Putri Gus Dur: Ada Manipulasi Agama untuk Politik dalam Video Buni Yani 
http://www.tribunnews.com/nasional/2016/11/15/putri-gus-dur-ada-manipulasi-agama-untuk-politik-dalam-video-buni-yani
 
 Selasa, 15 November 2016 13:49 WIB
 

 
 
 Fitri Wulandari/Tribunnews.com
 
 
 Konferensi pers Penegakan Hukum dan Dinamika Proses Demokrasi Indonesia yang 
digelar di Restoran Tjikini Lima, Jalan Cikini 1, Jakarta Pusat, Selasa 
(15/11/2016). 
 

 TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Indonesia 
Alissa Wahid http://www.tribunnews.com/tag/alissa-wahid menyampaikan 
pendapatnya menanggapi kasus penistaan agama yang berasal dari video yang 
diunggah Buni Yani http://www.tribunnews.com/tag/buni-yani ke sosial media.
 Ia menganggap apa yang diunggah oleh pria tersebut dimanfaatkan oleh sejumlah 
oknum untuk memanipulasi agama untuk kepentingan politik.
 "Itu yang saya maksud dengan manipulasi agama untuk politik ya," ujar Alissa, 
saat ditemui usai konferensi pers di Restoran Tjikini Lima, Jalan Cikini 1, 
Jakarta Pusat, Selasa (15 November 2016).
 Menurutnya, agama dan politik tidak boleh dikaitkan.
 Bila dikaitkan, akan ada pelintiran yang digunakan sebagai unsur sensitif 
dalam melakukan provokasi.
 "Karena kalau agama kemudian diberi pelintiran-pelintiran politik begini, ini 
jadinya mudah terprovokasi, kenapa? Karena atas nama tuhan," ujarnya.
 Hal tersebut bisa mengundang kontroversi dari banyak pihak untuk membenarkan 
masing-masing opini.
 Alissa menambahkan, para ulama saja memiliki beragam pandangan dalam menyikapi 
kasus penistaan agama yang ditudingkan pada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja 
Purnama (Ahok).
 "Nah kemudian ini bisa menjadi kontroversi, apa yang namanya penistaan? Siapa 
yang menyebutkan itu sebagai penistaan? Pakai ukuran apa? Para kyai dan ulama 
saja berbeda pendapat loh soal ini," katanya.
 
 Kasus tersebut menjadi polemik besar yang mengandung pro dan kontra di 
kalangan masyarakat.
 Ditengah pro dan kontra tersebut, ada pula masyarakat yang menegaskan untuk 
melihat video secara utuh.
 "Ada juga yang mengatakan lihat secara utuh rekaman realnya, seperti apa 
konteksnya," ujarnya.
 Namun diluar polemik tersebut, Alissa menegaskan proses pemeriksaan terhadap 
kasus tersebut, baik terhadap Buni Yani 
http://www.tribunnews.com/tag/buni-yanimaupun Ahok 
http://www.tribunnews.com/tag/ahok harus dijauhkan dari adanya intervensi 
politik.
 "Ya tapi ini harus sesuai dengan hukum, dan hukumnya tidak boleh tergantung 
pada kepentingan politik," katanya.
 Putri Gus Dur itu pun mendukung pernyataan presiden Joko Widodo terkait adanya 
aktor politik yang menunggangi perjalanan kasus penistaan agama tersebut.
 "Makanya saya setuju ketika presiden menyatakan bahwa ada aktor politik yang 
mungkin ikut memanfaatkan situasi ini, itu harus disisir dulu lah," katanya.
 Pernyataan tersebut ia sampaikan saat menjadi narasumber dalam konferensi pers 
'Penegakan Hukum dan Dinamika Proses Demokrasi Indonesia' yang digelar di 
Restoran Tjikini Lima, Jakarta Pusat, Selasa (15/11/2016).
 Acara tersebut membahas mengenai polemik pelanggaran hukum yakni menistakan 
agama yang diduga dilakukan olehAhok http://www.tribunnews.com/tag/ahok.
 Polemik tersebut kemudian menjadi efek domino yang membuat presisen Joko 
Widodo melakukan sejumlah safari politik ke sejumlah institusi hingga partai 
politik.
 
 Selain Alissa Wahid http://www.tribunnews.com/tag/alissa-wahid, konferensi 
pers tersebut turut dihadiri oleh Direktur Eksekutif INFID Sugeng Bahagijo, 
Advokasi Manager INFID Beka Ulung Hapsara, Direktur Litbang YLBHI Donny 
Ardyanto, Direktur Migrant Care Anis Hidayah, serta Pengamat Politik Arie 
Sujito.
 

 

Kirim email ke