http://www.cnnindonesia.com/internasional/20161201075307-134-176488/slovakia-larang-islam-jadi-agama-resmi/
Slovakia Larang Islam Jadi Agama Resmi
Amanda Puspita Sari, CNN Indonesia
Kamis, 01/12/2016 07:53 WIB
a..
Ilustrasi Muslim di Eropa (Reuters/Luke MacGregor)
Jakarta, CNN Indonesia -- Slovakia mengesahkan undang-undang untuk secara
efektif melarang Islam menjadi salah satu agama resmi di negara itu dalam waktu
dekat. Langkah ini semakin menguatkan sentimen anti-Islam yang tumbuh di
seluruh Uni Eropa.
Slovakia menjadi salah satu negara yang menentang keras para imigran, yang
sebagian besar merupakan Muslim, memasuki Uni Eropa pada krisis imigran tahun
2015 lalu. Slovakia juga menentang skema pembagian penampungan imigran yang
diberlakukan Uni Eropa terhadap para anggotanya.
Pilihan Redaksi
a.. Tak Punya Masjid, Slovakia Pilih Tampung Imigran Kristen
b.. Walikota Pelarang Burkini: Ikuti Cara Kami Atau Jangan Datang
c.. Survei: Warga Eropa Masih Bersimpati kepada Pengungsi
d.. Slovakia Gelar Lomba Adu Cepat Gali Kubur
e.. Parlemen Belanda Loloskan RUU Larangan Pemakaian Cadar
Pertengahan tahun ini, Perdana Menteri Robert Fico bahkan menegaskan bahwa
Islam tidak memiliki tempat di Slovakia.
Parlemen Slovakia pada Rabu (30/11) memutuskan untuk mengadopsi kebijakan yang
diserukan oleh Partai Nasional Slovak (SNS), yang mengharuskan bahwa sebuah
agama harus memiliki setidaknya 50 ribu pemeluk untuk memenuhi syarat menjadi
agama resmi. Jumlah itu merupakan peningkatan dari kebijakan sebelumnya, yang
mengharuskan 20 ribu pemeluk.
Agama resmi di Slovakia akan mendapatkan subsidi negara dan diberi keleluasaan
untuk mengelola sekolah khusus agama itu.
Kebijakan ini menyulitkan Islam untuk didaftarkan sebagai salah satu agama
resmi di Slovakia, negara yang saat ini memiliki 2.000 warga Muslim, menurut
data dari sensus teranyar.
Namun, Yayasan Islam di Slovakia memperkirakan jumlah umat Muslim di negara itu
mencapai sekitar 5.000 orang. Selain itu, di Slovakia juga tida ada satupun
masjid yang diakui oleh pemerintah.
SNS berdalih bahwa kebijakan baru itu dimaksudkan untuk mencegah pendaftaran
sejumlah gereja tak resmi, seperti Gereja Monster Spageti Terbang, yang secara
mengejutkan memiliki pengikut dari seluruh negara di dunia.
"Islamisasi dimulai dengan kebab dan itu sudah berlangsung di Bratislava, mari
kita menyadari apa yang bisa kita hadapi dalam lima sampai 10 tahun. Kita harus
mengerahkan seluruh kemampuan agar tidak ada masjid yang dibangun di masa
depan," ujar Ketua SNS, Andrej Danko, sebelum kebijakan disahkan, dikutip dari
Reuters.
Danko juga menyerukan sejumlah langkah untuk mencegah pendaftaran Islam sebagai
agama resmi, melarang pemakaian burqa di ruang publik, serta melarang
pembangunan masjid.
Hingga kini, belum ada komentar dari Yayasan Islam Slovakia terkait kebijakan
baru tersebut.
RUU itu merengkuh mayoritas suara, yakni sekitar dua-pertiga anggota dewan di
parlemenyang terdiri dari partai berkuasa dan oposisi. Meski demikian, para
anggota parlemen tidak mengabulkan kebijakan yang diusulkan Partai Rakyat Kami
Slovakia yang beraliran ekstem kanan untuk menaikkan syarat jumlah pemeluk
suatu agama resmi menjadi 250 ribu orang.
Slovakia merupakan negara kecil yang terletak di tengah Eropa dengan populasi
mencapai 5,4 juta warga. Sebanyak 62 persen di antaranya memeluk agama Katolik
Roma.
Uni Eropa hingga kini masih kesulitan menampung lebih dari 1,36 juta imigran
yang menginjakkan kaki di Benua Biru itu sejak awal 2015. Serangkaian serangan
yang dilakukan kelompok ekstremis dengan mengatasnamakan Islam juga memicu
sentimen anti-Muslim di berbagai negara di Uni Eropa, khususnya di kalangan
pendukung partai sayap kanan yang dikenal antiimigran. (ama)
---
Detta e-postmeddelande har sökts igenom efter virus med antivirusprogram från
Avast.
https://www.avast.com/antivirus