Tampilkan pesan asli     Pada Sabtu, 12 November 2016 7:17, 
"[email protected] [GELORA45]" <[email protected]> menulis:
 

     *SURAT MEILANIE UNTUK AHOK*GREATER, Sidney, Australia -Dear Ahok, Apa 
kabar lo hari ini?Langsung saja Hok. Sebetulnya, tidaklah sulit membuktikan 
bahwa elo gak salah dalam kasus dugaan penistaan agama di Pulau Seribu. Ada 
banyak bukti bahwa elo gak bisa disalahkan secara hukum. Bukti-bukti ini bahkan 
akan menampar pihak-pihak yang sekarang sedang mendiskreditkan elo.Pihak-pihak 
tersebut mem-framing seolah-olah dalam pidato itu, elo sedang menafsirkan Al 
Maidah 51. Padahal, ketika elo mengatakan “…. Bapak-Ibu dibohongi pakai Al 
Maidah 51…..”, sesungguhnya elo hanya sekedar menyampaikan FAKTA, bukan 
menafsirkan ayat.Fakta bahwa Al Maidah 51 memang hanya digunakan sebagai alat 
kepentingan politik oleh Parpol-parpol Islam. Fakta bahwa di berbagai daerah di 
pelosok Indonesia, bahkan di daerah mayoritas muslim, parpol-parpol Islam malah 
mengusung, bahkan memenangkan calon-calon kepala daerah non-Muslim melawan 
kandidat-kandidat Muslim. Ini bukti-buktinya:1) Tahun 2012, Partai Kebangkitan 
Bangsa (PKB) tega-teganya mengusung dan sukses memenangkan pasangan 
cagub-cawagub Cornelis (petahana) dan Christiandy Sandjaya, keduanya Nasrani, 
di Pilgub Kalimantan Barat yang mayoritas penduduknya (59%) beragama 
Islam.http://m.antarakalbar.com/…/ujian-kedua-kali-bagi-yang-terp…2) Tahun 
2015, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) nekad 
mengusung dan memenangkan seorang PENDETA Nasrani-Tionghoa, Thes Hendrata, di 
pilbup Kabupaten Kepulauan Sula yang mayoritas penduduknya (96.94%) beragama 
Islam. Dua pasang kandidat lawannya seluruhnya beragama 
Islam.http://m.antaramaluku.com/…/pasangan-hendrata-zulfahri-mena…3) Tahun 
2015, PKB mengusung dan memenangkan Danny Missy (Nasrani) di pilbup Halmahera 
Barat (Nasrani 59.15%, Islam 
40.73%).http://www.halbarkab.go.id/index.php/news/index/144) Tahun ini, PKS, 
PAN dan PBB mengusung Paulus Kastanya (Nasrani) di pemilihan walikota Ambon 
(Nasrani 48%, Islam 
34%).http://www.malukupost.com/…/sembilan-parpol-deklarasi-dukun…Keempat kasus 
ini hanyalah contoh yang bisa gw bantu telusuri di internet, faktanya mungkin 
lebih banyak lagi kasus parpol Islam mengusung calon non-Muslim di Pilkada.Lalu 
kenapa Al Maidah ayat 51 tidak disebut di panggung saat para ustadz dari 
parpol-parpol Islam mengkampanyekan calon-calon non-Muslim tersebut? Kenapa FPI 
tidak mengerahkan demonstrasi untuk menentang naiknya Nasrani yang akhirnya 
menang menjadi Gubernur Kalbar, Bupati Sula dan Bupati Halmahera Barat? Tanya 
kenapa? Karena, Al Maidah 51 hanya berlaku buat elo, Hok. Spesial pake telor 
buat ELO. Lo harus terima kenyataan pahit ini.Tentu saja, inkonsistensi 
parpol-parpol dan ormas-ormas Islam ini telah mempermalukan kami, umat Islam 
Indonesia secara keseluruhan di mata pemeluk agama lainnya, termasuk elo. 
