res : Hanya mereka yang berotak encer akan percaya bahwa yang disebut doa 
bersama akan diterima oleh Allah. Harus disadari apa yang dilakukan “doa 
bersama” tidak lain hipnotis bersama untuk menyelamatan kekuasaan neo-Mojopahit 
dengan Jawasentrisnya.

http://www.antaranews.com/berita/599345/bem-ptm-tak-ikut-doa-bersama-di-monas

BEM PTM tak ikut doa bersama di Monas
Kamis, 1 Desember 2016 20:09 WIB | 109 Views
Pewarta: Indriani
Jakarta (ANTARA News) - Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi 
Muhammadiyah (BEM PTM) se-Indonesia menyatakan tak ikut dalam kegiatan doa 
bersama yang diselenggarakan di Monas, Jakarta, Jumat (2/12).

"Kami aliansi BEM PTM se-Indonesia menyakatakan sikap tidak ikut dalam doa 
bersama pada 2 Desember," ujar Perwakilan BEM PTM, Biantara Alba, di Jakarta, 
Kamis.

Biantara Alba menjelaskan jika pada doa bersama tersebut terdapat salah satu 
PTM yang ikut turun atau sikap lainnya baik mendukung atau menolak aksi 
tersebut, maka hal itu bukan mengatasnamakan aliansi BEM PTM se- Indonesia.

"Kalau memang ada yang menyatakan perkataan sikap dengan mengatasnamakan hasil 
Rakornas aliansi BEM PTM, maka kami katakan pernyataan itu tidak benar," tegas 
dia.


Kritisi Isu Pendidikan

BEM PTM sepakat hanya akan mengkritisi terkait isu pendidikan. Dua poin besar 
yang menjadi kritik kepada pemerintah adalah terkait mahalnya biaya pendidikan 
dan belum adanya sistem pendidikan yang konkret.

"Pemerintah akhir akhir ini sepertinya tidak serius dalam mengelola dan 
mengonsep pendidikan bangsa ini, terbukti dengan penerapan kurikulum yang tidak 
jelas dan semrawut, sehingga berdampak pada menurunya kualitas siswa."

Belum lagi, lanjut dia, mahalnya biaya pendidikan Indonesia menambah daftar 
panjang masalah pendidikan.

Dengan kompleksitas permasalahan yang tidak kunjung diperbaiki di Indonesia, 
maka Aliansi BEM PTM menilai dalam dunia pendidikan sudah terjadi permasalahan 
yang tersistem hingga membuat lingkaran setan. Ada pun harapan para aktivis 
Muhammadiyah tersebut adalah agar pemerintah dapat belajar pada sistem 
pendidikan yang ada di negara maju.

"Baik Menteri Pendidikan (Muhadjir Effendy) dan Menristek dikti (Muhammad 
Nasir) hari ini harus mulai menata sistem pendidikan dengan baik, jangan lagi 
ada percobaan sistem pendidikan yang asal-asalan, serta untuk lembaga 
pendidikan baik swasta atau negeri jangan jadikan pendidikan sebagai alat 
bisnis yang berorientasi pada keuntungan semata," tukas dia. 
Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2016


---
Detta e-postmeddelande har sökts igenom efter virus med antivirusprogram från 
Avast.
https://www.avast.com/antivirus

Kirim email ke