Meski di Tiongkok, masyarakat Indonesia berbagi donorkan darah


Sabtu, 19 November 2016 14:20 WIB | 305 Views

Pewarta: Rini Utami



Ilustrasi: donor darah. (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah) ()



Beijing (ANTARA News) - Sejumlah masyarakat Indonesia di Beijing, Tiongkok, 
mendonorkan darahnya dalam kegiatan "Indonesia Berbagi" di aula Kedutaan Besar 
RI di Beijing, Sabtu pagi.

"Kegiatan ini sudah digelar dua kali, dan diharapkan dapat dilakukan rutin 
setiap tahun, untuk menunjukkan jiwa sosial masyarakat Indonesia bagi 
masyarakat Tiongkok yang membutuhkan," kata Duta Besar RI untuk Tiongkok dan 
Mongolia Soegeng Rahardjo.

Kegiatan donor darah tersebut dilaksanakan atas kerja sama Kedutaan Besar RI 
Beijing, Perhimpunan Pelajar Indonesia Tiongkok, dan Palang Merah Beijing. 

Sebelum mendonorkan darahnya para calon pendonor diharuskan untuk melakukan 
registrasi dengan mengisi formulir terkait riwayat medis, pemeriksaan berat 
badan, tekanan darah, jenis darah dan sebagainya, hingga dipastikan yang 
bersangkutan dapat mendonorkan darahnya.

Usai mendonorkan darahnya masing-masing mendapatkan kartu donor darah yang 
diterbitkan otoritas kesehatan Beijing.

Dubes Soegeng mengatakan kegiatan sosial tersebut makin menunjukkan solidaritas 
masyarakat kedua bangsa. "Ini harus kita kembangkan terus, agar hubungan 
negara, Indonesia dan Tiongkok semakin kokoh di masa datang," katanya 
menambahkan.

Kegiatan donor darah oleh warga negara asing atau ekspatriat di Beijing telah 
dilakukan 500 kali sejak 1998. Kegiatan tersebut sangat membantu pemerintah 
Tiongkok memenuhi kebutuhan darah yang terus meningkat. 

Kegiatan donor darah masih merupakan hal yang "tabu" dilakukan di Tiongkok, 
karena bagi masyarakat Negeri Panda, darah hanya dapat diberikan kepada anggota 
keluarga terdekat, bukan kepada masyarakat umum .

Pada 2014 Kementerian Kesehatan Tiongkok mencatat 9,4 pendonor per seribu 
orang. Angka tersebut lebih rendah untuk negara dengan penduduk berpenghasilan 
tinggi seperti Tiongkok. 

Dicontohkan, pada 2010 kebutuhan darah secara nasional meningkat 18,6 persen 
dibandingkan 2009, namun jumlah donor hanya naik 7,7 persen. 

"Hanya ada rata-rata 9,4 donor per seribu orang di Tiongkok daratan, sedangkan 
di Hong Kong dan Makau rara-rata 23 hingga 30 per seribu orang," ungkap salah 
seorang sumber di Kementerian Kesehatan Tiongkok yang enggan disebutkan namanya.

Editor: Suryanto




Kirim email ke