Horas sdr.Prof.Sumanto,

Indonesia pernah Merdeka dalam bentuk Republik Indonesia 1945, sebuah Republik 
dengan  Bangsa Indonesia dibawah Pimpinan Presiden Soekarno berjuang untuk 
mengisi, membangun de facto dan de jure Republik dan Bangsa Indonesia yang 
Merdeka Penuh, Berdaulat dan Demokratis, seperti Amanat UUD45.Pekerjaan yang 
luarbiasa sukarnya, yang dilakukan oleh para Pejuang dan Pendiri 
R.I.diantaranya untuk menghapuskan seluruh hubungan Ekonomi Penjajahan 
Kolonialisme Belanda, menghapuskan seluruh Peraturan-Peraturan dan Tatahukum 
Negara Penjajahan, menghapuskan seluruh hubungan Administratif Kolonialisme 
Belanda, dan semuanya berangsur-angsur diganti dengan Perekonomian 
R.I.diantaranya seperti menasionalisasi seluruh Hakmilik Pemerintahan 
Kolonialisme, dijadikan Hakmilik R.I.; mendenonsasi apa yang dinamakan 
Perjanjian KMB, yang mengikat R.I. menjadi vasal Republik dari Kerajaan 
Belanda; secara pendek, Pemerintahan Presiden Soekarno dan  beliau-beliau para 
pendiri R.I.bekerja dan berjuang untuk Republik Indonesia yang Merdeka Penuh, 
Berdaulat dan Demokratis, dengan Bangsa Indonesia yang mempunyai kesadaran 
Nasional Bangsa Merdeka, yang sajajar dengan Bangsa-Vangsa lain di Dunia ini.

Hanya 20 Tahun R.I.menuju Kemerdekaan Penuh. 1965 para Jendral Dwi Fungsi TNI 
dibawah Komando Jendral Suharto, dan dengan melakukan  pembunuhan Masal 
(genocide) sekitar Tiga Juta Warganegara R.I., dari Mentri Negara sampai dengan 
Orang Awam, para Jendral TNI mengadakan coup détat, merebut kekuasaan Negara 
dari Presiden Soekarno yang dicintai oleh Rakyat Indonesia dan disegani oleh 
musuh R.I. dari luar, dihormatri oleh Sahabat-Sahabat R.I.diluarnegeri.
Dan permulaan Tahun 1967 Republik Indonesia kembali diletakkan oleh para 
Jendral TNI menjadi Negara Jajahan dengan apa yang dinamakan UUD Penanaman ( 
baca Perampokan) Modal Asing di R.I.dan semenjak itu seluruha Cabang-Cabang 
Perekonomian R.I.:Pertambangan, Transport Darat, Laut dan Udara, Energie/Tenaga 
Listrik, Air Minum, etc.dan system perBangken, semuanya berada pada 
Perusahaan-Perusahaan Raksasa USAmerika T& CO. Republik Indonesia kehilangan 
Kemerdekaanya dan Bangsa Indonesia menjadi Bangsa Kuli dingerinya sendiri dan 
telah berjalan selama lebihdari Setengah Abad ini.

"Cintailah Bangsa Sendiri...", seperti yang Anda serukan, bertolakdari 
Pengalaman Anda selama bekerja di negeri Arab.dan untuk itu, beruanglah untuk 
Republik Indonesia yang Merdeka Penuh, Berdaulat dan Demokratis, seperti yang 
ditunjukan oleh Presiden Soekarno dan oleh para Pejuang Pendiri R.I. lainnya, 
yang kita hormati, dan termaktub didala UUD45 (Naskah Asli).

