.
 Walau membantah klaim itu, Facebook memecat 'tim manusia' mereka, dan hanya 
bergantung pada algoritma untuk menentukan cerita mana yang masuk dalam daftar 
populer.
 Konsekuensinya, artikel yang kemudian terbukti palsu muncul di lini masa orang 
banyak.
 Ketika ditanya terkait 'check and balance' yang diperlukan untuk menjaga 
perusahaan seperti Facebook sesuai aturan, Zuckerberg mengatakan hal itu adalah 
tentang "mendengarkan apa yang diinginkan orang-orang."
 "Tujuan saya dan hal yang kami peduli adalah memberikan orang kekuatan untuk 
berbagi sehingga kita bisa membuat dunia lebih terbuka dan terhubung. Ini 
memerlukan versi lini masa yang bagus. Kami masih punya pekerjaan yang harus 
dilakukan. Kami terus menyempurnakannya."
 Dalam acara yang sama, Zuckerberg mengungkap pandangan yang optimistis tentang 
presiden terpilih Trump dengan mengatakan bahwa tujuan dirinya meningkatkan 
layanan kesehatan global dan konektivitas tidak melulu harus bekerja sama 
dengan pemerintah.

 

 

Kirim email ke