foto bersama didepan gedung Sarwo Edhie Wibowo dihari pahlawan, apakah maknanya?
 

 ---
 Indonesia Bisa Menjadi Bangsa yang Majemuk, Kuat dan Solid 
http://erabaru.net/2016/11/11/indonesia-bisa-menjadi-bangsa-yang-majemuk-kuat-dan-solid/
 By Erabaru http://erabaru.net/author/erabaru/ -
  11/11/2016
 


 Share on Facebook 
http://www.facebook.com/sharer.php?u=http%3A%2F%2Ferabaru.net%2F2016%2F11%2F11%2Findonesia-bisa-menjadi-bangsa-yang-majemuk-kuat-dan-solid%2F
  Tweet on Twitter 
https://twitter.com/intent/tweet?text=Indonesia+Bisa+Menjadi+Bangsa+yang+Majemuk%2C+Kuat+dan+Solid&url=http%3A%2F%2Ferabaru.net%2F2016%2F11%2F11%2Findonesia-bisa-menjadi-bangsa-yang-majemuk-kuat-dan-solid%2F&via=Erabaru
  
http://plus.google.com/share?url=http://erabaru.net/2016/11/11/indonesia-bisa-menjadi-bangsa-yang-majemuk-kuat-dan-solid/
  
http://pinterest.com/pin/create/button/?url=http://erabaru.net/2016/11/11/indonesia-bisa-menjadi-bangsa-yang-majemuk-kuat-dan-solid/&media=http://erabaru.net/wp-content/uploads/2016/11/Jokowi-Mako-Kopassus.jpg&description=Indonesia+Bisa+Menjadi+Bangsa+yang+Majemuk%2C+Kuat+dan+Solid

 http://erabaru.net/wp-content/uploads/2016/11/Jokowi-Mako-Kopassus.jpg?x12729 
Presiden RI Joko Widodo didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo 
saat memberikan pengarahan kepada 1.720 prajurit Kopassus di Lapangan Mako 
Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Kamis 10 November 2016 (Puspen TNI)
 JAKARTA – TNI adalah satu yakni, Tentara Nasional yang bisa berdiri tegak 
mempersatukan suku, agama dan ras, dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan dan 
terus menjaga ke-Bhinneka Tunggal Ika-an, karena hanya dengan itu Indonesia 
bisa menjadi bangsa yang majemuk, kuat dan solid.
 Demikian dikatakan Presiden RI Joko Widodo didampingi Panglima TNI Jenderal 
TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan pengarahan kepada 1.720 prajurit Kopassus 
di Lapangan Mako Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (10/11/2016).
 Presiden RI Joko Widodo mengatakan bahwa, prajurit Kopassus merupakan pasukan 
yang siap  dalam keadaan emergensi atau darurat, sewaktu-waktu dapat digerakan 
oleh Panglima Tertinggi melalui Panglima TNI untuk keperluan khusus.
 Presiden RI dalam kesempatan tersebut    menyampaikan bahwa, bertepatan pada 
momentum Hari Pahlawan ini, “Saya sebagai Panglima Tertinggi memerintahkan 
kepada para perwira dan prajurit Kopassus untuk menempatkan diri sebagai 
perekat kemajemukan dan menjaga persatuan Republik Indonesia,” ujarnya dalam 
rilis Puspen TNI.
 Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa, Pahlawan Kusuma Bangsa para pendiri 
Tentara Nasional Indonesia seperti Panglima Besar Jenderal Sudirman telah 
mempertaruhkan jiwa dan raganya untuk memperjuangkan kemerdekaan Bangsa 
Indonesia. “Bagi kita memperjuangkan Indonesia menjadi satu bangsa yang terdiri 
dari beragam suku, agama, ras dan golongan adalah harga mutlak,” jelasnya.
 Mengakhiri pengarahannya Presiden RI Joko Widodo menyampaikan, kepada seluruh 
prajurit TNI di manapun berada dan bertugas, agar selalu mengutamakan 
kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan, untuk 
kejayaan dan kemajuan Indonesia serta berdiri tegak diatas semua golongan.
 Sementara itu, dihadapan awak media Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa, 
kewajiban rakyat Indonesia harus terus memperjuangkan cita-cita para Pahlawan, 
baik memakmurkan, mensejahterakan, maupun memberikan keadilan bagi seluruh 
rakyat Indonesia.
 “Bangsa    yang    besar    adalah    bangsa    yang    menghargai, 
menghormati    jasa-jasa Pahlawannya dan kita sebagai generasi penerus 
mempunyai kewajiban untuk meneruskan apa yang sudah diperjuangkan oleh para 
Pahlawan pendahulu kita,” katanya.

 Turut hadir dalam pengarahan Presiden RI Joko Widodo antara lain, Panglima TNI 
Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kasad Jenderal TNI Mulyono, Pangdam Jaya Mayjen 
TNI Teddy Lhaksmana, Danjen Kopassus Mayjen TNI Madsuni dan Kapolda Metro Jaya 
Irjen Polisi Mochamad Iriawan. (asr) 
  

Kirim email ke