Dorong Pencari Kerja, Risma: Silakan Jadi Bos 
https://nasional.tempo.co/read/news/2016/12/16/058828299/dorong-pencari-kerja-risma-silakan-jadi-bos
 JUM'AT, 16 DESEMBER 2016 | 09:55 WIB
 

 Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meninjau Taman Gantung usai diresmikan di 
gedung Siola Jalan Tunjungan Surabaya, 26 Juli 2016. TEMPO/ MOHAMMAD SYARRAFAH

 
 TEMPO.CO, Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mendorong 510 pencari 
kerja di Graha Sawunggaling, mencoba berwirausaha.


"Jika menjadi pegawai, ada batasannya. Sedangkan di dunia wirausaha batasannya 
langit. Jadi, silakan menjadi bos bagi diri sendiri,” kata Risma kepada ratusan 
pencari kerja itu, Kamis, 15 Desember 2016.

Pemerintah Kota Surabaya telah memberi berbagai pelatihan, mulai tentang 
kuliner hingga kerajinan tangan. Untuk menyerap tenaga kerja, ucap Risma, 
pihaknya juga telah menggelar job market fair berkali-kali. “Pesertanya pun 
ribuan,” ujarnya.

Risma mengimbau warga Surabaya yang baru lulus sekolah menengah atas meneruskan 
ke tingkat universitas. Pemerintah Kota Surabaya tiap tahun rutin memberi 
beasiswa di universitas negeri di Surabaya. “Makanya, jika ada penawaran 
beasiswa dari Dinas Sosial, jangan ditolak, jangan minder. Kita semua bisa 
mengubah nasib, salah satunya melalui jalur pendidikan,” tuturnya.

Baca juga:
Bekas Lokalisasi Dolly Dapat Hibah Alat Industri 
https://bisnis.tempo.co/read/news/2016/12/16/090828284/bekas-lokalisasi-dolly-dapat-hibah-alat-industri
 
https://bisnis.tempo.co/read/news/2016/12/16/090828284/bekas-lokalisasi-dolly-dapat-hibah-alat-industriHarga
 Pertamax, Pertalite dan Dexlite Naik Mulai Hari Ini 
https://bisnis.tempo.co/read/news/2016/12/16/090828275/harga-pertamax-pertalite-dan-dexlite-naik-mulai-hari-iniWanita
 Cakar Polisi, Ini Sosok Dora Natalia di Mata Tetangga 
https://nasional.tempo.co/read/news/2016/12/16/063828274/wanita-cakar-polisi-ini-sosok-dora-natalia-di-mata-tetangga

Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu mengaku pernah dikirimi surat 
oleh lulusan sarjana hukum. Dia langsung meminta Dinas Sosial Surabaya 
menawarkan beasiswa notariat. “Di meja saya, ada dua surat, semua lulusan 
sarjana hukum. Dinsos tolong dibantu ditawarkan beasiswa notariat, agar mereka 
bisa buka sendiri dan tidak harus ikut orang,” katanya.

Risma meminta warga Surabaya membuka usaha. Dia mencontohkan UKM Jaruk Arum 
yang saat ini sering mendapat orderan suvenir untuk tamu-tamu Pemerintah Kota 
Surabaya. “Batik tulis ini sudah ada yang berharga di atas Rp 1 juta,” ucapnya.

Sementara itu, Bernardus Purwanto, mantan anggota staf HRD di salah satu 
perusahaan swasta Surabaya yang hadir pada acara itu, mengaku sangat 
termotivasi dengan berbagai arahan Risma. Bahkan ia langsung berencana membuka 
usaha kuliner dengan dua temannya yang juga hadir ke acara tersebut.

“Saya jadi terbuka, ternyata menjadi orang sukses tidak harus ikut orang, tapi 
harus berusaha dengan tangan kita sendiri,” ujar Bernardus. Dia berharap Pemkot 
Surabaya terus memotivasi para pemuda serta memberi modal dan lahan untuk 
mengembangkan wirausaha.

MOHAMMAD SYARRAFAH
 

 

Kirim email ke