res : Kalau akhir zaman sudah di ambang pint, maka sepatutnya para anggota 
rezim neo-Mojopahit tidak perlu korupsi, karena harta haram yang dimiliki tidak 
dapat dibawa ke dunia seberang, tetapi sifat tamak mereka maka diliang kubur 
pun mereka berusaha korupsi, kata seorang pakar ilmu surgawi.

http://www.hidayatullah.com/kolom/akhir-zaman/read/2016/10/14/102639/akhir-zaman-ditandai-memburu-dunia-dan-menjual-akhirat.html

Akhir Zaman, Ditandai Memburu Dunia dan Menjual Akhirat
Jum'at, 14 Oktober 2016 - 11:00 WIB
.Fitnah apalagi yang lebih besar daripada orang-orang yang tampak sebagai ahli 
ibadah secarala hiriah, atau tampak sebagai pencari akhirat dalam pandangan 
orang, tetapi mereka sebenarnya adalah penyembah dunia?

Terkait
  a.. Cara ulama Menyelesaikan Ikhtilaf dalam Hadits
   
  b.. Akhir Zaman: Manusia akan Berzina di Jalan-Jalan
   
  c.. Ketika Ade Armando Merasa Difitnah
   
  d.. Mengenal Hujjah Madzhab Asy Syafi’iOleh: Abu Fatiah Al-Adnani



Dari Abu Hurairahra, Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wassallambersabda:

يَخْرُجُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ رِجَالٌ يَخْتِلُوْنَ الدُّنْيَا بِالدِّينِ 
يَلْبَسُوْنَ لِلنَّاسِ جُلُوْدَ الضَّأْنِ مِنَ اللِّينِ، أَلْسِنَتُهُمْ أَحْلَى 
مِنَ السُّكَّرِ، وَقُلُوْبُهُمْ قُلُوْبُ الذِّئَابِ، يَقُوْلُ اللَّهُ عَزَّ 
وَجَلَّ: أَبِي يَغْتَرُّوْنَ، أَمْ عَلَيَّ يَجْتَرِئُوْنَ؟ فَبِي حَلَفْتُ 
لَأَبْعَثَنَّ عَلَى أُولَئِكَ مِنْهُمْ فِتْنَةً تَدَعُ الحَلِيْمَ مِنْهُمْ 
حَيْرَانًا

“Akan keluar di akhir zaman nanti beberapa orang yang mencari dunia dengan 
amalan din, mereka mengenakan pakaian di tengah-tengah manusia dengan kulit 
kambing yang lembut, lisan mereka lebih manis dari pada gula, tetapi hati 
mereka adalah hati srigala. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman, “Apakah 
terhadap-Ku mereka berani menipu ataukah mereka berani melawan Aku? Maka dengan 
Kebesaran-Ku, Aku bersumpah, Aku benar-benar akan mengirim kepada mereka fitnah 
yang mengakibatkan ulama yang teguh hati pun menjadi bingung.” [HR.At-Tirmidzi, 
Sunan At-Tirmidzi, Kitab Az-Zuhd, no. 2515]

Hadits ini, jika ditinjau dari semua jalan periwayatannya maka termasuk hadits 
dha‘if (lemah), akan tetapi masing-masing darinya menguatkan yang lain. 
At-Tirmidzi menetapkan bahwa hadits Ibnu Umar rhuma itu berderajat 
hasan.Al-Mundziri menukilkan penetapan hasan oleh At-Tirmidzi ini dan mengakui 
kebenarannya. Oleh karena itulah kedudukan hadits-hadits ini adalah hasan li 
ghairihi atau dha‘if yang dikuatkan.

Bersegera beramal sebelum datangnya fitnah

Rasulullah Shalalalahu ‘Alaihi Wassallam menggambarkan bahwa fitnah akhir zaman 
itu bagai sepotong malam yang gelap. Seperti bila kita berada di tengah hutan 
pada waktu malam, tanpa lampu penerang, tanpa rembulan dan bintang, bahkan 
sekedar cahaya kunang-kunang.Kegelapan yang membuat seseorang bahkan tidak 
mampu untuk melihat tangannya sendiri, apalagi benda-benda di sekitarnya.

Kondisi hidup yang semacam ini sangat berpotensi untuk menggelincirkan 
siapapun.Efek fatal fitnah yang gulita ini dapat membuat seorang yang di pagi 
hari masih beriman namun di sore hari menjadi kafir.Atau di sore hari beriman 
namun pada pagi harinya kafir.

