http://www.suara-islam.com/read/index/20749/Habib-Rizieq--Pemimpin-Baru-Umat-Islam

Habib Rizieq, Pemimpin Baru Umat Islam
Kamis, 08/12/2016 14:45:56 | Dibaca : 8706  Imam Besar Front Pembela Islam 
(FPI) Habib Muhammad Rizieq Syihab (foto: suara islam) 
Beberapa tulisan mengupas posisi Dr Habib Rizieq Syihab yang kini menjelma 
menjadi pemimpin politik Islam di Indonesia. Apalagi setelah dengan tegas ia 
berani menyampaikan kebenaran Islam secara tegas dan lugas di depan Presiden 
dan elit lainnya dalam khutbah Jum'atnya di Monas pada aksi 212 yang lalu.

Di akun Facebooknya, AS Hikam, pengamat politik yang juga mantan menteri di era 
Gusdur mengatakan, “Gelar aksi demo yang diberi nama "Super Damai" di kawasan 
Monas pada Jumat 2 Desember 2016 barangkali layak disebut sebagai sebuah babak 
baru dalam konstelasi perpolitikan Indonesia pasca-reformasi. Yaitu munculnya 
Habib Rizieq Syihab (HRS) sebagai representasi kekuatan Islam politik yang 
fenomenal dan harus diperhitungkan secara serius oleh Pemerintah Presiden 
Jokowi (PJ) dan masyarakat Indonesia serta pihak-pihak di luar negeri ini”.

Pengakuan terhadap posisi Habib Rizieq sebagai pemimpin politik umat Islam saat 
ini tentu sangat beralasan. Di Indonesia, tidak banyak tokoh agama yang berani 
membangun gerakan Nahi Mungkar sebagaimana yang dilakukan Habib Rizieq dengan 
Front Pembela Islam (FPI)nya.

Terlepas bahwa FPI bukanlah gerakan "malaikat" yang tidak punya cela, namun 
yang jelas Nahi Mungkar adalah tuntutan Islam setelah Amar Makruf. Di Indonesia 
banyak yang melakukan Amar Ma’ruf, namun sedikit yang concern pada Nahi 
Mungkar. Sebab, pekerjaan ini memang penuh resiko karena akan berhadapan dengan 
jaringan mafia hitam yang telah mengakar secara sistemik di negeri ini.

Dugaan saya, diam-diam nurani umat Islam menyimpan rasa cinta dan rindu kepada 
Habib Rizieq. Apalagi, publik jelas bisa membaca dengan baik reputasi jaringan 
yang selalu menyerang beliau dan gerakan Nahi Mungkarnya yang penuh resiko itu. 
Faktanya, seruan Habib Rizieq dan para ulama lain untuk Aksi Bela Islam 
mendapatkan antusiasme besar dari umat Islam.

Puncaknya adalah seruan aksi bela Islam 212 yang lalu yang disambut gegap 
gempita jutaan umat Islam Indonesia. Sambutan luas umat Islam atas seruan untuk 
bela Islam menandakan Habib Rizieq adalah tokoh yang memiliki reputasi baik di 
mata umat Islam Indonesia.

Habib Rizieq memang terkenal dengan fikiran beliau yang Tawasuth (moderat 
Islam), tidak bablas ke kanan seperti segelintir komunitas yang hobi 
membid'ahkan (seperti membid'ahkan demo), apalagi terjebak ke kiri seperti 
segelintir pihak yang tidak jarang justru menunjukkan dukungannya kepada 
aliran-aliran sesat dan kafir sehingga sangat membingungkan ummat.

Yang paling membanggakan, dalam kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI 
Jakarta, Ahok, Habib Rizieq menunjukkan sikap sangat tegas. Intinya, Habib 
Rizieq konsisten atas garis Islam.

Tapi disisi lain, Habib Rizieq juga menghargai perbedaan keyakinan. Kita bisa 
melihat beberapa foto beliau dengan orang-orang non muslim. Habib Rizieq 
memiliki reputasi baik dalam agenda Wihdatul Ummah (persatuan ummat).

Ia dekat dengan ulama tradisional, para Kyai di Jawa dan abu-abu di Aceh. Kita 
bisa lihat foto-foto beliau dengan ulama-ulama tradisional di Aceh. Saat ke 
Aceh, Habib Rizieq betul-betul dihargai sebagai Sang Ulama dan keturunannya 
Rasulullah Saw.

Bukan hanya itu, Habib Rizieq nampak juga tidak anti dengan gerakan Islam 
politik yang berkiprah di gelanggang perpolitikan Indonesia saat ini.

Saya belum pernah mendengar ceramah Habib Rizieq yang membenci gerakan Islam 
politik, sebagaimana yang dilakukan sekelompok orang yang mengaku "kaum salaf" 
yang sangat membenci Asy'ariyah-Maturidiyah (kalangan Islam tradisional di 
Indonesia) dan kelompok Hizbi (Islam politik) yang hal ini bisa kita simak 
dalam ceramah-ceramah dan buku mereka. Hal ini menandakan bahwa Habib Rizieq 
adalah tokoh umat Islam yang mampu menjadi perekat ummat.

Di saat kita gelisah dengan gerakan komunisme yang kembali marak akhir-akhir 
ini, ternyata lagi-lagi Habib Rizieq telah memiliki sikap yang tegas, pandangan 
yang jauh dan analisa yang sangat tajam. Dalam ceramahnya di Youtube, Habib 
Rizieq mengupas tuntas ancaman komunisme yang dihadapi bangsa Indonesia.

Pendek kata, Habib Rizieq betul-betul telah maju ke depan menjaga bangsa ini. 
Ia telah siap menjadi martir. Saya membaca beberapa catatan sejarah tentang 
para Habib. Ternyata, para Habib memang kaum pejuang.

Dalam darahnya mengalir semangat juang para pendahulunya, sampai kepada 
Rasulullah Saw, Sang tokoh Revolusioner sejati yang dengan izin Allah telah 
merubah jazirah Arab yang tandus menjadi mercusuar bagi peradaban.

Di Aceh dan kawasan nusantara lainnya, para Habib telah secara turun temurun 
menjadi ulama dan pejuang.

Mereka memberikan pencerahan kepada umat, sekaligus menjadi pahlawan yang 
berada di garda depan dalam melawan kaum kapitalis penjajah durjana yang 
menjajah bangsa ini. Mereka melawan para kafir durjana dan lalu hidup dalam 
kemuliaan, atau meninggal dengan memperoleh gelar sebagai Syuhada.

Nampaknya, Habib Rizieq sedang menjalankan hal serupa. Setiap orang ada 
zamannya, dan setiap masa ada tokoh(rijal)nya. Habib Rizieq adalah adalah tokoh 
ummat di zaman ini. Jutaan ummat Islam kini menunggu setiap kalimat yang akan 
diucapkan Habib Rizieq, bersama para ulama lainnya.

Kalimat-kalimatnya sangat kuat karena sangat kontekstual dengan tantangan 
kekinian yang dihadapi bangsa Indonesia. Semoga Allah Swt senantiasa menjagamu, 
para pejuang lainnya,  serta bangsa ini khususnya dari setiap kejahatan para 
mafia. 

Teuku Zulkhairi
Mahasiswa Program Doktoral UIN Ar-Raniry, Banda Aceh

Kirim email ke