Apakah “Kepolisian Jepang memperkuat kerja sama keamanan investasi“ berarti 
mereka akan menjadi pengawal perusahaan di NKRI?

 
http://www.antaranews.com/berita/600358/polri-polisi-jepang-perkuat-kerja-sama-keamanan-investasi

Polri-Polisi Jepang perkuat kerja sama keamanan investasi
Rabu, 7 Desember 2016 17:46 WIB | 651 Views
Pewarta: Taufik Ridwan
 
Wakil Kapolri Komjen Pol. Syafruddin (ANTARA /Widodo S. Jusuf)
Jakarta (ANTARA News) - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) bersama National 
Police Agency (NPA) Japan atau Kepolisian Jepang memperkuat kerja sama keamanan 
investasi.

Pada kesempatan itu, Wakapolri Komisaris Jenderal Polisi Syafruddin bertemu 
"Commissioner General" NPA Masayoshi Sakaguchi di Jepang pada Rabu.

Syafruddin mengatakan Indonesia memiliki hubungan baik dengan pemerintah Jepang 
yang telah terjalin hampir seabad.

"Jepang merupakan investasi terbesar bagi Indonesia," kata Syafruddin.

Syafruddin menegaskan Polri wajib mengamankan investasi negara asing, termasuk 
Jepang yang bermanfaat bagi pembangunan di Indonesia.

Mantan ajudan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla itu menuturkan Jepang merupakan 
negara peringkat pertama yang berinvestasi di Indonesia.

Investasi Jepang terbesar di Indonesia yakni infrastruktur dan bidang 
transportasi darat, serta pelabuhan yang perlu diperhatikan Polri dari aspek 
keamanan.

Syafruddin menyatakan Polri membutuhkan dukungan dan arahan dari pemerintah 
Jepang terkait aspek manajemen keamanan.

Sementara itu, Commissioner General NPA Masayoshi Sakaguchi menyatakan akan 
meningkatkan kerjasama dengan Polri dalam bidang pemberantasan terorisme.

Sakaguchi meminta secara khusus Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian 
mempresentasikan kebijakan pemberantasan terorisme di Indonesia.

Terlebih menurut Sakaguchi, Tokyo akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan 
Olimpiade pada 2020 sehingga membutuhkan masukan dan teknis mengantisipasi 
terorisme.

Sakaguchi menambahkan pemerintah Jepang akan meningkatkan investasi dan kerja 
sama keamanan transportasi di Indonesia.

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Kirim email ke