Sebelas tahun kerja sama pesantren di Jakarta dan sekolah Katolik Inggris: 
Mengangkat Indonesia yang 'toleran'
   
   - 4 jam lalu
KirimImage copyrightDARUNNAJAHImage captionSeorang santri Darunnajah bersama 
guru di Holy Family Catholic School.Dalam sebelas tahun kerja sama antara 
pesantren Darunnajah di Jakarta dan sekolah Katholik Holy Family di Keighley, 
West Yorkshire, Inggris, sudah terwujud pertukaran puluhan guru dan pelajar, 
langkah yang disebut pemimpin pesantren mengangkat toleransi di 
Indonesia.Pertukaran pelajar dan guru terakhir dilakukan pertengahan November 
lalu dengan 13 santri dari Darunnajah dan lima guru berkunjung ke 
Keighley.Sofwan Manaf, pemimpin pesantren Darunnajah mengatakan dalam 
pertukaran ini tidak hanya pemahaman soal Islam yang mereka angkat namun juga 
berbagai tradisi dan budaya, selain untuk meningkatkan kualitas belajar 
mengajar.   
   - Inggris akan terapkan pengaturan untuk madrasah
   - Parlemen Inggris minta pendidikan seks jadi mata pelajaran wajib
   - Sekolah diminta mengawasi internet terkait radikalisasi
Asisten kepala sekolah Holy Family, Eileen Llewellyn, mengatakan, "Kerja sama 
sekolah yang terletak di kota kecil Keighley, yang terletak di daerah miskin di 
Inggris, dengan pesantren di kota besar Jakarta, Indonesia, menurut kami 
berhasil mengembangkan kesadaran global yang lebih besar terhadap para 
pelajar.""Dengan kerja sama ini, pelajar kami mengenal dan menghargai 
kebudayaan lain dengan perbedaan besar dan juga banyak kesamaannya," kata 
Eileen kepada BBC Indonesia, Jumat (09/12)."Pelajar kami terkadang kurang 
berminat (untuk mengenal budaya lain), sehingga meningkatkan kesadaran adanya 
peluang di luar memberikan kesempatan kepada mereka untuk memperluas 
pengetahuan mereka," tambahnya.
Untuk memahami perbedaan
Kerjasama kemitraan antar sekolah ini berawal pada tahun 2005, menyusul 
kunjungan perdana menteri Inggris saat itu Tony Blair."Kami mengangkat 
pemahaman tentang Islam, Islam yang toleran, serta mengajar bahasa dan budaya 
Indonesia yang begitu banyak... Jadi tak hanya Islam (yang kami angkat) namun 
juga kehidupan pada umumnya," kata Sofwan kepada BBC Indonesia.Image 
copyrightDARUNNAJAHImage captionSuasana belajar di kelas Holy Family Catholic 
SchoolDalam memasuki tahun ke-11 kerjasama ini, Sofwan menilai kedua belah 
pihak 'sudah saling memahami perbedaan' dan akan ditingkatkan lagi dengan 
menambah jumlah program pertukaran pelajar.Image copyrightDARUNNAJAHImage 
captionSuasana di kelas sekolah Katholik Holy Family."Dengan memahami perbedaan 
ini, kita bisa bicara bagaimana meningkatkan kualitas (belajar mengajar) dan 
mereka terkesan dengan hal-hal yang positif. Pada awalnya mereka agak ketakutan 
(tentang Indonesia) setelah mendengar informasi yang ada. Namun setelah mereka 
datang, mereka respect (menghargai) tentang kehidupan Islam, dan kehidupan 
pendidikan di Darunnajah, khususnya," tambah Sofwan.Image 
copyrightDARUNNAJAHImage captionMakan bersama di kantin Holy Family Catholic 
School di Keighley, West Yorkshire. Sebagian pelajar di sekolah ini 
Muslim.Choirunisa, salah seorang pelajar yang ikut dalam pertukaran di 
Keighley, bercerita salah satu pertanyaan yang dia terima termasuk kehidupan di 
pesantren."Mereka tanya, bagaimana kehidupan di pesantren... kalian belajar 
tentang agama lain tidak," kata Choirinisa.
Keaktifan siswa
Namun satu hal yang dipetiknya dari pertukaran ini adalah para siswa yang aktif 
bertanya dan berpartisipasi dalam diskusi sekolah."Mereka lebih aktif bertanya 
ke gurunya, beri opini walaupun salah. Menjadi pelajaran buat kami bahwa siswa 
Indonesia tak seharusnya pasif terus tapi harus aktif."Image 
copyrightDARUNNAJAHImage captionAbsen siswa siswi di pagi hari sebelum kegiatan 
belajar mengajar.Radia Melksa, santri lain yang ikut ke Keighley, melihat 
'suasana santai' dalam mengajar yang justru menurutnya dapat mendorong 
belajar."Suasana belajar lebih santai dan hubungan guru dan murid juga santai, 
tapi tetap punya integritas... Jadi lebih mudah menangkap pelajaran dengan 
lebih enak, ditambah fasilitas yang lengkap juga," kata Radia.


Kirim email ke