Tahun Baru 2017 Lebih Lama Satu Detik, Sudah Tahu? 
http://global.liputan6.com/read/2692732/tahun-baru-2017-lebih-lama-satu-detik-sudah-tahu?
 
 http://www.liputan6.com/me/tanti.yulianingsih Tanti Yulianingsih 
http://www.liputan6.com/me/tanti.yulianingsih 31 Des 2016, 12:36 WIB


 

 

 Liputan6.com, London - Malam Tahun Baru 2017 akan lebih lama sedetik. Hal itu 
terjadi karena akan ada penambahan 1 detik 
http://global.liputan6.com/read/2159017/waktu-bertambah-1-detik-pada-30-juni-2015-kiamat-internet
 yang disebut leap second atau detik kabisat. Alasannya: untuk mengimbangi 
perlambatan rotasi bumi.
 

 
 Tambahan sedetik itu akan terjadi ketika waktu menunjukan 23:59:60, menunda 
sesaat pergantian tahun 2017.
 

 Leap second terakhir terjadi pada Juni 2015. Peristiwa demikian telah terjadi 
sebanyak 27 kali.
 Menurut para ilmuwan dari International Earth Rotation and Reference Systems 
Service, hal itu dilakukan untuk memastikan waktu pada jam atom tetap sesuai 
dengan dengan waktu rotasi bumi -- yang melambat sekitar 1 per 2.000 detik tiap 
harinya.
 

 Jam atom -- yang diketahui punya keakuratan tinggi 10 pangkat 9 detik per hari 
dan tidak akan berubah hingga ribuan tahun itu -- digunakan untuk menetapkan 
waktu di Bumi.
 

 Meski perputaran Bumi dalam sumbunya melambat, jam atom terus bergerak 
konstan. Memang, ini bukan perkara gawat, namun kondisi semacam itu akan 
membuat jam atom tak sinkron dengan rotasi Bumi.
 

 Di titik ekstrem, instrumen itu bisa-bisa menunjukkan waktu siang bolong saat 
langit gelap. Atau setidaknya pada tahun 2700, 1 hari di Bumi menjadi 24,5 jam 
-- bukan 24 jam seperti seharusnya.
 

 National Physical Laboratory (NPL) -- yang bertanggung jawab untuk skala waktu 
nasional Inggris-- menggunakan jam atom untuk memberikan skala waktu yang 
stabil dan berkelanjutan.
 

 "Jam atom lebih baik dari satu juta kali menjaga waktu daripada rotasi bumi, 
yang berfluktuasi tak terduga. Leap second diperlukan untuk mencegah waktu pada 
umumnya menyimpang jauh dari waktu Bumi," kata ilmuwan peneliti senior NPL, 
Peter Whibberley dikutip dari BBC, Sabtu (31/12/2016).
 

 "Meskipun hanya perubahan kecil - terjadi sekitar 1.000 tahun untuk 
mengumpulkan perbedaan satu jam. Jika tidak diperbaiki akhirnya akan 
menghasilkan waktu yang menunjukkan tengah hari sebelum matahari terbit".
 

 Jam atom menggunakan perubahan tingkat energi elektron untuk memberitahu waktu.
 Waktu yang diciptakan oleh jam atom digunakan dalam perangkat lokasi GPS dan 
kerap dipakai untuk mengontrol frekuensi gelombang siaran televisi.
 

 
 International Earth Rotation and Reference Systems Service di Prancis yang 
meneliti rotasi bumi, yang mengumumkan kebutuhan untuk penyesuaian waktu dengan 
leap second tersebut.
 

Kirim email ke