Rupaya si bapak ini peduli lingkungan, menyaingi tuhan dari banyuwangi Tapi si bapak Tuhan tidak se gesit bapak natal ini Semoga lahir lagi sejuta bapak natal dinusantara, sehingga sungai pada bersih.
Dari bali dilaporkan ada orang mirip bapak natal ini kalau tak salah namanya bapak ogah, malah beliau suka sekali nambal-nambal jalan yang berlobang malah beliau menyediakan bensin gratis dijalan jalan bagi kendaraan yang kehabisan bensin di jalan Wah seru ini ne negara indonesia, ada yang kerja jingkrak jingkrak menyalahkan orang lain dan ada juga yang suka membantu teman yang lain From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Wednesday, December 28, 2016 7:45 AM To: GELORA_In Subject: [**EXTERNAL**] Fw: [GELORA45] Slamet Hari Natal From: Jonathan Goeij [email protected]<mailto:[email protected]> [GELORA45] Sent: Wednesday, December 28, 2016 7:34 AM Slamet Hari Natal Dikenal Sebagai Warga yang Peduli Lingkungan<http://nasional.kompas.com/read/2016/12/28/05510051/slamet.hari.natal.dikenal.sebagai.warga.yang.peduli.lingkungan> Rabu, 28 Desember 2016 | 05:51 WIB [http://assets.kompas.com/data/photo/2016/12/27/163639120161227-120649780x390.jpg] KTP milik Slamet Hari Natal, warga Desa Wonomulyo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (27/12/2016) MALANG, KOMPAS.com - Pria bernama Slamet Hari Natal<http://nasional.kompas.com/tag/Natal> asal Jalan Sangadi RT 24 RW 8 Desa Wonomulyo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur<http://nasional.kompas.com/tag/Jawa%20Timur> dikenal sebagai orang yang peduli terhadap lingkungan. Setiap dua hari sekali, ia mengangkut sampah rumah tangga milik tetangganya melalui mobil pikap yang dimilikinya. Awalnya, sekitar 10 bulan yang lalu, ia merasa resah dengan banyaknya sampah rumah tangga yang berserakan. Sampah - sampah itu mengotori sungai di desa itu dan merambah ke sawah milik warga. Perlahan ia mulai menghimpun sampah - sampah itu lalu dibuang ke TPA setempat. "Saat itu di sawah banyak pampers dan plastik," katanya saat ditemui di rumahnya, Selasa (27/12/2016). Setelah sungai terlihat bersih dari sampah, ia mulai memunguti sampah-sampah itu dari rumah ke rumah. Hingga akhirnya memungut sampah itu menjadi kegiatan rutinnya. Warga pun iuran Rp 5.000 per bulan. Sebab untuk menaruh sampah ke TPA, ia harus membayar sejumlah uang. Ia juga membutuhkan dana operasional untuk mengangkut sampah -sampah itu melalui mobil pikap miliknya. "Sekarang sudah ada iuran Rp 5.000 tiap satu bulan," kata suami dari Setiyowati itu. Darmo, perangkat desa setempat mengatakan, sejak sampah keluarga diangkuti oleh Slamet, kondisi sungai sudah tidak kotor lagi. "Semenjak itu (sampah diangkuti) sudah mending kondisi sungai," katanya. Ia mengatakan, tidak ada permintaan dari pihak desa kepada Slamet untuk mengangkuti sampah - sampah milik masyarakat. Slamet berinisiatif sendiri untuk mengangkut sampah - sampah itu. " Memang Didasari oleh rasa prihatin dengan kelestarian lingkungan," ungkapnya. Slamet Hari Natal<http://nasional.kompas.com/tag/Natal> atau yang biasa dipanggil Slamet Yesus lahir bertepatan dengan Perayaan Natal<http://nasional.kompas.com/tag/Natal>, yakni pada 25 Desember 1962. Atas saran bidan yang membantu kelahirannya, orang tua dia memberi nama Slamet Hari Natal<http://nasional.kompas.com/tag/Natal>. Penulis : Kontributor Malang, Andi Hartik Editor : Erlangga Djumena