Karenanya Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam memerintahkan agar seorang 
hamba tidak menunda kebaikan dan amal shalih yang dapat dikerjakannya:

Bersegeralah kalian melakukan amal shalih sebelum datangnya berbagai fitnah 
yang seperti potongan-potongan malam yang gelap gulita.Pada waktu pagi seorang 
masih beriman, tetapi di sore hari sudah menjadi kafir; dan pada waktu sore 
hari seseorang masih beriman, kemudian di pagi harinya sudah menjadi kafir.Dia 
menjual agamanya dengan sekeping dunia” HR. Muslim no. 169, Tirmidzi no. 2121, 
dan Ahmad no. 7687.]

Fenomena penjual agama di akhir zaman

Nubuwat  tentang  keharusan untuk bersegera beramal shalihmengisyaratkan 
tentang datangnya masa di mana manusia akan dengan sangat mudah menjual 
agamanya dengan dunia. Fenomena ulama su’ adalah gambaran yang paling mewakili 
kondisi di atas.Iming-iming harta, tahta, wanita dan popularitas dunia telah 
banyak menggelincirkan para ulama su’.Di antara mereka ada yang berkedok 
sebagai ilmuan atau cendekiawan muslim, padahal sejatinya adalah para pengasong 
agama yang profesinya sebagai tukang permak ayat dan hadits sesuai tuntutan dan 
selera tuan besarnya. Ada juga yang awalnya da’I atau mubaligh yang proses 
kemunculannya melalui semacam AU di tassi atau ajang pencarian

  Akhir Zaman; Ketika Parameter Menilai Kebenaran Telah Berubah

bakat.  Mereka tiba-tiba tenar karena skenari opera pemilik industry media.Niat 
berdakwah sudah bergeser.Perannya di masyarakat bukan lagi sebagai pembimbing  
umat, namun sudah selevel dengan para selebritis papan atas; penghibur dan 
menjadi tontonan yang mengasyikkan, yang setiap kali manggung ada tawar-menawar 
tarif.Moment Ramadhan menjadi ladang yang menggiurkan.Da’i-da’iselebritis ini 
melihatpeluang yang besar untuk meraup keuntungan. Sebab, saat semacam itu 
media televisi memang berlomba untuk menaikkan rating iklannya dengan 
acara-acara hiburan yang berbau spiritual. Dan mereka akan menjadi tokoh 
utamanya.

Namun ada juga yang memang dari awal sudah didesain oleh suatu kelompok atau 
lembaga tertentu agar tokoh tersebut menjadi mascot produknya.Dengan bekal 
gelar doktor atau pakar ahli, para tokoh itu dengan sangat mudah untuk 
melegalkan yang haram dan mengharamkan yang halal. Menebar fitnah, memusuhi 
pembela syariah dan tiada henti menyesatkan manusia dari jalan Allah telah 
pekerjaan pokoknya.Tentu saja dengan imbalan dan bayaran yang sangat 
menggiurkan.

Bahkan para ulama jujurpun dibuatnya bingung

Dr. Al-Mubayyadh mengomentari hadits di atas;“Hadits ini menunjukkan sekelompok 
manusia yang menampakkan dirinya sebagai ahlii badah, zuhud, dan lembut tutur 
katanya serta menyenangkan. Padahal mereka ini pada hakikatnya pencari dunia. 
Dunia adalah cita-cita terbesar mereka atau menjadi sesembahan mereka yang 
pertama.

Keadaan lahiriah mereka berlawanan dengan kondisi bathiniyah mereka.Hati mereka 
menyelisih lisan mereka.Mereka mencari dunia dengan mengerjakan amalan 
akhirat.Kelompok manusia seperti inilah yang menjadi penyebab fitnah di 
masyarakat.Fitnah apalagi yang lebih besar daripada orang-orang yang tampak 
sebagai ahli ibadah secarala hiriah, atau tampak sebagai pencari akhirat dalam 
pandangan orang, tetapi mereka sebenarnya adalah penyembah dunia? Arahan yang 
benar (menurut mereka) macam apakah yang akan didapatkan masyarakat umum dari 
orang-orang seperti ini?[1]

Hadits ini juga mengisyaratkan bahwa adanya kelompok manusia berhati srigala 
ini di tengah masyarakat merupakan sebab utama terjatuhnya masyarakat kedalam 
fitnah yang menyesatkan.Saking gelap dan dahsyatnya fitnah itu sehingga 
menjadikan orang yang paling pantas mengetahui kebenaran pun menjadi bingung 
dalam mengurusi urusannya.

Jika para ulama dan orang jujur saja dibuat bingung menghadapi fenomena itu, 
lalu bagaimana dengan kita yang awam? Semoga Allah menyelamatkan kita dari 
fitnahmereka. Wallahua’lam bishshawab.*

Penulis buku-buku akhir zaman

[1]Al-Mausu’ahfilfitanwalmalahimwaasyratussaah.

Kirim email ke