Setelah Samarinda, Pemerintah Cegah Teror Bom Terjadi di Tempat Lain
Selasa, 15 November 2016 | 12:14

http://sp.beritasatu.com/home/setelah-samarinda-pemerintah-cegah-teror-bom-terjadi-di-tempat-lain/117453
 

Menko Polhukam Wiranto [beritasatu] 

Berita Terkait

§  Jakarta Normal Kembali, Pelaku Bisnis Dan Wisatawan Tak Takut

§  DPR Minta Polri Tak Perlu Tetapkan Siaga Satu Di Jakarta

§  Polisi Antisipasi Ancaman Teror Jelang Natal Dan Tahun Baru

§  BIN Antisipasi Teror Jelang Natal dan Tahun Baru

§  Penerbangan Indonesia Dalam Status Kuning



[JAKARTA] Pemerintah meningkatkan kewaspadaan pasca terjadinya ledakan bom 
molotov di depan Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (13/11). 
Hal itu supaya kejadian serupa tidak terjadi lagi di tempat lain.

"Kita bahas bagaimana melakukan langkah-langkah antisipasi supaya tidak 
terulang lagi. Kita coba menetralisir berbagai sumber-sumber ancaman supaya 
masyarakat itu aman, tentram," kata Menko Polhukam Wiranto usai rapat di 
Kementerian Polhukam, Jakarta, Senin (14/11) malam.

Hadir pada rapat tersebut, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Panglima TNI 
Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Kepala BIN Jenderal 
Budi Gunawan, dan Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius.

Sebagaimana diketahui, akibat bom di Samarinda, satu orang anak kecil berusia 2 
tahun tewas. Dia sempat dirawat, namun nyawanya tidak tertolong karena 
menderita luka bakar sangat serius.

Wiranto menjelaskan pemerintah berusaha memberikan kenyamanan maksimal bagi 
masyarakat. Namun dia meminta partisipasi masyarakat untuk ikut menjaga 
keamanan supaya kejadian bom seperti di Samarinda bisa dicegah.

Pihaknya telah memetakan kemungkinan akan terjadi aksi serupa di tempat lain.

"Kita semua punya kewajiban untuk menjaga lingkungan masing-masing. Kita cegah 
bersama berbagai teror yang terjadi," tegasnya.

Dia menambahkan selain masalah bom, rapat juga membahas berbagai isu terkini. 
Termasuk masalah dugaan penistaan agama yang dituduhkan kepada Basuki Tjahaja 
Purnama (Ahok).

"Semua dibahas masalah bom, masalah demo, masalah kerusuhan yang terjadi, 
masalah bencana alam. Semua yang dalam cakupan Menko Polhukam," ujarnya. [R-14]


Kirim email ke