Bahkan, kalau mau jujur, inilah contoh penistaan Al Maidah 51 yang 
sesungguhnya. Ayat Al-Quran digunakan semata-mata untuk kepentingan politik dan 
menjatuhkan lawan politik. Sungguh mengherankan, MUI sama sekali tidak ambil 
pusing dengan penistaan kelas wahid ini.Yang mereka permasalahkan cuma sebaris 
kalimat kesrimpet elo, Hok. MUI tutup mata dengan penistaan Islam dan Quran 
yang dilakukan oleh kalangan internal Islam sendiri. Fakta inkonsistensi 
penerapan Al Maidah ayat 51 inilah yang terekam dalam alam bawah sadar lo, 
hingga memicu keluarnya kalimat kontroversial dari mulut ember lo, yang memicu 
Aksi 4 November itu. Betul tidak?Nah, sebagai anak bangsa, elo kan punya HAK 
untuk menyampaikan FAKTA. Betul tidak? Dan tidak ada satu pun pasal UU yang 
bisa menghukum seseorang yang menyampaikan FAKTA. Anyway, kesalahan elo adalah, 
elo menyatakan fakta itu dalam kapasitas elo sebagai pejabat publik, bukan 
sebagai anak bangsa biasa. Dalam hal ini, sebenarnya kesalahan elo hanya 
sebatas pelanggaran etika pejabat publik. Saat elo minta maaf secara tulus 
kepada umat Islam, berkali-kali dalam berbagai kesempatan baik melalui media 
cetak dan elektronik, maka seharusnya masalah sudah selesai. Setidaknya buat gw 
dan banyak saudara-saudara gw sesama Muslim.Masalahnya, saudara-saudara Muslim 
gw yang lain punya sifat lebay tingkat dewa. Dan sekali lagi, kelebayan 
sodara-sodara gw ini hanya berlaku wa bil khusus buat elo seorang. Ya, ELO. 
Sewaktu SBY menyebut Lebaran Kuda, mereka santai saja tuh. Padahal SBY 
melekatkan hari suci umat Islam dengan binatang. Coba kalau yang ngomong 
Lebaran Kuda tuh elo?Bahkan, sodara-sodara gw yang lebay ini pun hanya sekedar 
protes, bukannya demo besar-besaran, waktu Ahmad Dhani menginjak-nginjak lafazh 
Allah pada siaran live konser Dewa 19 di Trans TV, tahun 2005 lalu. Aksi 
menginjak-injak lafazh Allah itu cuma satu dari serangkaian aksi penistaan 
agama Islam ala Ahmad Dhani. Dia juga pakai lafazh Allah di sampul album Dewa, 
dan memakai semacam tattoo dengan background lafazh Allah di dada telanjang 
para personel Dewa untuk keperluan promo album 
mereka.http://www.bamah.net/2011/08/ahmad-dhani-dewa-dan-yahudi/Padahal, aksi 
semacam inilah --menginjak, merobek, membakar simbol-simbol agama—yang justru 
nyata-nyata penistaan agama, kata Kapolri Tito, Gak perlu di-review pakai ahli 
ini itu, bisa langsung ditangkap. Coba kalo elo yang beraksi injak lafazh 
Allah, gw gak berani bayangin apa yang terjadi.Dan yang lebih aneh bin ajaib, 
di kasus tersebut, MUI bukannya menjatuhkan fatwa penistaan agama kepada Ahmad 
Dhani, tapi malah meng-islahkan Dhani dan FPI yang sempat memperkarakan Dhani 
ke polisi. Bayangkan! Begitulah standar ganda tingkat dewa ala MUI. Dhani 
menginjak-injak lafazh Allah dihadiahi islah, elo kesrimpet satu kalimat 
diganjar fatwa penistaan agama. Untuk penistaan senyata itu, Dhani cukup 
meminta maaf, sementara sebaris kalimat lo, diganjar demo ratusan ribu ummat di 
seluruh pelosok Indonesia. Dhani di-islahkan, sementara elo di-tabayyun-kan pun 
tidak. Ada apa dengan MUI?Dan sebagai “mantan” penista Islam, Ahmad Dhani malah 
diberi panggung istimewa untuk menistakan Presiden RI di aksi 4 November 2016. 
