Ketum DPP Pepabri Agum Gumelar : Tangkap Purnawirawan yang Bermain Isu Makar  
Thursday, December 1, 2016   Berita, Nasional   Edit   
|  |
| agum gumelar foto @merdeka.com  |


 SPIRITNKRI.COM - Ketua umum DPP Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri 
TNI/Polri (Pepabri) Agum Gumelar meminta aparat penegak hukum tidak ragu 
menangkap siapa saja, termasuk purnawirawan TNI, yang memainkan isu makar 
khususnya dalam demonstrasi yang rencananya bakal digelar di Monas pada 2 
Desember 2016.

 "Itu sudah masalah individu (kalau ada purnawirawan yang bermain isu makar), 
siapapun dia, pejabat, wali kota, purnawirawan jenderal, kalau ada indikasi dan 
didukung data dan fakta hendak memecah-belah keutuhan NKRI dan Pancasila, 
tindak tegas," kata Agum dalam konferensi pers yang digelar DPP Pepabri, di 
Restoran Taste Paradise, Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (30/11/16).SUMBER: Ketum 
DPP Pepabri Agum Gumelar : Tangkap Purnawirawan yang Bermain Isu Makar

Dirinya menyadari purnawirawan memiliki hak yang sama dengan masyarakat sipil 
setelah purnatugas yaitu, hak dipilih dan memilih dalam pemilu maupun pilkada.

 Namun perbedaan sikap politik bersifat sementara. Jika proses politik selesai 
maka perseteruan juga harus diakhiri.

  
|  
|   
|   
|   |    |

   |

  |
|  
|   |  
Ketum DPP Pepabri Agum Gumelar : Tangkap Purnawirawan yang Bermain Isu Makar
 agum gumelar foto @merdeka.com  SPIRITNKRI.COM -  Ketua umum DPP Persatuan 
Purnawirawan dan Warakawuri TNI/Po...  |   |

  |

  |

 
   "Perbedaan politik sifatnya sementara. Setelah selesai harus dihormati," 
katanya.

 Menurut Agum, DPP Pepabri sangat peduli akan keutuhan NKRI dan Pancasila. 
Sebagai prajurit yang memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit serta 
Tribata, semangat setia pada NKRI dan Pancasila tidak bisa ditawar lagi.

 Bila perlu siap mengorbankan nyawa demi menjaga keutuhan NKRI dan Pancasila.

 Sikap tersebut bisa diartikan sebagai bentuk kepedulian purnawirawan TNI-Polri 
atas memanasnya suhu politik akibat pernyataan cagub DKI Basuki T Purnama alias 
Ahok yang dianggap menodai agama.

 Pepabri mengerti ketersinggungan umat Islam namun mendorong seluruh lapisan 
masyarakat untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

 Pepabri, lanjut Agum, mengikuti situasi yang berkembang dalam beberapa bulan 
terakhir termasuk mencermati rencana demonstrasi yang belakangan disebut 
sebagai doa bersama di Monas pada 2 Desember mendatang.

 Pihaknya meminta masyarakat yang berencana menggelar aksi atau doa bersama 
dapat memegang teguh komitmen yang disepakati dengan pemerintah, dalam hal ini, 
Polri, yakni melaksanakan demonstrasi super damai.

 Namun demikian, Pepabri, mengingatkan masyarakat yang ikut aksi untuk tidak 
memaksakan kehendak.

 Aparat penegak hukum juga diminta berani menindak tegas pihak-pihak yang 
menungggangi aksi tersebut. Terlebih, ada indikasi bakal disusupi teroris.

 "Harapan kami, ayo laksanakan demo 2 Desember sesuai dengan komitmen. Jangan 
memaksakan kehendak, kalau proses hukum telah berjalan yang berbicara adalah 
pengadilan. Kalau memaksakan kehendak artinya menginjak-injak hukum," tegas 
Agum.

 sumber: beritasatu.com

Kirim email ke