Salam juang,

Tjaniago

 

--------------------------------------------
Pada Sel, 6/12/16, mj [email protected] [GELORA45] 
<[email protected]> menulis:

 Judul: [GELORA45] Cintailah Bangsa Sendiri Bukan Mencintai Bangsa Lain
 Kepada: "Yahoogroups" <[email protected]>
 Tanggal: Selasa, 6 Desember, 2016, 6:20 PM
 
 
  
 
 
 
   
 
 
     
       
       
       
 Prof
 Sumanto Al Qurtuby: Cintailah Bangsa Sendiri Bukan Mencintai
 Bangsa Lain
  
         
   
 
   
 Prof Sumanto Al Qurtuby: Cintailah Bangsa
 Sendiri Bukan Mencintai Bangsa Lain  15 Desember 2015, SUARA
 RAKYAT, ARRAHMAHNEWS.COM – Berikut  tulisan seorang
 professor Warga Negara Indonesia, do...   
  
 
 Wartaislami ~
 Saya membuat tulisan ini, bukan untuk
 merendahkan bangsa saya, Indonesia tercintaBukan pula menyerang negara Arab, 
khususnya
 Arab Saudi tempat di mana saya berdomisili saat
 ini.Tujuan tulisan singkat saya ini untuk
 membangunkan teman-teman, kakak, dan adik-adik saya dan
 sesama saudara warga negara Indonesia di mana saja
 berada.Agar bisa memilih dan memilah, mana yang bisa
 dijadikan panutan/pedoman, serta mana pula yang harus
 diwaspadai.Harapan saya hanya satu:Semoga Indonesia selalu dirahmati oleh Allah
 Tuhan Alam Semesta Pencipta langit dan bumi beserta segala
 isinya, dan anak-anak bangsa ini -termasuk saya- tidak
 menjadi bangsa yang inferior(rendah diri), tidak mudah
 kagum, dan tidak mudah menjadi beo.Begini, saya melihat hubungan antara Arab
 (khususnya Arab Teluk), Barat (khususnya Amerika), dan
 Indonesia (khususnya yang pro-Arab) itu unik, menarik, dan
 lucu.
 Negara-negara Arab, khususnya Teluk itu
 “sangat Barat” dan jelas2 pro-Amerika (dan
 Inggris).Hampir semua produk2 Barat dari ecek-ecek
 (semacam restoran fast foods) sampai yg berkelas dan bermerk
 untuk kalangan berduit, semua ada di kawasan ini.Mall-mall megah dibangun, 
a.l., untuk menampung
 produk-produk Barat tadi.Warga Arab menjadi konsumen setia karena memang
 mereka hobi shopping(bahkan terkadang lalai dengan
 sembahyang).
 Orang-orang Barat juga mendapat “perlakuan
 spesial” disini, khususnya yang bekerja di sektor industri
 (gaji tinggi, fasilitas melimpah).Mayoritas orang-orang Arab juga sangat hormat
 & inferior(rendah diri) terhadap orang-orang
 Barat.Saya sering jalan bareng bersama “kolega
 bule”-ku ke tempat pameran barang-barang branded tsb, dan
 mereka menganggap saya adalah “jongosnya”.Bagi orang2 Arab, non-bule 
darimanapun asalnya
 apapun agama mereka adalah “Kelas Buruh”, sementara org
 bule, sekere & sebego apapun mereka, beragama atau tidak
 beragama, dianggap “kelas elit”.Mereka baru menaruh rasa hormat, kalau sudah
 tahu “siapa kita”.Sejumlah universitas2 beken di Amerika juga
 membuka cabang di Arab Teluk, selain Saudi, (Georgetown, New
 York Univ, Texas A & M, Carnegie Melon Univ,
 dll).Di bawah bendera King Abdullah Scholarship,
 Saudi telah mengirim lebih dari 150 ribu warganya untuk
 belajar di kampus-kampus Barat, khususnya Amerika, Kanada
 & Eropa (jg Aussie).Tidak ada satu pun yang disuruh belajar ke
 Indonesia!! !Sementara (sebagian) warga Indo memimpikan
 belajar di Arab Saudi.Lucunya, para fans/penyembah Arab Saudi dan
 Arab-Arab lainnya di Indonesia, mereka mati-matian
 men-tuan-kan Arab, sementara Arab sendiri tidak
 “menggubris” mereka (penyembah Arab).Para “cheerleaders/pengidola” Arab ini
 (para fans Arab di Indonesia),juga mati2an anti-Barat padahal orang-orang
 Arab mati-matian membela Barat.Kita bertutur memakai istilah bahasa mereka