OMG.Fyi Hok, in case lo belum tau, sehari setelah Buni Yani mem-viral-kan video 
editan pidato lo, ketua MUI Ma’ruf Amin dalam kapasitas sebagai Rais Aam NU 
menyatakan dukungan NU pada pasangan Agus-Silvi. Apa hubungannya sama ember? Ya 
meneketehe? Namanya juga fyi. For your information.Doakan saja Hok, ulama-ulama 
sepuh NU bersedia turun gunung men-challenge fatwa MUI. Fatwa yang gegabah dan 
belum tentu benar, tegas Buya Syafi’I Maarif di ILC semalam. Ini bukan lagi 
sekedar soal Ahok. Ini soal menegakkan kebenaran dan keadilan.Hok, Ini gw kasih 
tau lo bukti lain, yang bisa lo gunakan buat argumen bela diri. Saat ini sedang 
beredar viral di dunia maya video dakwah Habib Rizieq yang mengatakan “Dia 
(ulama bejat) nipu umat pakai Ayat Quran. Dia nipu umat pakai Hadis Nabi”Jelas 
dong Hok, ini sudah menunjukkan bahwa kalimat “…. bohong/nipu pakai 
ayat/Quran/Hadits…” adalah kalimat yang sangat biasa dan bisa diucapkan oleh 
siapa saja. Termasuk elo dan Habib Rizieq. Kalimat elo maupun Habib Rizieq 
secara substantif tidak ada bedanya dengan kalimat yang sering diucapkan oleh 
masyarakat luas: “oleh Dimas Kanjeng, jamaah padepokan dibohongi pakai 
Ayat-ayat Quran”. Itu sudah.Lo tinggal suruh team pengacara lo cari bukti di 
KPUD, dokumen dukungan parpol-parpol Islam terhadap kandidat-kandidat non 
muslim di berbagai pilkada. Inilah bukti nyata bahwa omongan lo “…. Bapak Ibu 
dibohongi pakai Al Maidah 51” adalah FAKTA. Tidak ada satu pasal hukum pun yang 
melarang anak bangsa ini bicara FAKTA.Video “pakai ayat Quran” ala Habib Rizieq 
bisa jadi bukti pelengkap. Kasus pengislahan Ahmad Dhani oleh MUI bisa jadi 
semacam “bukti yurisprudensi”. Dan poin fatwa MUI bahwa elo telah menistakan 
ulama, adalah another bukti nyata kegegabahan MUI. Dalam pidato lo sama sekali 
tidak ada kata ulama. Bagaimana bisa MUI menafsirkan “orang” dalam pidato lo 
sebagai “ulama” tanpa meminta klarifikasi elo sama sekali?Hok, Kasus elo adalah 
ujian terbesar yang dihadapi oleh bangsa ini sejak reformasi 1998. Inilah ujian 
kenaikan kelas kita dalam berdemokrasi. Bahwa elo menjadi tokoh sentral dalam 
ujian ini, adalah takdir Allah SWT. Apa pun hasilnya, bangsa kita naik kelas 
atau gagal, nama lo akan tercatat dengan tinta tebal dalam sejarah bangsa 
ini.Hok, Lo jangan ge-er. Gw tidak sedang membela elo. Sesungguhnya gw sedang 
membela kebenaran, keadilan dan memperjuangkan kembalinya akal sehat ke 
republik ini. Dan kita sama-sama berjuang, agar NKRI tak dicaplok oleh 
sekelompok kecil umat yang bercita-cita mengganti dasar negara Pancasila. Gw 
punya kepentingan, elo punya kepentingan, mari kita saling memanfaatkan.Hok, 
Jika nanti elo berhasil lolos dari perkara pelik ini, bahkan jika elo berhasil 
memenangkan Pilkada DKI Jakarta, hanya satu pesan gw: JAGA MULUT LO. Ini gw 
ngomong pake toa, Hok. Please. Kalo perlu, lo gak usah ngomong. Soal ngomong, 
lo serahin aja sama Aa Djarot. Urusan lo kerja-kerja-kerja, beresin Jakarta. 
