res : Mengapa  Buya tidak sekaligus usulkan hukuman pancung kepala? Ayo, segera 
 tenerapkan “Mukadimah UUD45 yang mengatakan kemerdekaan adalah hak semua 
bangsa” untuk pulau Jawa segera  bebas menjadi negara merdeka dan berdaulat 
penuh agar hukuman 400 tahun atau/dan pancung kepala bisa diterapkan 
semulus-mulus mungkin.   

https://m.tempo.co/read/news/2016/12/02/063824797/buya-syafii-maarif-penjarakan-ahok-selama-400-tahun



Buya Syafii Maarif: Penjarakan Ahok Selama 400 Tahun

JUM'AT, 02 DESEMBER 2016 | 04:10 WIB


Syafii Ma'arif. TEMPO/Iqbal Lubis

TEMPO.CO, Jakarta - Buya Ahmad Syafii Maarif, pendiri Maarif Institute, 
menyarankan agar Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias 
Ahok dipenjara 400 tahun.

"Jika dalam proses pengadilan nanti terbukti terdapat unsur pidana dalam 
tindakan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada 27 September 2016 itu, saya 
usulkan agar dia dihukum selama 400 tahun atas tuduhan menghina Al-Quran, kitab 
suci umat Islam, sehingga pihak-pihak yang menuduh terpuaskan tanpa batas," 
tulis Maarif dalam artikelnya di Koran Tempo edisi Jumat, 2 Desember 2016 
(Baca: Buya Syafii Maarif: 400 Tahun untuk Ahok).

Menurut Maarif, biarlah generasi yang akan datang yang menilai berapa bobot 
kebenaran tuduhan itu. "Sebuah generasi yang diharapkan lebih stabil dan lebih 
arif dalam membaca politik Indonesia yang sarat dengan dendam kesumat ini," 
tulisnya.

Baca:
Ahok Akan Disidang, Ini 3 Alasan Dia Akan Lolos
Ini Dia 4 Indikasi Makar Demo Akbar








Maarif mengkritik sistem pengadilan Indonesia sekarang ini yang patuh pada 
tekanan massif pihak tertentu. Dia berharap Ahok siap mental menghadapi 
pengadilan semacam itu.

Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah itu juga menyinggung kicauan di 
media sosial dalam minggu-minggu terakhir yang panas ini mengenai konglomerat 
"Sembilan Naga" yang akan lebih leluasa menguasai ekonomi Indonesia melalui 
Ahok.

Baca Juga:
Kasus Al Maidah 51: 6 Alasan Ahok Tak Akan Dipenjara
Demokrasi Kerumunan oleh Poltak Partogi Nainggolan

Dalam kesempatan sebelumnya, Maarif menyampaikan pendapatnya bahwa pidato Ahok 
di Kepulauan Seribu yang menyinggung soal surat Al-Maidah ayat 51 itu bukanlah 
melecehkan Al-Quran. "Ahok tidak mengatakan Al-Maidah itu bohong," ujarnya.

Ahok, menurut Maarif, mengkritik orang yang menggunakan Al-Quran untuk 
membohongi masyarakat agar tidak memilih petahana gubernur itu pada Pemilihan 
Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017. Terkait fatwa Majelis Ulama 
Indonesia, Syafii menilai lembaga itu harus menjaga martabat melalui fatwa 
berdasarkan analisa yang jernih, cerdas, dan bertanggung jawab.

KURNIAWAN


---
Detta e-postmeddelande har sökts igenom efter virus med antivirusprogram från 
Avast.
https://www.avast.com/antivirus
  • [GELORA45] Buya Syafii Maarif... 'Sunny' am...@tele2.se [GELORA45]

Kirim email ke