FPPI dan IPNU Gelar Aksi Solidaritas untuk Warga Sukamulya 28/Nov/16 - 11:06Cirebontrust.com – Puluhan massa dari Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) dan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) di Cirebon melakukan aksi damai solidaritas untuk warga Sukamulya yang terdampak pembangunan BIJB, Minggu (27/11).Berdasarkan petisi yang dibuat massa dari FPPI dan IPNU, kasus Sukamulya pertama kali mencuat pada tahun 2004, ketika secara sepihak 11 kepala desa menandatangani surat pernyataan yang isinya “Kami dan seluruh warga masyarakat desa kami sepenuhnya mendukung atas rencana pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) seluas 5000 Ha,”Dijelaskan di dalam penyataan itu, bahwa para kuwu itu mengaku atas nama warga Sukamulya yang jumlah KK pada saat itu 1.305 KK. Surat tersebut ditandatangani pada tanggal 14 Oktober 2004. Padahal hingga saat ini hanya 300 KK yang mendukung pembangunan BIJB.Sementara 1005 KK atau mayoritas warga di 11 Desa tersebut menolak adanya pembangunan Bandara Internasional tersebut. Masyarakat menduga ada permainan antara Pemerintah Kabupateh Majalengka dan 11 Kepala Desa di sana.Menurut Koordinator Aksi dari FPPI, Abgi Givari aksi solidaritas yang dilakukannya, pihaknya mengecam segala bentuk penindasan dan kekerasan baik yang dialami oleh petani, buruh dan nelayan maupun kaum miskin Kota Cirebon.“Khususnya aksi solidaritas ini, untuk petani atau warga sukamulya yang sedang berjuang melawan penguasa, elit kapital yang dipagari oleh aparat. Untuk itu kami menuntut agar mengutuk dan adili tindakan represif aparat kepada warga atau petani Sukamulya atau di daerah lain,” tegasnya.Pihaknya juga mendesak aparatur negara, bersikap netral terhadap konflik-konflik agraria. Serta hentikan perampasan alih fungsi lahan produktif pertanian untuk kepentingan pembangunan korporasi. (Nanang Krismana)
[GELORA45] FPPI dan IPNU Gelar Aksi Solidaritas untuk Warga Sukamulya
Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] Mon, 28 Nov 2016 04:09:02 -0800
