Banyak Warga Tunggak Sewa Rusun, Plt Gubernur DKI: Enggak Punya Uang karena 
Enggak Kerja


  
|  
|   
|   
|   |    |

   |

  |
|  
|   |  
Banyak Warga Tunggak Sewa Rusun, Plt Gubernur DKI: Enggak Punya Uang karena...
 Warga gusuran yang direlokasi ke Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa), banyak 
yang menunggak biaya sewa.  |   |

  |

  |

 Senin, 21 November 2016 19:20

Rusunawa Pinus Elok di Jalan Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur
WARTA KOTA, KEBON SIRIH - Warga gusuran yang direlokasi ke Rumah Susun 
Sederhana Sewa (Rusunawa), banyak yang menunggak biaya sewa.Pelaksana Tugas 
(Plt) Gubernur DKI Jakarta Soni Sumarsonomengakui, hal itu akibat Pemerintah 
Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak menyediakan lapangan kerja."Mereka enggak 
punya uang karena enggak punya kerja. Enggak punya kerja karena pemprov enggak 
menyediakan lapangan kerja," kata Sumarsono di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka 
Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (21/11/2016).Karena, itu pihaknya akan 
menyediakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya. Jika perlu, lanjut Sumarsono, 
akan melakukannya dengan cara padat karya untuk warga rusun."Kami akan bangun 
infrastruktur di sekitarnya dengan padat karya, hingga mereka punya pekerjaan 
dan penghasilan untuk bayar itu. Itu adalah sebuah solusi dan strategi teknis," 
tuturnya.Namun, untuk detailnya nanti, Soni akan berkonsultasi dengan Dinas 
Perumahan dan Gedung Pemda dan Dinas Ketenagakerjaan. Untuk menciptakan 
lapangan kerja sebanyak-banyaknya.Banyak warga yang direlokasi jauh dari tempat 
tinggal sebelumnya, seperti warga Waduk Pluit, Penjaringan Jakarta Utara, yang 
direlokasi ke rusun Marunda, Jakarta Utara.Padahal, mata pencarian warga 
sebelumnya berada di Pasar Ikan, Penjaringan. Jarak rusun ke tempatnya bekerja 
pun sangat jauh. Hal serupa terjadi pada warga Bukit Duri, yang direlokasi ke 
Rusun Rawa Bebek, Cakung, Jakarta Timur.Akibatnya, warga yang tidak memiliki 
keahlian khusus terpaksa menganggur. Mereka tidak bisa membayar sewa karena 
tidak lagi mempunyai mata pencarian."Memang kunci mendasarnya adalah Pemerintah 
Provinsi DKI harus menciptakan lapangan kerja buat mereka, itu kata kuncinya. 
Kalau nganggur gimana bisa ngangsur. Jadi ini adalah seperti (analogi) telur 
dan ayam. Problem dia enggak bisa ngangsur, karena enggak punya uang," papar 
Soni. (*)



Kirim email ke