Jokowi Minta Pengusaha Properti Tak 'Pusing' Urusi Politik 
http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20161129110706-92-176003/jokowi-minta-pengusaha-properti-tak-pusing-urusi-politik/
 Dinda Audriene, CNN Indonesia
 Selasa, 29/11/2016 11:20 WIB
 
 Sebarkan:  
http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20161129110706-92-176003/jokowi-minta-pengusaha-properti-tak-pusing-urusi-politik/#
  
http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20161129110706-92-176003/jokowi-minta-pengusaha-properti-tak-pusing-urusi-politik/#
  
http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20161129110706-92-176003/jokowi-minta-pengusaha-properti-tak-pusing-urusi-politik/#
 
 Presiden Joko Widodo meminta anggota Real Estate Indonesia (REI) berfokus 
untuk mengejar kekurangan unit rumah terhadap jumlah masyarakat (backlog). 
(ANTARA/Yudhi Mahatma)
 
 Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta anggota Real 
Estate Indonesia (REI) agar tak terpengaruh dengan kondisi politik yang tengah 
memanas belakangan ini, dan berfokus untuk mengejar kekurangan unit rumah 
terhadap jumlah masyarakat (backlog).

Ia bercerita, topik pembicaraan bersama dengan beberapa pengusaha belakangan 
ini bukanlah mengenai ekonomi, melainkan soal politik Indonesia saat ini, 
khususnya mengenai pemilihan Gubernur DKI Jakarta yang akan diadakan tahun 
depan.

"Memang belakangan ini sebetulnya bukan mendadak, politik kita tensinya agak 
sedikit naik. Tapi bukan apa-apa ya, karena memang wajar setiap saat menjelang 
pemilihan kepala daerah (pilkada) baik gubernur atau walikota selalu seperti 
ini. Tapi memang ini agak istimewa terutama karena pemilihan gubernur (pilgub) 
DKI Jakarta," ungkap Jokowi, Selasa (29/11).

Dengan kondisi ini, terang Jokowi, banyak rumor atau gosip yang tak tidak bisa 
dipastikan kebenarannya beredar di media sosial. Jokowi meminta REI untuk tak 
terpengaruh dan terus fokus memperjuangkan kepemilikan rumah bagi masyarakat 
Indonesia. 

Tak hanya memperjuangkan, Jokowi pun meminta REI memastikan kepemilikan rumah 
bagi setiap warga.

"Untuk kita semua yang ada di sini terutama seluruh anggota REI marilah kita 
bekerja saja. Fokus bangun rumah perjuangakan untuk rakyat dan pastikan setiap 
rakyat nantinya memiliki tempat tinggal yang layak," tegas Jokowi.

Jokowi sendiri mendapat data jumlah kebutuhan rumah di Indonesia saat ini 
sebanyak 11,8 juta unit. Angka tersebut dinilainya masih sangat tinggi. Namun, 
ia yakin dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga kuartal III yang masih 
berada pada posisi 5,02 persen, sektor properti masih akan terus tumbuh.
 

 "Saya tadi menanyakan pada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), 
backlog ada berapa, ternyata masih 11,8 juta rumah. Angka sangat besar sekali. 
Pada 2015 angkanya sudah dikejar kurang lebih 690 ribu. Jadi ini harus 
benar-benar kita kejar agar angkanya ketutup. Ekonomi kita sudah cukup kuat 
untuk mengembangkan sektor properti," jelas dia.

Ia juga berharap kepada pengembang perumahan untuk lebih mengedepankan 
pembangunan rumah khusus masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk mendukung 
program satu juta rumah pemerintah. Sehingga, pembangunan perumahan yang 
bertujuan untuk investasi atau untuk kelas menengah ke atas sebaiknya tidak 
didahulukan.

"Supaya didahulukan dulu rumah untuk MBR, bukan yang untuk investasi misal 
untuk rumah kedua ketiga. MBR dulu," tegas Jokowi. (gir/gen)

 

 

Kirim email ke