http://www.muslimoderat.net/2016/12/isu-pki-adalah-permainan-amerika-ini.html
Isu PKI adalah Permainan Amerika, ini Modusnya 
  Sabtu, 24 Desember 2016   PKI   Edit          

MusliModerat.net - Amerika mulai khawatir terhadap langkah politik 
internasional Presiden sekarang dengan membangun poros 
“Jakarta-Beijing-Taheran-Moskow” meliputi perdagangan, teknologi sipil, 
teknologi militer, kesehatan, nuklir dan investasi. 
Hal yang paling merisaukan Amerika adalah hancurnya hegemoni mereka serta 
hilangnya kontrol atas geliat ekonomi di Indonesia yang pada akhirnya akan 
merubah kiblat negara-negara kawasan di Asia Tenggara mengikuti jejak langkah 
Indonesia yang progresif.
Ketakutan Amerika juga tidak terlepas dari kebijakan Presiden terhadap 
perpanjangan kontrak PT. Freeport Indonesia di bumi Papua, betapa besar 
kehilangan keuntungan bagi mereka apabila PT. Freeport Indonesia akan dimainkan 
Jokowi sebagai ‘capital politic’ pada pilpres tahun 2019 nanti, maka akan 
tamatlah Amerika di Indonesia. 
Ada beberapa langkah yang telah dan mulai dimainkan oleh Amerika di Indonesia 
dalam rangka tetap dapat mengusai Indonesia seperti selama ini berhasil mereka 
lakukan; 
1. Lewat bantuan Arab Saudi dengan memberikan suntikan dana besar kepada para 
radikalis dan teroris di Indonesia. 
2. Lewat Mesir dan Turkey dengan menggerakan Hizbut Tahrir dan Ikhwanul Muslim 
di Indonesia.
3. Lewat Alumnus West Point, Minneapolis, dan kursus perwira Indonesia di 
negeri Paman Sam dengan memainkan isu bangkitnya PKI. 

Ada pertanyaan, apakah CIA bermain di sini, maka jawabnya tentu saja. Sebab 
sudah bukan rahasia lagi bahwa selama ini, mereka (CIA) telah merekrut alumnus 
sekolah perwira militer maupun para akademisi terbaik dari sipil yang pernah 
mengenyam pendidikan Amerika, dan terlihat dari unsur Radikalis merapat ke blok 
Amrikiyya ini.
Maka janganlah heran kalau yang menyebar isu anti Cina dan tuduhan bahwa Ahok 
bisa menjadi pemicunya mungkin mengarah ke tragedi tahun 1998, dan yang 
mengatakan bahwa hantu PKI itu memang nyata, serta yang membakar masa dalam 
pidato tentang bangkitnya ideologi komunis lewat PKI di Indonesia, semuanya 
adalah purnawirawan Jenderal lulusan Amerika. Apakah bukan kebetulan semata?    
  Sederhana saja jawabnya, bahwa pola yang dimainkan Amerika sangat mirip 
dengan yang terjadi pada situasi sebelum meledaknya G 30 S/PKI seperti contoh 
di bawah ini:  
 – Settingnya dulu adalah Tritura, juga terselip sentimen anti Cina. Golnya 
adalah jatuhnya Bung Karno. Dan saat ini setingnya adalah “Turunkan Jokowi dan 
hancurkan PKI”, targetnya jatuhkan Jokowi. 
 – Dulu Amerika memainkan kebodohan dan ambisi PKI dengan memusuhi para ulama 
dan agamawan, kemudian melakukan kudeta terhadap para Pahlawan Revolusi, maka 
saat ini digandengnya kaum radikalis yang anti Pancasila karena dianggap ajaran 
Thoghut untuk propaganda bangkitnya PKI. Padahal apa urusan mereka soal PKI, 
mereka itu jelas-jelas anti Pancasila dan ingin mendirikan Khilafah Islamiyah 
di Indonesia.  
 – Pola penghancuran Indonesia telah dilakukan lewat aksi teror dan rencana 
membagi Indonesia menjadi 18 sampai 20 negara baru sehingga mudah dikuasai 
sesuai kepentingan mereka. Langkah itu tidak membuahkan hasil, maka mereka 
(Amerika) lewat antek-antek mereka di Indonesia memainkan isu yang paling 
sensitive yaitu “Bangkitnya PKI”. 
 – Membangun fitnah terhadap pribadi Agus Wijoyo, purnawirawan Jenderal bintang 
3 anak dari salah seorang Pahlawan Revolusi yang adalah tokoh penggagas serta 
pelopor rekonsiliasi antara anak mantan PKI dengan anak Pahlawan Revolusi. 
Sehingga ditimbulkanlah pertanyaan nyeleneh dari juga purnawirawan Jenderal 
lulusan Amerika bahwa perlu dipertanyakan apakah betul Agus Wijoyo itu anak 
dari Pahlawan Revolusi? Hal yang kemudian dibantah dan diluruskan oleh AM.  
 Hendropriyono, purnawirawan Jenderal mantan kepala BIN menyatakan bahwa dia 
kenal betul siapa Agus Wijoyo dan kenal betul siapa bapaknya. Sekarang isu 
bangkitnya PKI menjadi mainan yang menyatukan para alumnus Amerika baik sipil 
maupun militer bergandeng tangan dengan mesin penghancur Amerika di Timur 
Tengah yaitu kelompok radikal serta teroris berbaju agama. 
 Akankah kita Bangsa Indonesia dapat dihancurkan oleh mereka dengan cara-cara 
keji di atas? Tentu kondisi nya berbeda, karena langkah yang ditempuh Jokowi 
adalah sebagai berikut:  
 1. Membangun kekuatan TNI, baik lewat perbaikan Alusista, baik produksi dalam 
negeri maupun lewat pembelian dengan melirik Rusia sebagai mitra utama.  
 2. Membersihkan BIN dari agen ganda pengabdi kepada kepentingan Amerika dengan 
agen Merah Putih.  
 3. Menempatkan jabatan Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan, serta juga Kapolri 
yang bukan lagi lulusan Amerika.  
 4. Membangun infrastruktur besar di Indonesia.  
  Semuanya adalah dalam memperkuat ketahanan nasional, serta meninggikan 
martabat bangsa dengan tidak lagi tunduk kepada kemauan Amerika. Maka malulah 
kita, kalau masih saja mau menjual diri kepada kepentingan Amerika. 
[dutaislam.com/ ed]

Sumber : 
http://www.muslimoderat.net/2016/12/isu-pki-adalah-permainan-amerika-ini.html#ixzz4U2jJmFJ0

Kirim email ke