http://www.voaindonesia.com/a/polisi-tahan-ratusan-demonstran-papua/3641742.html
Polisi Tahan Ratusan Demonstran Papua 19.12.2016 a.. Associated Press -------------------------------------------------------------------------------- Para demonstran pro-kemerdekaan Papua berteriak dan mengacungkan tinju dari dalam truk polisi, di Jakarta (1/12). (Reuters/Darren Whiteside) Polisi di Jakarta telah memperingatkan penyelenggara protes namun menyerah dan mengizinkan sekitar 50 orang untuk berdemonstrasi di pusat kota. JAKARTA — Polisi menahan ratusan orang Senin (19/12) dalam protes-protes di seluruh Indonesia yang menuntut kemerdekaan Papua. Penangkapan dilakukan di kota-kota di Sulawesi, Jawa dan Papua namun para demonstrasi tetap berlangsung di sedikitnya 15 tempat, ujar Veronica Koman, pengacara untuk aktivis kemerdekaan Filep Karma. Koman mengatakan beberapa orang telah ditahan minggu lalu ketika minta izin untuk demonstrasi. Ia mengatakan kantor pusat Komite Nasional Pro-Kemerdekaan untuk papua di Jayapura telah divandalisasi dalam razia polisi Senin. Polisi di Jakarta telah memperingatkan penyelenggara protes namun menyerah dan mengizinkan sekitar 50 orang untuk berdemonstrasi di pusat kota. Hari Senin merupakan ulang tahun ke-55 deklarasi resmi kampanye militer Indonesia untuk mengambil alih Papua, saat itu Irian Barat, dari Belanda. Papua menjadi bagian Indonesia menyusul referendum yang diawasi PBB tahun 1969, dengan hanya melibatkan bagian kecil penduduk dan taktik tangan besi Indonesia. Para pendukung kemerdekaan di provinsi ini menginginkan referendum kedua dan tak terikat. Pemerintah Indonesia bertekad untuk mempertahankan wilayah kaya mineral itu dan juga khawatir konsesi apa pun akan mendorong gerakan separatis lainnya. [hd] +++++ http://www.voaindonesia.com/a/papua-barat-protes-kekuasaan-indonesia/3618576.html Demonstran Papua Barat Bentrok dengan Polisi 01.12.2016 a.. Associated Press -------------------------------------------------------------------------------- Polisi di Jakarta bentrok dengan para demonstran yang memprotes kekuasaan pemerintah Indonesia di provinsi Papua Barat, 1 Desember 2015. (Foto: Dok) Lihat komentar Kelompok-kelompok HAM menuduh militer Indonesia melakukan pelanggaran HAM serius di Papua. JAKARTA — Para demonstran Papua Barat bentrok dengan polisi di Jakarta, Kamis (1/12) dalam demonstrasi yang menyerukan kemerdekaan wilayah tersebut. Para penyelenggara menjanjikan demonstrasi di kota-kota lain dan mengatakan polisi telah menolak memberi mereka izin untuk melakukan protes di pusat kota Jakarta. Puluhan demonstran dihalangi untuk memasuki Bundaran Hotel Indonesia oleh beberapa ratus polisi yang menembakkan meriam air dan menyeret para pria dari kerumunan itu ke dalam mobil-mobil polisi. "Jangan halangi hak kami untuk menyerukan aspirasi-aspirasi kami. Warga Papua menuntut kebenaran sejarah kami," teriak seorang pembicara yang berdiri di atas truk kecil kepada kerumunan orang. Para anggota Aliansi Mahasiswa Papua menyerukan "Papua Merdeka" dan menyanyikan lagu-lagu kemerdekaan. Kelompok-kelompok hak asasi manusia menuduh militer Indonesia melakukan pelanggaran HAM serius di Papua dan beberapa negara pulau Melanesia juga telah menyuarakan keprihatinan mereka dan menyerukan kemerdekaan Papua. Banyak orang Papua Barat melihat 1 Desember sebagai peringatan dari apa yang seharusnya menjadi hari kemerdekaan mereka. Penjajah Belanda menguasai Papua Barat ketika Indonesia merdeka setelah Perang Dunia II. Wilayah ini menjadi bagian dari Indonesia menyusul referendum yang diawasi PBB tahun 1969 yang dikecam sebagai tidak demokratis. Pemberontakan tingkat rendah telah menodai wilayah yang kaya mineral ini selama bertahun-tahun. Pemerintah, yang selama berpuluh tahun mengirim warga dari Jawa dan daerah lain untuk tinggal di Papua, sekarang mencoba mendorong pembangunan ekonomi untuk meredam gerakan separatis. [hd]