 (akhi, ukhty, antum, dan berbagai istilah arab lainnya,
 padahal, mereka merendahkan kita). Kita seolah gagal faham
 untuk membedakan antara Islam dan Arab.Islam menghargai kita sedangkan Arab 
menganggap
 kita ini bangsa budak.
 Saya bukan anti-Arab atau anti-Barat karena
 teman-teman baikku banyak sekali dari “dua dunia”
 ini.Saya juga bukan pro-Arab atau pro-Barat. Saya
 adalah saya yang tetap orang kampungan Jawa.Daripada “menjadi Arab” atau 
“menjadi
 Barat”, akan lebih baik jika kita menjadi “diri kita
 sendiri” yang tetap menghargai warisan tradisi dan
 kebudayaan leluhur kita.Itulah orang Saudi, mereka menganggap kecil
 terhadap orang Indonesia, di hotel, di kantor, bahkan mrk
 menyangka saya cuma tenaga profesional ecek ecek, mereka
 tanya gaji, disangka CUMA 2 ribu atau 3 ribu Real. (1 real =
 3700)
 Waktu saya bilang jumlah gaji saya, mereka baru
 tahu gaji saya sama dengan orang Amerika atau Inggris, dan
 mereka tanya kok bisa begitu.Saya bilang, saya pernah training di Inggris
 dan di Amerika, dan ternyata gaji saya lebih besar dari gaji
 dokter Saudi.Itulah kenyataannya, dan yang menggaji saya
 perusahaan di Abu Dhabi yang tidak menganggap rendah
 karyawannya berdasarkan kebangsaan atau Nationality
 profiling.Mudah-mudahan pemerintah tidak mengirim lagi
 TKI atau TKW sehingga mereka tidak menganggap orang
 Indonesia bangsa budak.Tetapi kirim tenaga terdidik, terutama yang
 menguasai bahasa Inggris.
 Sekali lagi:Saya bukan anti Arab dan juga bukan anti Barat
 saya cuma orang Jawa – Indonesia yang dipercaya sebagai
 orang yang bekerja sebagai tenaga ahli yang dibayar
 berdasarkan keahliannya.Suatu hari, dan ini bukan untuk menyombongkan
 diri, saya merasa bangga ketika saya keluar dari sebuah
 hotel di Jeddah, saya dijemput oleh sopir orang Arab berasal
 dari Thaif.Itu kebanggaan saya, karena biasanya yg jadi
 sopir itu orang Indonesia.Mudah-mudahan kita tidak jadi bangsa budak dan
 budak diantara bangsa lain.Belum lama ini sy mengadakan survei dg
 responden para mahasiswaku (sekitar 100 mhs) yg mayoritas
 beretnik Arab & Saudi. Survei ini bersifat
 “confidential” dan identitas mahasiswa tdk diketahui.
 Salah satu pertanyaan dlm survei adl: “Agar lebih Islami,
 apakah masyarakat Muslim non-Arab harus meniru &
 mencontoh masyarakat Arab & menjalankan kebudayaan
 mrk?” Jawaban mrk, sekitar 60% bilang “tidak”, 12%
 bilang “ya”, selebihnya “mungkin” & “tidak
 tahu”.Saya tdk tahu secara pasti apakah jawaban mrk
 itu ada kaitannya dg “doktrin2” pentingnya menghargai
 pluralitas budaya, agama, & masyarakat yg selama ini sy
 “ajarkan” di kelas atau mungkin karena pengaruh
 pendidikan yg semakin meningkat atau gelombang modernisasi
 & “internetisasi” yg mewabah di kawasan
 Arab.Apapun faktor2nya yg jelas hasil survei ini
 “sedikit menggembirakan” (setidaknya buatku), meskipun
 masih bny tantangan cukup besar menghadang di depan mata.
 Bukan suatu hal yg mustahal jika kelak kaum Muslim Arab
 & Saudi khususnya bisa menjadi lebih maju, terbuka, dan
 toleran. Dan bukan suatu hal yg mustahal pula jika kelak
 kaum Muslim Indonesia justru “nyungsep” menjadi umat yg
 bebal, tertutup, dan intoleran.
 Di saat masyarakat Arab mulai lelah dg konflik
 & kekerasan serta mulai menyadari pentingnya keragaman
 & hidup bertoleransi, sejumlah kaum Muslim di Indonesia
 justru menjadi umat intoleran dan
 anti-kemajemukan…
 Sumanto Al Qurtuby, seorang professor Warga
 Negara Indonesia, dosen di King Fahd University for
 Petroleum
 
