Menolak Desanya di Gusur, Warga Sukamulya Sambut Tim Pengukur Lahan Untuk Negosiasi 15 November, 2016207 MRB, Majalengka. Ribuan warga desa Sukamulya, Kertajati Majalengka Jawabarat, pagi ini bergerak menuju ke jalan jalan masuk Desa Sukamulya, mereka berencana bernegosiasi agar pengukuran dengan tim Pemerintah Propinsi Jawa Barat yang kabarnya akan melakukan pengukuran lahan di desa Sukamulya untuk pembangunan bandara Internasinal Jawa Barat (BIJB), tim pengukuran lahan akan dikawal kurang lebih 1.200 personil gabungan TNI dan POLRI.Menurut keterangan Bambang, sekertaris Front Perjuangan Rakyat Sukamulya (FPRS), warga maupun pihak desa belum pernah mendapat pemberitahuan tentang rencana pengukuran, kami meminta pemerintah mendengarkan keinginan warga.“Hari ini kami ingin bernegosiasi dengan pihak pemerintah jika nanti datang, tapi jika pemerintah tetap memaksakan kehendaknya kami sudah bersepakat seluruh warga desa disini untuk mempertahankan dengan segala kemampuan yang kami miliki. Ini tempat tinggal kami dan tempat kami hidup. Pemerintah seharusnya mengerta masalah ini” tambah Bambang.Bambang juga menyampaikan kepada semua pihak, untuk mendoakan dan memberikan dukungan terhadap warga desa Sukamulya untuk mempertahankan tanah, dan jika terjadi hal yang tidak kita inginkan bersama pada hari ini, kami hanya minta semua public tahu kebenaran apa yang terjadi dan tidak diplintir pemberitaanya, kami sangat senang jika semua orang membantu publikasi tentang apa yang terjadi di desa kami.Di temui di tempat terpisah Sekjen Aliansi Gerakan Reforma Agra (AGRA) Moh. Ali turut mengecam perampasan tanah desa Sukamulya serta mendukung perjuangan masyarakat desa Sukamulya, Jawa Barat untuk mempertahankan tanah dari ancaman perampasan untuk proyek Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB).“Kami menuntut kepada pemerintah Jokowi untuk segera menghentikan proyek pembangunan bandara tersebut yang akan merampas tanah dan sumber kehidupan warga desa Sukamulya, AGRA juga menuntut pemerintahan provinsi Jawa Barat untuk menggunakan cara cara demokratis serta mendengarkan aspirasi dan keinginan warga, tidak menggunakan cara-cara kekerasan, apalagi mengerahkan pasukan TNI/POLRI secara berlebihan.” tambah Ali. ##
[GELORA45] Menolak Desanya di Gusur, Warga Sukamulya Sambut Tim Pengukur Lahan Untuk Negosiasi
Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] Tue, 15 Nov 2016 09:13:22 -0800