Buatlah ibukota menjadi sekeren Tokyo.Walaupun untuk itu, gw harus korbankan 
kepentingan gw sendiri: kebutuhan rutin gw menyaksikan segala celoteh gokil lo 
yang lebih parah dari Cak Lontong. It was so entertaining liat lo 
petantang-petenteng ngomong semacam “emangnya ini duit nenek lo”. Gw rela 
kehilangan itu semua Hok, rela……Namun, jika elo harus jadi tumbal dari ujian 
ini, gw sudah menyiapkan stelan hitam-hitam terbaik gw. Untuk gw kenakan saat 
gw memberi penghormatan terakhir buat lo, seraya memandang sendu langit kelabu. 
Karena saat itu, gw harus menerima kenyataan, bahwa bangsa ini tidak lolos 
ujian kenaikan kelas berdemokrasi.Dengan senyum getir, gw dan ratusan juta anak 
bangsa ini, akan selalu mengenang, bahwa Bangsa besar ini pernah punya seorang 
martir bernama AHOK. ##**Meilanie Buitenzorgy, adalah salah seorang cendekiawan 
muda Muslimah yang cemerlang, sarjana Sains Statistik dan dan asisten ahli di 
Institut Pertanian Bogor. Penerima beasiswa international dari Netherlands 
government melalui STUNED scholarship ini adalah pemegang gelar Master of 
Science di bidang Environmental Science dari Wageningen University 
(Netherlands), dan saat ini menjadi kandidat Doctor of Philosophy, di 
University of Sidney (Australia)Berbagai jurnalnya di bidang Environmental and 
Resource Economics telah di exposed berbagai media kelas dunia, salah satunya 
adalah Conservation Mag yang berbasis di USA dan dipublikasikan di 58 negara. 
Berbagai institusi pendidikan international, seperti : University of Hawaii 
(2006), Bogor Agricultural University (2009) and Australian National University 
(2010), dsb telah mengundangnya untuk mempresentasikan berbagai pandangannya di 
bidang environmental science.Profile nya bisa anda cek disini 
:http://sydney.edu.au/…/student_p…/meilanie_buitenzorgy.shtml**Bantu SEBARKAN 
Kebenaran ini.**Orang PINTAR pasti pilih pejabat YANG BENAR. Orang bodoh pasti 
pilih oknum-oknum BARBAR.**Untuk melihat posting-posting hebat lainnya, 
Kunjungi & Like FB Page GREATER INDONESIAhttp://facebook.com/greater.indonesia  
(hendrotan 12 Nov 2016 13.17)

  #yiv2769623618 #yiv2769623618 -- #yiv2769623618ygrp-mkp {border:1px solid 
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv2769623618 
#yiv2769623618ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv2769623618 
#yiv2769623618ygrp-mkp #yiv2769623618hd 
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 
0;}#yiv2769623618 #yiv2769623618ygrp-mkp #yiv2769623618ads 
{margin-bottom:10px;}#yiv2769623618 #yiv2769623618ygrp-mkp .yiv2769623618ad 
{padding:0 0;}#yiv2769623618 #yiv2769623618ygrp-mkp .yiv2769623618ad p 
{margin:0;}#yiv2769623618 #yiv2769623618ygrp-mkp .yiv2769623618ad a 
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv2769623618 #yiv2769623618ygrp-sponsor 
#yiv2769623618ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv2769623618 
#yiv2769623618ygrp-sponsor #yiv2769623618ygrp-lc #yiv2769623618hd {margin:10px 
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv2769623618 
#yiv2769623618ygrp-sponsor #yiv2769623618ygrp-lc .yiv2769623618ad 
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv2769623618 #yiv2769623618actions 
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv2769623618 
#yiv2769623618activity 
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv2769623618
 #yiv2769623618activity span {font-weight:700;}#yiv2769623618 
#yiv2769623618activity span:first-child 
{text-transform:uppercase;}#yiv2769623618 #yiv2769623618activity span a 
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv2769623618 #yiv2769623618activity span 
span {color:#ff7900;}#yiv2769623618 #yiv2769623618activity span 
.yiv2769623618underline {text-decoration:underline;}#yiv2769623618 
.yiv2769623618attach 
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 
