Barangkali agak keliru  artikel ini dengan menjatakan : “DAVAO - Presiden 
Rodrigo Duterte mengatakan, Filipina tidak percaya pada imam Katolik.”. 
Sebenarnya yang dikatakan oleh beliau adalah : “ Duterte says he believes in 
God but not in religion” 
(http://www.philstar.com/headlines/2016/05/20/1585212/duterte-says-he-believes-god-not-religion)

From: mailto:[email protected] 
Sent: Saturday, December 31, 2016 4:14 AM
To: [email protected] 
Subject: [GELORA45] “Iglesia ni Duterte”

  







Duterte Ingin Dirikan Agama Baru yang Bolehkan Punya 5 Istri
Muhaimin

Sabtu,  31 Desember 2016  −  01:52 WIB

 Presiden Filipina Rodrigo Duterte, ingin dirikan agama baru setelah dia 
meledek pihak Gereja Katolik yang mengusik perang narkoba di Filipina. Foto / 
REUTERS / Lean Daval Jr A+ A-
DAVAO - Presiden Rodrigo Duterte mengatakan, Filipina tidak percaya pada imam 
Katolik. Dia mendesak orang-orang bergabung dengan “Iglesia ni Duterte”, sebuah 
agama yang ingin dia dirikan, di mana tidak ada larangan bagi pria memiliki 
lima istri asal bertanggung jawab.

Duterte mengumbar penghinaan terhadap kepemimpinan Gereja Katolik yang ikut 
mengusik perang melawan narkoba yang dia kobarkan di Filipina. Pihak Gereja 
Katolik mengecam gebrakan Duterte itu karena memicu pembunuhan massal di luar 
hukum dan pelanggaran HAM.

Tapi, Duterte tak mau tunduk dengan kritik dari pihak Gereja Katolik. Kritik 
dari kubu Gereja Katolik bermunculan di Filipina, salah satunya dari Konferensi 
Wali Gereja Filipina, dan komunitas gereja-gereja lain seperti Gereja 
Redemptoris di Baclaran yang baru-baru ini  meluncurkan pameran foto pembunuhan 
brutal dalam perang melawan narkoba yang diluncurkan pemerintah Duterte.

Sebagai tanggapan, Duterte balik meledek pihak Gereja Katolik selama pesta 
Natal beberapa hari lalu di Davao, kota kelahirannya.

”Anda mengatakan Duterte pembunuh. Anda imam (pendeta), Anda menyalahkan saya 
atas kematian ribuan pecandu narkoba, bahkan mereka yang meninggal di rumah 
sakit, Anda masih menyalahkan saya. Tapi Anda adalah orang-orang yang membunuh 
Kristus,” kata Duterte.

Presiden Filipina ini juga menyatakan bahwa Gereja Katolik telah begitu munafik 
terhadap perang melawan narkoba, di mana pihak Gereja Katolik belum pernah 
membantunya mengatasi lebih dari 4 juta pecandu narkoba di Filipina. Meskipun, 
kata dia, pihak gereja mengumpulkan uang dalam jumlah besar selama misa.

”Mereka selalu berteriak protes dan namun mereka tidak melakukan apa-apa 
terhadap obat-obatan terlarang. Mereka tidak pernah terusik untuk membantu,” 
kritik Duterte, seperti dikutip Philippine Star, semalam (30/12/2016).

”Ada sesuatu yang baru hari ini. (agama) ‘Iglesia ni Duterte’, di mana tidak 
ada larangan, Anda bahkan dapat memiliki lima istri. Tapi pastikan bahwa Anda 
bertanggung jawab untuk masalah Anda,” kata Duterte mengacu pada agama baru 
yang ingin dia dirikan.

”Gereja tidak memberikan apa-apa bahkan ketika mereka mengumpulkan (uang) 
begitu banyak. Pernyataan saya ini penuh dengan sarkasme karena mereka 
(pendeta)  telah mengkritik saya. Mereka adalah orang-orang munafik,” ujar 
Duterte.

Duterte mengatakan bahwa dia percaya adanya Tuhan, tapi tetapi dia tidak 
percaya pada agama yang ada, terutama pada pihak Gereja Katolik. Alasannya, 
kata dia, Gereja Katolik menabur ketakutan di antara orang-orang yang beriman 
tentang adanya surga dan neraka.




"Jangan percaya. Itulah yang agama tanamkan tentang rasa takut, bahwa Anda akan 
pergi ke neraka jika Anda adalah orang yang berdosa. Tetapi Anda hanya akan 
tahu apakah nereka itu memang ada jika Anda mati,” ujarnya.

Duterte berseloroh, bahwa para pejabat menunggu dia meninggal karena dia akan 
datang kembali dan memberitahu para pejabat itu bahwa surga dan neraka 
benar-benar ada.

”Hati-hati tentang agama, ini adalah tentang emas. Ini adalah tentang emas. 
Mereka tidak melakukan apa-apa. Di mana Tuhan mereka dan kasih saya mereka? Ada 
kemunafikan dari itu semua,” katanya. 



(mas) 





Kirim email ke