Marilah kita doakan, agar yg sekarang melarangnya, tahun depan sudah merayakannya. Amin.
"It Goes On" -----Original Message----- From: "Jonathan Goeij [email protected] [GELORA45]" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Wed, 7 Dec 2016 17:01:37 To: Yahoogroups<[email protected]> Reply-To: [email protected],Jonathan Goeij <[email protected]> Subject: [GELORA45] Ini Kronologi Penghentian Kebaktian Rohani di Sabuga Bandung Rabu, 7 Desember 2016 | 12:32 WIB Sudah kebaktian dibubarkan kemudian disalahkan. haiya... ---"Pihak Kepolisian telah berupaya maksimal dan telah memberikan rekomendasi untuk dilaksanakannya giat KKR tersebut. Namun karena adanya permasalahan teknis kekurangan pada kelengkapan prosedur oleh panitia. Pihak kepolisian juga mengucapkan selamat jalan kepada seluruh jemaat dan semoga selamat sampai ke tujuan masing-masing," tuturnya. ... Ini Kronologi Penghentian Kebaktian Rohani di Sabuga Bandung Rabu, 7 Desember 2016 | 12:32 WIB Sejumlah peserta kegiatan KKR saat menunggu kendaraan jemputan di Gedung Sasana Budaya Ganesha, Bandung, Selasa (6/12/2016) malam. BANDUNG, KOMPAS.com - Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat menjelaskan kronologi penolakan Kebaktian Kebangunan Rohani oleh beberapa ormas Islam di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB, Selasa (16/12/2016) malam."Sekitar pukul 13.00 WIB bertempat di sekitar gedung Sabuga Bandung telah berlangsung demo menolak kegiatan Kebaktian kebangunan Rohani (KKR) siswa Bandung oleh Ormas Islam Pembela Ahlu Sunnah (PAS) dan Dewan Dakwah Indonesia (DDI)," kata Yusri melalui ponselnya, Rabu (7/12/2016).Yusri menjelaskan, dalam insiden tersebut terdapat salah paham."Mereka beranggapan adanya kesalahan prosedur dalam proses kelengkapan pemberitahuan kegiatan yang dilakukan oleh pihak panitia KKR," ujarnya.Di sela aksi, lanjut Yusri, terjadi audiensi yang bertempat di ruang bengkel pameran Gedung Sabuga, antara 3 orang perwakilan dari PAS yakni Ustadz. Roin dan Ustadz Dani dengan Pendeta Stephen Tong. "Dimediasi oleh Kapolrestabes Bandung. Hasil dari audensi tersebut pada intinya adalah pihak PAS memberikan kesempatan kepada Pendeta Dr Stephen Tong untuk memberikan penjelasan kepada seluruh jemaat yang sudah hadir terkait batalnya pelaksanaan ibadah KKR untuk jemaat yang berusia dewasa (kebaktian kedua) karena adanya kesalahan prosedur dalam proses kelengkapan pemberitahuan kegiatan oleh pihak panitia KKR," ujarnya.Yusri memastikan, kegiatan kebaktian untuk anak-anak sudah selesai dilaksanakan sejak siang dan berjalan kondusif."Sekitar pukul 20.00 WIB, giat audensi selesai. Selanjutnya perwakilan dari PAS kembali ke massa aksi lainnya untuk menyampaikan hasil audensi," tuturnya.Pada pukul 20.05 WIB, bertempat di lobi gedung Sabuga, Pendeta Stephen Tong memberikan penjelasan kepada seluruh jemaat yang pada intinya menjelaskan bahwa adanya surat penolakan yang dilakukan oleh ormas Islam terhadap kegiatan KKR karena adanya kesalahan prosedur."Selanjutnya disarankan kepada seluruh panitia KKR agar mempelajari sehingga kesalahan serupa tidak terjadi. Mematuhi segala peraturan pemerintah dan kedepan akan ada giat serupa agar menempuh aturan yang telah ditentukan oleh Pemerintah," tuturnya. Stephen Tong juga menyampaikan kepada seluruh jemaat agar tidak kecewa dengan adanya kejadiannya tersebut dan berharap kejadian serupa tidak terjadi di daerah lain.Sekitar pukul 20.15 WIB, pihak Polrestabes Bandung memberikan penjelasan kepada seluruh jemaat yang pada intinya adalah ucapan terima kasih kepada seluruh jemaat atas kerjasamanya. "Pihak Kepolisian telah berupaya maksimal dan telah memberikan rekomendasi untuk dilaksanakannya giat KKR tersebut. Namun karena adanya permasalahan teknis kekurangan pada kelengkapan prosedur oleh panitia. Pihak kepolisian juga mengucapkan selamat jalan kepada seluruh jemaat dan semoga selamat sampai ke tujuan masing-masing," tuturnya.Sebelum bubar, sekitar pukul 20.19 WIB, para jemaat KKR menyanyikan lagu malam kudus yang dipimpin oleh Pendeta Dr. Stephen Tong dan ditutup dengan doa."Sekitar pukul 20.21 WIB, giat selesai. Seluruh jemaat KKR meninggalkan gedung Sabuga dengan tertib dan perwakilan massa aksi dari kelompok PAS pun meninggalkan gedung Sabuga. Kondisi dalam keadaan aman dan kondusif," ungkapnya.(Baca juga: Acara Kebaktian Rohani di Sabuga Bandung Dihentikan) | Penulis | : Kontributor Bandung, Putra Prima Perdana | | Editor | : Caroline Damanik |