0;width:400px;}#yiv2769623618 .yiv2769623618attach div a 
{text-decoration:none;}#yiv2769623618 .yiv2769623618attach img 
{border:none;padding-right:5px;}#yiv2769623618 .yiv2769623618attach label 
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv2769623618 .yiv2769623618attach label a 
{text-decoration:none;}#yiv2769623618 blockquote {margin:0 0 0 
4px;}#yiv2769623618 .yiv2769623618bold 
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv2769623618 
.yiv2769623618bold a {text-decoration:none;}#yiv2769623618 dd.yiv2769623618last 
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv2769623618 dd.yiv2769623618last p 
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv2769623618 
dd.yiv2769623618last p span.yiv2769623618yshortcuts 
{margin-right:0;}#yiv2769623618 div.yiv2769623618attach-table div div a 
{text-decoration:none;}#yiv2769623618 div.yiv2769623618attach-table 
{width:400px;}#yiv2769623618 div.yiv2769623618file-title a, #yiv2769623618 
div.yiv2769623618file-title a:active, #yiv2769623618 
div.yiv2769623618file-title a:hover, #yiv2769623618 div.yiv2769623618file-title 
a:visited {text-decoration:none;}#yiv2769623618 div.yiv2769623618photo-title a, 
#yiv2769623618 div.yiv2769623618photo-title a:active, #yiv2769623618 
div.yiv2769623618photo-title a:hover, #yiv2769623618 
div.yiv2769623618photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv2769623618 
div#yiv2769623618ygrp-mlmsg #yiv2769623618ygrp-msg p a 
span.yiv2769623618yshortcuts 
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv2769623618 
.yiv2769623618green {color:#628c2a;}#yiv2769623618 .yiv2769623618MsoNormal 
{margin:0 0 0 0;}#yiv2769623618 o {font-size:0;}#yiv2769623618 
#yiv2769623618photos div {float:left;width:72px;}#yiv2769623618 
#yiv2769623618photos div div {border:1px solid 
#666666;height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv2769623618 
#yiv2769623618photos div label 
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv2769623618
 #yiv2769623618reco-category {font-size:77%;}#yiv2769623618 
#yiv2769623618reco-desc {font-size:77%;}#yiv2769623618 .yiv2769623618replbq 
{margin:4px;}#yiv2769623618 #yiv2769623618ygrp-actbar div a:first-child 
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv2769623618 #yiv2769623618ygrp-mlmsg 
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv2769623618 
#yiv2769623618ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv2769623618 
#yiv2769623618ygrp-mlmsg select, #yiv2769623618 input, #yiv2769623618 textarea 
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv2769623618 
#yiv2769623618ygrp-mlmsg pre, #yiv2769623618 code {font:115% 
monospace;}#yiv2769623618 #yiv2769623618ygrp-mlmsg * 
{line-height:1.22em;}#yiv2769623618 #yiv2769623618ygrp-mlmsg #yiv2769623618logo 
{padding-bottom:10px;}#yiv2769623618 #yiv2769623618ygrp-msg p a 
{font-family:Verdana;}#yiv2769623618 #yiv2769623618ygrp-msg 
p#yiv2769623618attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv2769623618 
#yiv2769623618ygrp-reco #yiv2769623618reco-head 
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv2769623618 #yiv2769623618ygrp-reco 
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv2769623618 #yiv2769623618ygrp-sponsor 
#yiv2769623618ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv2769623618 
#yiv2769623618ygrp-sponsor #yiv2769623618ov li 
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv2769623618 
#yiv2769623618ygrp-sponsor #yiv2769623618ov ul {margin:0;padding:0 0 0 
8px;}#yiv2769623618 #yiv2769623618ygrp-text 
{font-family:Georgia;}#yiv2769623618 #yiv2769623618ygrp-text p {margin:0 0 1em 
0;}#yiv2769623618 #yiv2769623618ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv2769623618 
#yiv2769623618ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none 
!important;}#yiv2769623618 

   

Kirim email ke