He...he..he Sebetulnya orang asuhan Pater Beek ini tidak berubah. Dia tetap 
reaksioner dan anti-komunis. Yang berubah adalah PKT dan Tkk. Seandainya PKT 
dan Tkk masih seperti pada jaman Mao dan sosialisme tetap dipertahankan, rupa 
dunia tidak akan seperti sekarang ini. Karena Tkk sosialis akan terus mendukung 
revolusi rakyat di negeri-negeri Dunia Ketiga melawan penjajahan modal dan 
Imperialisme yang dikepalai AS, seperti kebijakannya selama RBKP berlangsung. 
Perjuangan rakyat sedunia melawan imperialisme inilah yang dikhianati PKT dan 
Tkk. Kita lihat sendiri sekarang Tkk menjadi bagian dari G20 dan WTO dan juga 
membangun bilateral dan regional free trade yang dia pimpin seperti Regional 
Comprehensive Economic Partnership untuk melawan dominasi AS. Kekuatan 
imperialis yang sedang berkembang sedang berkompetisi menghadapi kekuatan 
imperialis tua yang  sekarat! Mengapa kaum revisionis Tiongkok dan para 
pendukungnya begitu membenci RBKP dan berkepentingan untuk terus menghitamkan 
dan mendiskreditkan? Mereka ingin menutupi pengkhianatannya kepada Mao. Tapi 
orang yang berpikiran waras bisa melihat  sikap PKT dan Tkk terhadap rejim 
Soeharto pada jaman Mao yang berbeda 180 derajat  dengan PKT dan RRT pada jaman 
Deng xiao-ping. Pada jaman Mao, RRT menolak mengibarkan bendera setengah tiang 
ketika terjadi G-30S,  oleh karena itu menjadi sasaran kaum reaksioner dan 
fasis Suharto. Begitu Deng naik panggung, pemulihan hubungan dengan rejim 
Soeharto dan pengusiran orang-orang Indonesia yang tadinya dilindungi di Tkk!!!
Justru karena perubahan sifat PKT dan RRT maka asuhan Pater Beek sekarang dapat 
sejalan dan berpeluk-pelukan. Karena yang dipeluk adalah kaum revisionis yang 
merestorasi kapitalisme!! 

    On Tuesday, November 29, 2016 8:35 PM, 'Sie Tik Tan' via forumdiskusi 
<[email protected]> wrote:
 

 Orang asuhan Pater Beek ini pada 1965 mengorganisasi penyerbuan ke KB RRT di 
Jakarta, dimana ada diplomatnya yg dilukai, tapi sekarang berubah 
pandangannya.....ya sama2 berubah , sama2 saling menyesuaikan , sama2 
menang.....

Verstuurd vanaf mijn iPad
Begin doorgestuurd bericht:


Van: Sie Tik Tan <[email protected]>
Datum: 27 januari 2015 22:34:37 CET
Aan: 
Onderwerp: Yusuf Wanandi
Antwoord aan: Sie Tik Tan <[email protected]>



