From: 'Sunny' [email protected] [GELORA45] 
Sent: Wednesday, December 7, 2016 7:49 AM





http://www.terasbintang.com/hubungan-gelap-sby-kelompok-ekstrimis-terbongkar/


Hubungan “Gelap” SBY dengan Kelompok Ekstrimis Terbongkar!
21 November 20160
   



TERASBINTANG.com – Kedekatan Susilo Bambang Yudhoyono dengan kalangan kelompok 
ekstrimis kian menemukan titik-terang setalah aksi Bela Islam yang berlangsung 
secara maraton di Jakarta beberapa waktu lalu. Ada indikasi dan kecurigaan 
banyak pihak bahwa massa ormas Islam tersebut digerakkan oleh Susilo melalui 
jaringan-jaringan lamanya dengan pion-pion Islam radikal di Indonesia.

Kalau kita lihat demo bela Islam yang terjadi 4 November lalu, maupun 
sebelumnya, tampak jelas, bagaimana gerakan Islam radikal, benar-benar 
mengambil panggung dominan. Ada Hisbuttahrir Indonesia, Front Pembela Islam 
(FPI), FUI dan mungkin juga massa ormas Islam yang dilarang di Indonesia 
seperti MMI, dan seterusnya.

Sebagian menduga, selain kepentingan politik Pilkada, isu korupsi yang membelit 
keluarga Cikeas, hingga pembebasan Antasari Azhar diduga menjadi alasan SBY 
membangkitkan kembali klan tradisionalnya itu. Ada semacam “ketakutan” 
kalau-kalau rezim yang sekarang mengungkit-ungkit kasus-kasus lamanya itu.

“Saya menyayangkan SBY. Dia sudah menjadi provokator sama seperti pemimpin 
organisasi kemasyarakat (ormas) keagamaan yang selalu membuat resah 
masyarakat,” kata ilmuan LIPI, Syamsuddin Haris, dalam sebuah forum diskusi, 
menunjukkan bagaimana permainan SBY begitu norak.

Bila kita telusuri ke belakang, memang sulit terbantahkan kedekatan SBY dengan 
gerakan radikal dan bukan hak sulit bila SBY punya kepentingan untuk sesekali 
menggerakkannya. Apalagi, SBY hingga saat ini masih cukup dekat dengan Ketua 
Umum MUI, Ma’ruf Amin. Begitu Ahok keseleo lidah, MUI langsung gerak cepat 
membakar api kemarahan umat Islam melalui fatwanya soal penistaan agama.

Bagaimana sebenarnya sejarah kedekatan SBY dengan kelompok radikal, situs 
Wikileaks 2011 lalu membongkar permainan orang-orang dekat SBY dengan kalangan 
radikal. Hal ini bersumber dari Roy Janis. Dalam telegram disebutkan bahwa Sudi 
Silalahi, orang dekat SBY juga Menteri Koordinator Politik dan Keamanan, berada 
di balik pecahnya kekerasan sektarian di Maluku.

Roy, kata telegram, telah mengecek kabar ini ke Engelina Pattiasina, seorang 
anggota parlemen dari Maluku, dan mengeluhkan kekerasan di Maluku dan sosok 
Sudi di baliknya. Tak berapa lama lepas itu, kekerasan di Maluku berhenti dan 
Roy menangkap kejadian itu sebagai ‘bukti’ kemampuan Sudi mengontrol situasi 
dan, sebab itu, dia punya saham di balik kekerasan di Ambon. Namun tak ada 
penjelasan mengenai hubungan antara Sudi dan Engelina dan Sudi.

Bahkan, Wikileaks juga mengungkap bahwa Sudi memang sengaja membina hubungan 
dengan “kelompok-kelompok radikal Islam”. Hal ini diungkap oleh seorang 
Diplomat Singapura.

Beberapa editor senior media secara terpisah menaikkan berita seputar sebuah 
pertemuan di bulan Ramadhan 2005 yang dihadiri oleh seorang perwakilan Noordin 
Top (buron, tokoh sentral Jamaah Islamiyah kala itu) dan seorang wakil Sudi, 
kalau tidak Sudi sendiri.

Kalangan editor berbisik ke sang diplomat Singapura kalau wajar Sudi hadir 
dalam rapat seperti itu mengingat dia punya koneksi dengan kalangan kelompok 
Islam. Ada catatan dalam telegram kaitan hal ini. Disebutkan bahwa pada 15 
November 2005, Harian Kompas menggambarkan terjadinya sebuah pertemuan pada 7 
November, beberapa hari sebelum polisi membunuh Azahari dalam sebuah 
penggerebekan. Tujuan pertemuan disebutkan untuk memfasilitasi gencatan senjata 
agar JI berhenti dari menebar teror bom dan sebagai gantinya pemerintah tak 
akan mengejar mereka lagi.

Masih kata Wikileaks, orang dekat SBY yang juga membina hubungan baik dengan 
kelompok radikal islamis adalah Menteri Agama Maftuh Basyuni (alm). Yahya 
Asagaf, sumber Wikileaks, pernah mengatakan ke diplomat Amerika di Jakarta 
Maftuh Basyuni bersimpati pada Abu Bakar Ba’asyir, sosok kontroversial yang, 
dalam telegram, digambarkan sebagai bos besar ‘Jamaah Islamiyah’.

Kata Yahya, usai mengikuti sebuah seminar di pesantren Ba’asyir, Maftuh kembali 
ke Jakarta dan bilang ke Yahya kalau orang-orang Ngruki “baik” dan 
“intelektual”. Yahya juga bilang kalau Mahfuh berencana mendukung pembangunan 
jalan baru menuju kawasan pesantren. Kata Yahya lagi, berdasarkan yang dia 
dengar dari Maftuh, bos besar BIN, Syamsir Siregar, pernah mengirim donasi 
untuk Ngruki. Di telegram, Yahya bilang kalau dia belum mengkonfirmasi soal 
yang terakhir ini ke Syamsir kendati dia bilang dia menduga ini benar adanya, 
mengingat Syamsir ingin mendukung kalangan ‘moderat’ di Ngruki.

Melihat bagaimana drama permainan orang-orang dekat SBY dengan kelompok radikal 
ini, rasa-rasanya sulit terbantahkan bahwa SBY memang berada di balik gerakan 
bela Islam belakangan.






Kirim email ke