From: B.DORPI P. 
Sent: Thursday, November 17, 2016 6:29 AM

https://islamindonesia.id/berita/gus-mus-ilmu-agama-buya-syafii-lebih-tinggi-dari-mereka-yang-di-mui.htm

Monday, 14 November 2016
Gus Mus: Ilmu Agama Buya Syafi’i Lebih Tinggi dari Mereka yang di MUI

 
islamindonesia.id – Gus Mus: Ilmu Agama Buya Syaf’i Lebih Tinggi dari Mereka 
yang di MUI



Kasus Basuki ‘Ahok’ Tjahaja Purnama terkait dugaan penistaan agama sedang 
bergulir di tengah-tengah kompetisi politik ‘Pilgub DKI’.  Demo 4/11 yang 
diikuti sejumlah petinggi partai itu pun dinilai sarat dengan tendensi politik 
hingga kasus ini tidak lagi sederhana. Karena itu, tanpa tenden aling-aling, 
pandangan MUI soal Ahok yang turut memicu situasi seperti ini dikritik tokoh 
masyarakat Ahmad ‘Buya Syafi’i Ma’arif dan KH. Mustafa ‘Gus Mus’ Bisri.

Buya Syafi’i  menyebut seharusnya MUI melakukan kajian yang lebih matang 
terkait pernyataan Ahok yang cukup sensitif bagi masyarakat yang tengah belajar 
bertoleransi. Karena itu, tokoh senior Muhammadiyah ini tidak sependapat dengan 
fatwa MUI yang mengatakan bahwa Ahok telah menghina Al Qur’an dan menghina 
ulama.

“Saya sudah baca berapa kali pernyataan Ahok, di kepulauan Seribu, saya tidak 
sependapat dengan itu (MUI). Jadi, menurut saya fatwa MUI itu kurang cermat, 
sehingga menimbulkan hal semacam ini,” katanya di CNN TV.

Meski telah ditegaskan bahwa Buya tetap tidak memusuhi yang berbeda pandangan 
dengannya, ujaran kebencian pun begitu deras mengalir ke arah Mantan Ketum 
Muhammadiyah ini. Tak lebih sedikit di media sosial.

“Tapi ini resiko dari yang harus saya lakukan. Dan kebenaran itu tidak bisa 
dikalahkan oleh emosi,” katanya di Indonesia Lawyers Club, (8/11).

Tokoh senior Nahdlatul Ulama, Gus Mus, menyayangkan pihak yang telah menyerang 
cendekiawan Muhammadiyah itu di media massa maupun media sosial, terkait 
tanggapannya atas dugaan kasus penistaan agama oleh Ahok.

“Itu gimana Buya Syafii saja didebat dan dihujat. Ilmu agama Islam Buya itu 
lebih tinggi dari mereka yang di MUI,” sindir Gus Mus.

Seperti diketahui, mantan rois ‘am NU ini telah lama melontarkan kritik pada 
Majelis Ulama Indonesia (MUI). Kini, Gus Mus kembali mempertanyakan status MUI 
yang hingga sekarang dianggapnya semakin tidak jelas.

Menurut Gus Mus, status MUI selama ini tidak jelas dan membingungkan, apakah 
termasuk organisasi masyarakat, partai politik, atau Institusi Pemerintah.  
Meski menyandang status yang tidak jelas, kata Gus Mus, MUI mendapat anggaran 
dari pemerintah atau negara.

“MUI ini sudah lama tidak jelas. Parpol, Ormas atau Lembaga Pemerintah. Tapi 
kok ya dapat APBN,” ujar Gus Mus saat ditemui CNNIndonesia.com di kediamannya 
di Rembang, Jawa Tengah, beberapa hari lalu.

Gus Mus mengatakan, tidak semua orang yang ada di MUI itu ulama, tapi banyak 
dari mereka yang menyebut dirinya ulama. Sehingga, menurut Gus Mus, banyak umat 
Islam yang menganggap MUI sebagai penentu fatwa yang wajib diikuti.

“Asal jadi pengurus MUI terus kok disebut Ulama. Juru tulis atau juru ketik 
seakan Ulama, terus mudah mengeluarkan fatwa dan lucunya banyak umat Islam yang 
mengikuti. Halal dan Haram mudah dikeluarkannya,” kata Pengasuh Pondok 
Pesantren Roudhotul Tholibin Rembang itu.

Dalam kondisi bangsa dan negara yang kini rentan diterpa oleh isu suku, agama, 
ras, dan antargolongan, Gus Mus berharap orang-orang di dalam MUI mau 
mengkoreksi diri dan merevolusi mental internal kelembagaan.

“Jangan mengatakan seseorang atau manusia bukanlah manusia padahal dirinya 
sendiri belum atau bahkan bukan manusia. Rakyat jelata disuruh jadi manusia, 
tapi mereka jadi harimau, serigala, waduh,” sindir Gus Mus.[]



YS / islam indonesia / sumber: cnnindonesia.com






Kirim email ke