res : Bagus toleransi, tetapi sudah ratusan malah ribuan berapa kali diadakan berbagai cara dan upacara untuk toleransi, tetapi tetap saja ada pemboman sana sini, Anda sebagai pembaca harus melihat dan memahami hal ini, sudah lebih dari 70 tahun, apakah mau terus dengan menyenangkan dan menipu diri berteriak toleransi tetapi lain kentut? hehehehe
http://id.beritasatu.com/home/menyemai-perdamaian-di-hari-toleransi-internasional/152791 Menyemai Perdamaian di Hari Toleransi Internasional Kamis, 17 November 2016 | 16:27 Bersama para reflektor dan narasumber lain, KH Imam Azis, Drs Letkol Anak Agung Gde Darmaja, Dr Prajarta, dan Pdt Siahaan, Romo Aloys Budi berbagi refleksi dan pengalaman atas upaya merajut Persaudaraan Sejati Lintas Agama dalam Talkshow Temu Nasional Lintas dan Budaya di RR Sangkal Putung Klaten, Selasa (15/11). Berita Terkait a.. Mengasah Mata Hati Melalui Adorasi Ekaristi Abadi b.. Malam Tirakat Rakyat Dliwang Timur Perkokoh Kerukunan dan Persaudaraan Akar Rumput c.. Paskah Peradaban Kerahiman d.. Hidup Bersama Tanpa Diskriminasi, Wujud Keluarga Allah yang Inklusif, Inovatif dan Transformatif e.. Prodiakon Dipanggil dan Diutus untuk Melayani KLATEN – Upaya merajut persaudaraan sejati lintas agama terus digalakkan Romo Aloys Budi Purnomo Pr sebagai Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang. Begitu pun dalam rangka menyambut Hari Toleransi Internasional yang jatuh pada tanggal 16 November. Bersama para reflektor dan narasumber lain, KH Imam Azis, Drs Letkol Anak Agung Gde Darmaja, Dr Prajarta, dan Pdt Siahaan, Romo Aloys Budi berbagi refleksi dan pengalaman atas upaya merajut Persaudaraan Sejati Lintas Agama dalam Talkshow Temu Nasional Lintas dan Budaya di RR Sangkal Putung Klaten, Selasa (15/11). Temu Nasional yang bertema "Menyemai Perdamaian di Tengah Perkembangan Gerakan Multikulutural melalui Kearifan Budaya Lokal dalam Rajutan Kebhinnekaan" itu diselenggarakan oleh Forum Kebersamaan Umat Beragama (FKUB) Klaten yang berulang tahun ke-18 sebagai forum lintas iman di Tanah Air ini. Acara sendiri sudah dimulai sejak tanggal 12 November berupa antara lain Apel Kebangsaan Kaum Muda Multikultur, Karnaval Lintas Iman dan Budaya, Performance Art, Festival Hadroh; baru kemudian dilanjutkan dengan forum diskusi selama tiga hari dua malam hingga Kamis, 16 November. FKUB dibentuk tanggal 14 November 1998, pasca-Reformasi, di Klaten. Ada sebelum munculnya Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang merupakan inisiatif Pemerintah RI. Perintis berdirinya FKUB-Kebersamaan Klaten adalah KH Zainal Abidin HS (Islam), Romo Evaristus Rusgiharta Pr dan Alexius Mardiutomo (Katolik), Pdt Christian Nurjadi dan Pdt Indriyanto A Sawaldi (Kristen), Sudirman (Almarhum, Hindu), Martono Gito Supatmo (Buddha), dan Sugeng Mulyanto (Kepercayaan). Hingga hari ini FKUB-Kebersamaan yang merupakan kelembagaan resmi non-pemerintah itu berkebang baik FKUB-Kebersamaan yang beranggotakan kaum dewasa maupu FKUB-Kebersamaan Muda. Salah satu tokoh yang masih aktif di dalamnya adalah KH Jazuli atau dikenal Gus Jaz. Para peserta lintas agama dan iman datang dari berbagai kota dan kabupaten serta provinsi dari berbagai daerah Negeri ini. Baik muda maupun dewasa, beberapa santri, orang muda Katolik dan Kristen, Hindu, Buddha, Konghucu dan Kepercayaan. Tak ketinggalan para pendeta, romo pastor, ulama dan bante ikut serta terlibat aktif di dalamnya. Hadir pula tokoh-tokoh dan aktivis kemanusiaan, kerukunan dan perdamaian dari berbagai komunitas di seluas Nusantara ini. "Proficiat dan terima kasih boleh terlibat di dalamnya. Semoga benih-benih perdamaian dan kerukunan melalui perjumpaan seperti ini terus mewarnai dan menandai kesejukan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika,” kata Romo Aloys Budi Purnomo Pr. (gor)
