res : Menurut keterangan seorang kenalan yang ahli ilmu langitan, dia katakan 
bahwa  mereka yang korupsi mudah kena penyakit keracunan duit haram dan cekikan 
 malaekat Jibarel, jadi mereka  ini cepat mati, karena kutukan illahi dan oleh 
sebab itu pula tidak dapatsepenuhnya  menikmati dengan tenang hasil panen 
korupsi, maka perlu disarankan kepada para koruptor  kalau sedang menikmati 
hasil panen jangan lupa sedia liang kubur, demikian kata ahli tsb.

http://www.cnnindonesia.com/nasional/20161119090349-20-173738/kiprah-politik-sutan-bhatoegana-yang-terjegal-korupsi/

Kiprah Politik Sutan Bhatoegana yang Terjegal Korupsi
Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia 
Sabtu, 19/11/2016 09:16 WIB

 Karier politik Sutan Bhatoegana terjegal saat terlibat kasus korupsi SKK Migas 
pada 2015 lalu. Ia divonis 10 tahun penjara. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa) 

Jakarta, CNN Indonesia -- Kabar duka datang dari dunia perpolitikan Tanah Air, 
Sutan Bhatoegana, mantan Ketua Komisi Energi DPR RI periode 2009-2014, 
dikabarkan telah meninggal dunia di Rumah Sakit Bogor Medical Centre (BMC) pada 
Sabtu (19/11) pagi.

Lahir di Siantar pada 1957, Sutan terjun ke dunia politik sejak tahun 2001 lalu 
sebagai anggota Partai Demokrat.

Karier politiknya terjegal ketika Sutan terlibat kasus korupsi SKK Migas pada 
2015 lalu. Sutan divonis 10 tahun pidana penjara oleh majelis hakim Pengadilan 
Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada 19 Agustus 2015. 
      Lihat juga:
      Sutan Bhatoegana Meninggal Dunia 
Sutan terbukti bersalah menerima suap dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan 
Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2013. 

Sutan menerima duit suap dari bekas Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana 
Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) senilai US$140 ribu untuk 
didistribusikan ke sejumlah anggota, pimpinan dan sekretariat Komisi Energi 
DPR. Alasannya, untuk memuluskan pembahasan APBNP 2013. 

Kiprahnya di dunia politik, Sutan dikenal sebagai pribadi yang tegas. Sutan 
juga dikenal sebagai kader Partai Demokrat yang setia dari awal partai berdiri 
hingga saat ini.
      Lihat juga:
      Sutan Bhatoegana Sakit Keras
     
Di luar dunia politik, Sutan juga dikenal aktif berorganisasi. Di antaranya, 
pernah menjadi Ketua Umum Gerakan Penyelamatan Bangsa dan Tanah Air RI untuk 
wilayah Jakarta Selatan, Penasehat Generasi Muda Demokrat, dan Ketua Umum 
Alumni STTNAS Yogyakarta, Sekretaris Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) 
ORSAT Cilacap, Jawa Tengah, Ketua Umum Batak Islam Cilacap, Jawa Tengah, dan 
pernah menjabat sebagai Kasie II Yon V Mahakarta ATN Yogyakarta.  

Sutan jatuh sakit saat dirinya tengah menjalani hukuman penjara di Lapas 
Sukamiskin, Bandung. Sebelum Sutan dinyatakan meninggal dunia, beredar kabar 
dan foto yang menunjukan kondisinya yang kian memburuk.

Wakil Ketua DPR, Fadhli Zon dan anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat, Max 
Sopacua juga sempat menjenguk Sutan saat tengah dirawat di RS Medical Centre 
Bogor pada akhir pekan lalu.

"Semalam menjenguk Bang Sutan Bathoegana, Semoga bisa pulih kembali," ucap 
Fadli dikutip dari akun Twitter resminya pada 16 November lalu.

Sutan dikenal sebagai politikus tegas namun juga humoris. Kata-kata ajaib dan 
nyelenehnya membuat dirinya mudah dikenal publik.

Jargon-jargon unik seperti "Ngeri-ngeri sedap," "Sorry, my love," dan "Masuk 
barang tuh" kerap dilontarkan pria 58 tahun ini dengan ekspresi 'jahil.'

Sutan mengakui jika dirinya merupakan seorang politikus yang nyentrik dan tak 
jarang kontroversial. Sutan dikenal blak-blakan jika berkomentar akan sesuatu.

"Menurut saya, itu gaya saya, saya tidak mau berpura-pura. Saya mengatakan apa 
adanya, bukan ada apanya," tegas Sutan dalam wawancara di TV Parlemen DPR, 
beberapa waktu lalu.

(stu/vga)

Kirim email ke