DISKUSI: Penanggung jawab Pojok Sastra, Dian Arief Setyawan (paling kiri), 
mendiskusikan persoalan Desa Sukamulya, Kecamatan Kertajati, Kabupaten 
Majalengka, terkait masalah pembebasan lahan BIJB. Foto: Tatang 
Rusmanta/radarcirebon.com
Sentuh Persoalan Sukamulya dengan Puisi
Ditulis Oleh: Husain Alipada: Minggu, 27 November 2016 17:05pada: Kota 
CirebonAPA yang bisa dilakukan penyair dengan puisinya? Puisi mampu menjadi 
”senjata” perlawanan sekaligus mengobarkan kecaman. Karena puisi bisa menjadi 
saksi, merekam peristiwa yang terjadi.Seperti suasana Pojok Sastra yang 
mengangkat tema Pembangunan dan Penggusuran dalam Puisi, Jumat (25/11) malam. 
Malam itu puisi tak hadir dengan ”menampar”, tapi menyentuh dengan halus 
persoalan Desa Sukamulya yang tengah menjadi perhatian publik saat ini.(Baca: 
Pojok Sastra Angkat Tema Pembangunan dan Penggusuran dalam Puisi)Persoalan 
pembebasan lahan di Desa Sukamulya, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, 
menjadi Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) dituangkan dalam lantunan 
pembacaan bait-bait puisi. Puisi-puisi karya Wiji Thukul yang berisi kritikan 
pedas dan perlawanan dibacakan.Puisi Wiji Thukul berjudul “Peringatan” dibaca 
Anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Dian Hernawa Susanti. Bait terakhir “Maka hanya 
ada satu kata: Lawan!” dia suarakan dengan lantang.“Masalah penggusuran memang 
sangat miris, harusnya untuk persoalan ini bisa berdiskusi lebih santun. Tapi 
daripada berorasi, lebih elegan baca puisi,” ujar Dian.Dian menilai, puisi 
mampu menyalurkan seluruh perasaan. Sebagai wakil rakyat, Dian sangat mendukung 
acara Pojok Sastra Radar Cirebon sebagai wadah para pegiat sastra untuk 
berpuisi dan berdiskusi.“Insya Allah saya akan hadir setiap pelaksanaan Pojok 
Sastra yang dwi mingguan ini. Acaranya keren, saya banget,” ungkapnya.Dian juga 
berharap, Pojok Sastra bisa mengundang tokoh-tokoh Cirebon lain untuk ikut 
berpartisipasi dan memberikan motivasi. “Pojok Sastra lebih digaungkan lagi, 
supaya masyarakat tau dan sastra Cirebon terus bangkit,” harapnya.Pertemuan 
kelima diskusi Pojok Sastra ini sengaja mengangkat tema pembangunan dan 
penggusuran dalam puisi sebagai bentuk empati dan solidaritas publik sastra 
Cirebon terkait peristiwa di Desa Sukamulya, Kecamatan Kertajati, Kabupaten 
Majalengka.“Setelah melihat dan berbincang langsung dengan warga di sana, 
sebetulnya mereka tidak menolak asalkan pembangunan tersebut lebih 
memanusiakan,” kata penanggung jawab Pojok Sastra, Dian Arief Setyawan.Hadir 
dalam kegiatan tersebut, Cheppy Oi yang membawakan sejumlah lagu dan 
musikalisasi puisi. Ada pula perwakilan komunitas dan pegiat sastra di Cirebon. 
(mik)

Kirim email ke