Polri Benarkan Penangkapan 10 Aktivis yang Didiuga Makar
JUM'AT, 02 DESEMBER 2016 | 12:43 WIB   
   - 
   - 
   - 
   - 
Suasana penangkapan aktivis Sri Bintang. Kredit: IstimewaTEMPO.CO, Jakarta - 
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Markas Besar Polri Komisaris Besar Rikwanto 
membenarkan penangkapan sepuluh aktivis yang diduga berupaya melakukan makar. 
Penangkapan, kata dia, terjadi di sejumlah tempat pada pukul 03.00 dini hari 
hingga 06.00 Jumat pagi, 2 Desember 2016.


"Sekarang diperiksa secara intensif di Markas Korps Brimob Kelapa Dua," kata 
Rikwanto, Kamis, 2 Desember 2016.

Rikwanto menjelaskan delapan orang berinisial AD, E, AD, KZ, FH, RA, RS, dan SB 
diduga bermufakat jahat untuk makar. Mereka dikenai Pasal 107 juncto 110 juncto 
87 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman seumur hidup 
atau paling lama 20 tahun penjara.

Dua lainnya yang berinisial JA dan RK dijerat Pasal 28 Undang-undang Informasi 
dan Transaksi Elektronik (UU ITE) lantaran menyebarkan konten berisi makar ke 
media sosial.

Soal barang bukti, Rikwanto enggan menjelaskan apa saja yang didapat polisi. 
Kata dia, Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian dan Kepala Divisi Hubungan 
Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar akan merilis penjelasan soal 
kasus ini secara detil usai Aksi Bela Islam Jilid III. Aksi tersebut digelar di 
Monumen Nasional hingga pukul 13.00 siang ini.

Saat ditanya apakah penangkapan sepuluh orang tersebut berdasarkan adanya 
pertemuan pembahasan upaya makar, Rikwanto enggan menjelaskan. "Itu nanti 
dijelaskan Pak Kapolri atau Kadiv Humas ya," ujarnya.

DEWI SUCI RAHAYU

Kirim email ke