"Kalau dilihat secara keseluruhan, apa yang disampaikan oleh Pak Ahok itu hanya 
menyarankan warga dan para PNS untuk menggunakan hak pilihnya sesuai dengan 
hati nurani dan tanpa paksaan atau perasaan tidak enak dengan Ahok," lanjutnya.
...Jumat, 09 Desember 2016 | 21:01      Kasus Dugaan Penistaan Agama
Ada Pusat Kajian Islam, Warga Kampung Beting Percaya Ahok Tak Bersalah


  
|  
|   
|   
|   |    |

   |

  |
|  
|   |  
Ada Pusat Kajian Islam, Warga Kampung Beting Percaya Ahok Tak Bersalah
 Warga Muslim di Kampung Beting sudah memiliki kecerdasan dan tidak akan mudah 
terhasut berbagai provokasi oleh s...  |   |

  |

  |

 
Calon wakil gubernur nomor urut dua dalam Pilgib DKI Jakarta 2017, Djarot 
Saiful Hidayat berinteraksi dengan warga Kampung Beting Remaja, RW 18, 
Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Jumat 9 Desember 2016. 
(SP/Carlos Roy Fajarta)Jakarta - Mayoritas warga Kampung Beting Remaja, RW 18 & 
RW 19 yang permukimannya berada persis di belakang Masjid Islamic Centre, 
Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, percaya bahwa Gubernur DKI 
Jakarta (non-aktif) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, tidak bersalah dalam 
kasus dugaan penistaan agama.Hal itu disampaikan warga saat calon wakil 
gubernur nomor urut dua dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017, 
Djarot Saiful Hidayat, mengunjungi permukiman padat penduduk yang merupakan 
perbatasan Kelurahan Tugu Utara dan Kelurahan Semper Barat itu.Ahmad Sutrisno 
(65), warga RT04/RW05 Kelurahan Tugu Utara mengatakan warga Muslim di wilayah 
Kampung Beting sudah memiliki kecerdasan dan tidak akan mudah terhasut dengan 
berbagai provokasi yang dilakukan sejumlah oknum di media sosial."Kita di sini 
ada pusat kajian Islam terbesar di Indonesia, makanya warga di sini tidak akan 
mudah terprovokasi bila ada yang meyebutkan terjadi penistaan agama," ujar 
Ahmad, Jumat (9/12) siang, seusai salat Jumat.Ia berharap warga Jakarta di 
kampung dan wilayah lainnya tidak mudah tersulut emosi dengan potongan rekaman 
video pembicaraan Ahok saat melaksanakan kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu 
beberapa waktu lalu."Kalau dilihat secara keseluruhan, apa yang disampaikan 
oleh Pak Ahok itu hanya menyarankan warga dan para PNS untuk menggunakan hak 
pilihnya sesuai dengan hati nurani dan tanpa paksaan atau perasaan tidak enak 
dengan Ahok," lanjutnya.Hal serupa juga diungkapkan Dewi (45), warga RT06/RW18 
yang melihat seharusnya Pilgub DKI Jakarta 2017 tidak disangkutpautkan dengan 
isu SARA dan lebih mengutamakan visi dan misi dari masing-masing pasangan calon 
(paslon)."Pak Ahok sudah minta maaf dan mari kita hormati Pak Ahok dan Pak 
Djarot untuk memiliki kesempatan berkampanye dan melakukan sosialisasi kepada 
warga sama seperti paslon yang lain," kata Dewi.Selama era kepemimpinan Ahok 
dan Djarot dua tahun terakhir, lanjutnya, warga DKI Jakarta sudah merasakan 
langsung perubahan yang lebih baik di lingkungannya masing-masing."Di kampung 
kami juga sudah mulai jarang banjir, karena setiap hari saluran air itu dikeruk 
sama pekerja PPSU. Pak Lurah dan Camat juga selalu mengontrol kinerja dari anak 
buahnya dan tanggap jika ada warga melapor ke Qlue," tambahnya.Sementara itu, 
Djarot mengaku peran dari JIC (Jakarta Islamic Centre) memang sangat vital, 
karena mengutamakan kajian Islam yang rahmatan lil alamin dan saling menjaga 
toleransi antarumat beragama dan suku bangsa."Peran JIC ini sangat penting 
karena mengajarkan Islam yang toleran, membangun tali persaudaraan antarumat, 
dan menjadi contoh bagi negara-negara Islam di luar sana yang sedang berkonflik 
untuk bisa belajar Islam yang moderat dan menghargai seperti di Indonesia," 
kata Djarot.

Carlos Roy Fajarta/ABSuara Pembaruan

Kirim email ke