 
| Sarjana Indonesia: Harap Hubungan Indonesia-Tiongkok Jadi Teladan Hubungan 
Bilateral Kawasan |
|   2013-09-30 14:20:10  CRI |
| Indonesia adalah negara pertama dalam kunjungan kenegaaran Presiden Tiongkok 
Xi Jinping ke negara-negara Asia Tenggara. Para tokoh berbagai kalangan sangat 
menantikan kunjungan Presiden Xi Jinping ke Indonesia. Para ahli dan sarjana 
menyatakan, kunjungan kali ini mempunyai arti penting untuk mendorong kemitraan 
strategis Tiongkok-Indonesia, dan akan mendorong hubungan ini berkembang ke 
arah yang lebih menyeluruh. Kerjasama erat antara Indonesia dan Tiongkok pasti 
menjadi teladan hubungan bilateral di kawasan maupun dunia. Wakil Ketua Yayasan 
Penelitian Urusan Strategi dan Internasional Indonesia CSIS Yusuf Wanandi 
selalu berupaya meneliti masalah hubungan bilateral Tiongkok-Indonesia, dan 
pernah berkali-kali berkunjung ke Tiongkok. Ia sangat menghargai perkembangan 
Tiongkok yang serba baru, terutama penampilan Tiongkok dalam arena regional 
yang menunjukkan sikap pembangunan secara damai. Dia menyatakan, kebijakan 
Tiongkok yang berpegang pada pembangunan secara damai dapat dipercaya, ini 
bukan hanya kebutuhan Tiongkok sendiri, tetapi telah menjadi kenyataan yang 
sudah diketahui di seluruh kawasan. Wanandi menyatakan, pembangunan Tiongkok 
merupakan peluang penting baik bagi Indonesia maupun seluruh kawasan ASEAN. 
Kini Tiongkok telah menjadi mitra dagang terbesar ASEAN. Sebagai negara paling 
besar di ASEAN, perkembangan antara Indonesia-Tiongkok tidak terbatas dalam 
level bilateral saja, tetapi juga telah menjadi jaminan bagi perkembangan 
stabil kawasan ini. Dalam hubungan bilateral Tiongkok-Indonesia, terdapat isi 
yang paling penting yaitu kerjasama ekonomi. Wanandi menyatakan, kerjasama 
ekonomi merupakan dasar pokok perkembangan hubungan kedua negara. Keikutsertaan 
Tiongkok kali ini adalah jaminan penting untuk ekonomi Indonesia berkembang 
secara stabil dan berkelanjutan. Seiring dengan pembangunan platform Zona 
Perdagangan Bebas Tiongkok-ASEAN, kini volume perdagangan bilateral berkembang 
pesat, investasi Tiongkok terhadap proyek pembangunan infrastruktur dan 
eksploitasi juga bertambah. Wanandi menyatakan, Tiongkok mempunyai pengalaman 
yang kaya di bidang infrastruktur. Kerjasama kedua pihak di bidang 
infrastruktur sangat luas. Di bidang perdagangan ekspor and impor, Indonesia 
berharap mendapat dukungan dan koordinasi dari Tiongkok Kerjasama erat antara 
kedua pihak dapat mendorong pertukaran budaya rakyat kedua negara. Sarjana 
bahasa mandarin Universitas Indonesia A. Dahana sangat mengakui pandangan itu. 
Dia mengatakan, seiring dengan mendalamnya kerjasama bilateral 
Tiongkok-Indonesia, warga Indonesia pun mulai belajar dan mengenali kebudayaan 
Tiongkok. Selama beberapa tahun ini, hampir semua universitas di Jakarta 
menjalankan proyek pertukaran dan kerjasama di bidang pendidikan dengan 
universitas Tiongkok. Semakin banyak siswa Indonesia datang ke Tiongkok untuk 
bejalar bahasa Mnadarin. Kini bahasa mandarin sudah menjadi jurusan bahasa 
asing kedua setelah bahasa Inggris. Ke depannya, bahasa mandarin akan menjadi 
jurusan pertama bahasa asing di Indonesia. Indonesia merupakan pos pertama 
kunjngan Presiden Xi Jinping ke Asia tenggara. Berbagai kalangan di Indonesia 
merasa bangga terhadap perkembangan hubungan kedua negara. Wanandi menyatakan, 
kunjungan kenegaraan Xi Jinping mempunyai arti penting bagi perkembangan kedua 
negara di masa depan. Dia menyatakan, melalui kunjungan kali ini, hubungan 
kedua negara akan meningkat ke level yang lebih tinggi. Hubungan kedua negara 
akan menjadi teladan bagi seluruh kawasan bahkan dunia.  |



-- 
You received this message because you are subscribed to the Google Groups 
"forumdiskusi" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email 
to [email protected].
To post to this group, send email to [email protected].
Visit this group at https://groups.google.com/group/diskusiforum.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.


   

Kirim email ke