New York Times seperti Washington Times adalah kaki tangannya si
Obama/Demokrat, ya tidak heran kalau tulisannya seperti tsb. dibawah "Donald
Trump: The Russian Poodle". Kalau Trump atau Amerika jadi poodle-nya Putin ya
boleh juga.
Quote:But over all it looks as if the Trump administration will be remarkably
pro-Putin — astonishing considering Putin’s Russia has killed journalists,
committed war crimes in Ukraine and Syria and threatened the peaceful order in
Europe.
Yg. war criminal sebetulnya adalah Obama's administration dimana mempecah belah
Suriah/Syria (anti Assad) sehingga terjadi perang saudara dan terjadinya
pembunuhan2 dan pengungsi2 ke Eropa.
On Friday, December 30, 2016 2:36 PM, Jonathan Goeij
<[email protected]> wrote:
Nicholas Kristof dari New York Times pakai istilah "Donald Trump: The Russian
Poodle", baik puppet ataupun poodle ya sama saja dua2nya di-timang2.
Sepanjang sejarah dunia selalu ada 2 pihak yg saling bertikai, mungkin kayak
yin dan yang utk menjaga keseimbangan. Seandainya sekarang Russia dan US jadi
satu artinya yg akan jadi pihak lain ya Tiongkok.
---In [email protected], <bhjo@...> wrote :
Kalau Trump memang adalah puppet dari Putin ya bagus deh karena Putin adalah
salah satu pemimpin yg. saya kagumi.
---In [email protected], <jonathangoeij@...> wrote :
Rusia meng-hack juga bisa dibilang tidak masuk akal, tetapi toh terjadi.Dalam
kampanye ber-kali2 Trump minta bantuan Rusia meng-hack walaupun kemudian
dibantah begundalnya sebagai joke.Kalau memang puppet ya nggak perlu di black
mail lagi.
---In [email protected], <djiekh@...> wrote :
Memangnya anda tahu dengan bukti2 kalau Trump minta bantuan Putin ?Ya, kan tak
masuk akal, bisa diblackmail nantinya ?
---In [email protected], <ambon@...> wrote :