Aneh. Kalau orang sakit, tidak bisa kerja kan harus langung nelpon bos atau kepala personalianya. Kalau tidak bosnya kan harus telpon dia. Kalau takn ada jawaban, dan idak ada anggota keluarga, kan bossnya mesti kirim orang cari. Kalau orang sakit, kepala personalia harus langsung telpon doker perusahaan, dalam hal ini doker kepolisian, untuk kirim orang check kesehatan.
2016-11-17 7:38 GMT+01:00 'Sunny' [email protected] [GELORA45] < [email protected]>: > > > http://www.jawapos.com/read/2016/11/17/64941/mujahidin- > ditemukan-tewas-di-rumahnya-kondisinya-mengenaskan > > > Kamis, 17 November 2016 13:14 > Mujahidin Ditemukan Tewas di Rumahnya, Kondisinya Mengenaskan > Bagikan via Facebook (3) Twitter (0) Google+ (0) > [image: Mujahidin Ditemukan Tewas di Rumahnya, Kondisinya Mengenaskan] > Ocsya Ade/Rakyat Kalbar/JawaPos.com > -Jenazah Bripka Mujahidin dievakuasi dari rumahnya untuk dibersihkan di > RSUD Soedarso, Rabu (16/11) sore. > > > *JawaPos.com - *Kanit Provos Polsek Segedong, Mempawah, Bripka Mujahidin > ditemukan tak bernyawa dan membusuk di rumahnya, Kompleks Bhayangkara, > Sungai Raya Dalam, Kubu Raya, Kalbar, Rabu (16/11) pukul 13.30. > > Belum diketahui penyebab meninggalnya Bripka Mujahidin. Diperkirakan, ia > sudah tak bernyawa sejak 3-4 hari lalu. Pasalnya dia sudah empat hari tak > masuk kantor. > > Jasadnya sudah mulai membengkak dan terjadi proses pembusukan, > mengeluarkan bau yang menyengat, tercium dari jarak 10 meter. > > Jenazah Mujahidin ditemukan pertama kali oleh Albert Simbiring, > tetangganya yang berjarak tiga rumah dari tempat tinggalnya. Awalnya pemuda > 18 tahun itu mencurigai posisi parkir sepeda motor dan sandal Mujahidin tak > berpindah tempat, sejak pertama kali dilihatnya Minggu malam. Begitu juga > Mujahidin yang tak pernah terlihat. > > “Saya dan tetangga lainnya merasa aneh, kok dia (Mujahidin) tak > keluar-keluar dari rumahnya. Pun posisi sandal dan motornya sejak Minggu > malam hingga pagi tadi tak berubah tempat,” kata Albert dikutip dari Rakyat > Kalbar (Jawa Pos Group), Kamis (17/11). > > Albert dan tetangga lainnya mencoba menggedor pintu rumah nomor 12 itu. > Meskipun puluhan kali digedor, tak ada satupun yang menyahut. Rasa > penasaran itu kembali mencuat, ketika dia dan warga lainnya mencium bau tak > sedap yang amat menyengat. > “Pas kami gedor pintu rumahnya, kami mencium bau busuk. Lalu kami lapor ke > tetangga lain yang juga polisi,” katanya. > > Bersama anggota polisi tadi, Albert melapor ke security dan Ketua RT. > Setelah semua kumpul, kata Albert, mereka kemudian mendatangi rumah Bripka > Mujahidin. Diputuskan untuk membuka pintu kayu itu dengan cara paksa. > > Awalnya, kata Albert, mereka melihat kondisi dalam rumah itu agak > berantakan. Terkejut bukan kepalang, ketika warga melihat jasad Mujahidin > sudah membusuk. > > “Kami menemukan Pak Mujahidin sudah tak bernyawa dalam kamarnya. Posisinya > telentang di atas kasur dan hanya memakai pakaian dalam,” ujarnya. > > Kapolres Mempawah, AKBP Dedi Agustono juga hadir di lokasi. Menurut dia, > Bripka Mujahidin memang anggota Polsek Segedong yang menjabat sebagai Kanit > Provos. > > “Memang, selama empat hari ini yang bersangkutan tidak masuk kerja. Kami > tidak tahu, karena tidak ada kabar berita. Kami juga mencari dan > menghubungi, namun tidak ada kabar,” katanya. > > Dia tak menyangka bahwa anggota yang dicari-cari itu sudah tiada. > “Kesehariannya dikenal cukup baik dalam melaksanakan tugas. Meski sering > sakit-sakitan, semangat pengabdiannya juga tinggi,” ujar perwira dua melati > itu. *(oxa/amb/fab/JPG)* > > >