     
      
 
     
     
 
 
 
 #yiv9490625622 #yiv9490625622 --
   #yiv9490625622ygrp-mkp {
 border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px
 0;padding:0 10px;}
 
 #yiv9490625622 #yiv9490625622ygrp-mkp hr {
 border:1px solid #d8d8d8;}
 
 #yiv9490625622 #yiv9490625622ygrp-mkp #yiv9490625622hd {
 color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
 0;}
 
 #yiv9490625622 #yiv9490625622ygrp-mkp #yiv9490625622ads {
 margin-bottom:10px;}
 
 #yiv9490625622 #yiv9490625622ygrp-mkp .yiv9490625622ad {
 padding:0 0;}
 
 #yiv9490625622 #yiv9490625622ygrp-mkp .yiv9490625622ad p {
 margin:0;}
 
 #yiv9490625622 #yiv9490625622ygrp-mkp .yiv9490625622ad a {
 color:#0000ff;text-decoration:none;}
 #yiv9490625622 #yiv9490625622ygrp-sponsor
 #yiv9490625622ygrp-lc {
 font-family:Arial;}
 
 #yiv9490625622 #yiv9490625622ygrp-sponsor
 #yiv9490625622ygrp-lc #yiv9490625622hd {
 margin:10px
 0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}
 
 #yiv9490625622 #yiv9490625622ygrp-sponsor
 #yiv9490625622ygrp-lc .yiv9490625622ad {
 margin-bottom:10px;padding:0 0;}
 
 #yiv9490625622 #yiv9490625622actions {
 font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}
 
 #yiv9490625622 #yiv9490625622activity {
 
background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}
 
 #yiv9490625622 #yiv9490625622activity span {
 font-weight:700;}
 
 #yiv9490625622 #yiv9490625622activity span:first-child {
 text-transform:uppercase;}
 
 #yiv9490625622 #yiv9490625622activity span a {
 color:#5085b6;text-decoration:none;}
 
 #yiv9490625622 #yiv9490625622activity span span {
 color:#ff7900;}
 
 #yiv9490625622 #yiv9490625622activity span
 .yiv9490625622underline {
 text-decoration:underline;}
 
 #yiv9490625622 .yiv9490625622attach {
 clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
 0;width:400px;}
 
 #yiv9490625622 .yiv9490625622attach div a {
 text-decoration:none;}
 
 #yiv9490625622 .yiv9490625622attach img {
 border:none;padding-right:5px;}
 
 #yiv9490625622 .yiv9490625622attach label {
 display:block;margin-bottom:5px;}
 
 #yiv9490625622 .yiv9490625622attach label a {
 text-decoration:none;}
 
 #yiv9490625622 blockquote {
 margin:0 0 0 4px;}
 
 #yiv9490625622 .yiv9490625622bold {
 font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}
 
 #yiv9490625622 .yiv9490625622bold a {
 text-decoration:none;}
 
 #yiv9490625622 dd.yiv9490625622last p a {
 font-family:Verdana;font-weight:700;}
 
 #yiv9490625622 dd.yiv9490625622last p span {
 margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}
 
 #yiv9490625622 dd.yiv9490625622last p
 span.yiv9490625622yshortcuts {
 margin-right:0;}
 
