Menhan: KalauSaya Enggak Ada Makar-makar… Rabu, 23November 2016 | 20:17 WIB JAKARTA, KOMPAS.com - MenteriPertahanan Ryamizard Ryacudu berpendapat, tidak ada potensi makar dariserangkaian aksi unjuk rasa yang dilakukan pada 4 November dan dua aksilanjutan pada 25 November dan 2 Desember mendatang. Aksi itu awalnya menuntut proses hukumterhadap Basuki Tjahaja Purnama atas dugaan penistaan agama. Namun, dianggapberpotensi melebar ke upaya penggulingan pemerintahan.
"Kalau saya sih enggak ada lah itumakar-makar," ujar dia, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu(23/11/2016) siang. Ryamizard menilai, ada pihak tertentuyang memanfaatkan aksi unjuk rasa itu untuk mengadu domba masyarakat. "Kalau ada yang mengadu domba,pasti. Dalam keadaan ribut seperti kemarin (demo 4 November) kan awalnya damai,tapi ada pihak tertentu," ujar dia. Ia meminta Panglima TNI Jenderal GatotNurmantyo dan Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian tetap waspada dalammelakukan pengamanan saat aksi lanjutan. Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, Polri akan menjagaketat aksi 25 November 2016 dan 2 Desember 2016. Pasalnya, aksi itu berpotensi pada upayapenggulingan pemerintahan. "Kalau itu bermaksud untukmenjatuhkan atau menggulingkan pemerintahan, termasuk pasal makar," ujarTito, Senin (21/11/2016). Bahkan, Tito mengaku mendapatkaninformasi bahwa ada 'penyusup' di balik aksi unjuk rasa itu dan akan mendudukiGedung DPR/MPR Senayan. Penulis : Fabian Januarius KuwadoEditor : Inggried Dwi Wednaswary
