Iya bener.

Apa susahnya keluar saja.

Wong orang gak ngerti demokrasi dan tidak bisa menerima opini orang lain, 
ngapain diteruskan.

 

Nesare

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Thursday, December 8, 2016 5:31 AM
To: Kristian Ginting <[email protected]>
Cc: Yahoogroups <[email protected]>; DISKUSI FORUM HLD 
<[email protected]>; GELORA_In <[email protected]>; Klub 
ApaKabar <[email protected]>; Daeng <[email protected]>; 
Lusi.D <[email protected]>; Roeslan <[email protected]>; Rachmat 
Hadi-Soetjipto <[email protected]>; Gol <[email protected]>; Mitri 
<[email protected]>; Jonathan Goeij <[email protected]>; Harry 
Singgih <[email protected]>; Lingkar Sitompul <[email protected]>; 
Ronggo A. <[email protected]>; Ajeg <[email protected]>; Mang Broto 
<[email protected]>; Marsiswo Dirgantoro <[email protected]>; Farida 
Ishaja <[email protected]>; [email protected]; Billy Gunadi 
<[email protected]>; N. Nugroho <[email protected]>; 
[email protected]; Karma I Nengah [PT. Altus Logistic Service Indonesia] 
<[email protected]>; [email protected]; [email protected]; 
C. Manuputty <[email protected]>; Oman Romana <[email protected]>; 
Ratih <[email protected]>
Subject: [GELORA45] Re: Legendary Actor Harry Belanfonte

 

  

Asal mulanya ada reaksi dari Jaya Suprana masuk ke dalam email saya langsung, 
berkaitan dengan penggusuran Sukamulya. Kemudian saya terima undangan masuk 
'klub apa kabar". Tanpa prasangka apa-apa, saya terima undangan itu. Oleh 
karena itu saya kirim postingan saya ke "klub apa kabar" itu. Nah, sekarang ada 
orang yang protes, ya dengan senang hati saya keluar dari "klub apa kabar". 
Bukan saya yang  minta masuk "klub apa kabar"!. Ya memang lucu jadinya: saya 
salah masuk grup! ha..ha..ha Saya sih hanya mau menyampaikan berita yang 
menurut saya mencerminkan kenyataan. Tapi sikap seseorang selalu mencerminkan 
keberpihakannya. Ada orang yang ingin jadi "katak dalam tempurung", tidak mau 
mempertimbangkan bahwa dunia ini besar dan luas dan banyak kenyataan yang 
ditutupi oleh mainstream media. Makanya kalau mau keluar dari "tempurung", 
harus cari informasi dari berbagai sumber. Tapi sikap begini tidak saja milik 
mereka yang kamu bilang "reaksioner". Ingat nggak saya dikeluarkan dari "sastra 
pembebasan"? Namanya sungguh mentereng! Nggak tahu apa yang mau "dibebaskan". 
Yang jelas mereka telah membungkam suara saya! Saya sendiri banyak menerima 
berita yang tidak saya senangi, tapi saya sih nggak repot. Baca judulnya , 
kemudian Delete! Beres!

 

On Thursday, December 8, 2016 1:56 AM, Kristian Ginting 
<[email protected] <mailto:[email protected]> > wrote:

 

Lucu sekali. Mbak Tatiana salah masuk grup nih. Semua anggotanya mewakili klas 
reaksioner sehingga terganggu dengan berita-berita yang menggambarkan 
kenyataan. Lucu ini Mbak, mereka secara serentak menyatakan keberatannya.

Tatiana Lukman <[email protected] <mailto:[email protected]> > 
wrote:

 

 <https://youtu.be/0XNbSWKyOkw> "Welcome to the Fourth Reich": Legendary Actor 
Harry Belafonte on the Election of Donald Trump

 




                


  <https://s.yimg.com/nq/storm/assets/enhancrV2/23/logos/youtube.png> 


"Welcome to the Fourth Reich": Legendary Actor Harry Belafonte on...


http://democracynow.org - On Monday night, legendary musician, actor and 
activist Harry Belafonte addressed more...

        

Harry Belafonte to President Obama: Free Native Activist Leonard Peltier Now 
<https://youtu.be/8cxPI5szC4g> 

 




                


  <https://s.yimg.com/nq/storm/assets/enhancrV2/23/logos/youtube.png> 


Harry Belafonte to President Obama: Free Native Activist Leonard Peltier Now


http://democracynow.org - On Monday night, legendary musician, actor and 
activist Harry Belafonte joined Democra...

        

 

 



Kirim email ke