 #yiv9490625622 div.yiv9490625622attach-table div div a {
 text-decoration:none;}
 
 #yiv9490625622 div.yiv9490625622attach-table {
 width:400px;}
 
 #yiv9490625622 div.yiv9490625622file-title a, #yiv9490625622
 div.yiv9490625622file-title a:active, #yiv9490625622
 div.yiv9490625622file-title a:hover, #yiv9490625622
 div.yiv9490625622file-title a:visited {
 text-decoration:none;}
 
 #yiv9490625622 div.yiv9490625622photo-title a,
 #yiv9490625622 div.yiv9490625622photo-title a:active,
 #yiv9490625622 div.yiv9490625622photo-title a:hover,
 #yiv9490625622 div.yiv9490625622photo-title a:visited {
 text-decoration:none;}
 
 #yiv9490625622 div#yiv9490625622ygrp-mlmsg
 #yiv9490625622ygrp-msg p a span.yiv9490625622yshortcuts {
 font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}
 
 #yiv9490625622 .yiv9490625622green {
 color:#628c2a;}
 
 #yiv9490625622 .yiv9490625622MsoNormal {
 margin:0 0 0 0;}
 
 #yiv9490625622 o {
 font-size:0;}
 
 #yiv9490625622 #yiv9490625622photos div {
 float:left;width:72px;}
 
 #yiv9490625622 #yiv9490625622photos div div {
 border:1px solid
 #666666;height:62px;overflow:hidden;width:62px;}
 
 #yiv9490625622 #yiv9490625622photos div label {
 
color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}
 
 #yiv9490625622 #yiv9490625622reco-category {
 font-size:77%;}
 
 #yiv9490625622 #yiv9490625622reco-desc {
 font-size:77%;}
 
 #yiv9490625622 .yiv9490625622replbq {
 margin:4px;}
 
 #yiv9490625622 #yiv9490625622ygrp-actbar div a:first-child {
 margin-right:2px;padding-right:5px;}
 
 #yiv9490625622 #yiv9490625622ygrp-mlmsg {
 font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean,
 sans-serif;}
 
 #yiv9490625622 #yiv9490625622ygrp-mlmsg table {
 font-size:inherit;font:100%;}
 
 #yiv9490625622 #yiv9490625622ygrp-mlmsg select,
 #yiv9490625622 input, #yiv9490625622 textarea {
 font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}
 
 #yiv9490625622 #yiv9490625622ygrp-mlmsg pre, #yiv9490625622
 code {
 font:115% monospace;}
 
 #yiv9490625622 #yiv9490625622ygrp-mlmsg * {
 line-height:1.22em;}
 
 #yiv9490625622 #yiv9490625622ygrp-mlmsg #yiv9490625622logo {
 padding-bottom:10px;}
 
 
 #yiv9490625622 #yiv9490625622ygrp-msg p a {
 font-family:Verdana;}
 
 #yiv9490625622 #yiv9490625622ygrp-msg
 p#yiv9490625622attach-count span {
 color:#1E66AE;font-weight:700;}
 
 #yiv9490625622 #yiv9490625622ygrp-reco
 #yiv9490625622reco-head {
 color:#ff7900;font-weight:700;}
 
 #yiv9490625622 #yiv9490625622ygrp-reco {
 margin-bottom:20px;padding:0px;}
 
 #yiv9490625622 #yiv9490625622ygrp-sponsor #yiv9490625622ov
 li a {
 font-size:130%;text-decoration:none;}
 
 #yiv9490625622 #yiv9490625622ygrp-sponsor #yiv9490625622ov
 li {
 font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}
 
 #yiv9490625622 #yiv9490625622ygrp-sponsor #yiv9490625622ov
 ul {
 margin:0;padding:0 0 0 8px;}
 
 #yiv9490625622 #yiv9490625622ygrp-text {
 font-family:Georgia;}
 
 #yiv9490625622 #yiv9490625622ygrp-text p {
 margin:0 0 1em 0;}
 
 #yiv9490625622 #yiv9490625622ygrp-text tt {
 font-size:120%;}
 
 #yiv9490625622 #yiv9490625622ygrp-vital ul li:last-child {
 border-right:none !important;
 }
 #yiv9490625622 
 

Kirim email ke