Kaleidoskop 2016 http://www.tribunnews.com/topics/kaleidoskop-2016 Jalan 
Terjal Ahok di Pilkada DKI Jakarta 
http://www.tribunnews.com/metropolitan/2016/12/31/jalan-terjal-ahok-di-pilkada-dki-jakarta?page=all
 
 Sabtu, 31 Desember 2016 11:30 WIB
 

 Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bersiap menjalani 
sidang kasus penodaan agama yang melibatkan dirinya di Pengadilan Negeri 
Jakarta Utara yang menggunakan bekas gedung Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, di 
Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Selasa (27/12/2016). Sidang kali ini merupakan 
sidang Ahok yang ketiga dengan agenda putusan sela hakim. 

 

 Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan
 TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Basuki Tjahaja Purnama 
http://www.tribunnews.com/tag/basuki-tjahaja-purnama alias Ahok 
http://www.tribunnews.com/tag/ahok melalui jalan terjal di tahun ini. Diawali 
dengan keraguan maju melalui jalur independen atau partai politi, kini Ahok 
http://www.tribunnews.com/tag/ahok dijerat kasus penistaan agama, yang memaksa 
elektabilitasnya terus terjun bebas menjelang pemilihan.
 Dilema Jalur Independen atau Partai Politik
Awal hingga pertengahan 2016, Ahok http://www.tribunnews.com/tag/ahok sempat 
bersikeras maju melalui jalur non-partai politik atau independen di Pemilihan 
Kepala Daerah Jakarta 2017.
 Syaratnya tak mudah, Ahok http://www.tribunnews.com/tag/ahok harus 
mengumpulkan dukungan 7,5 persen dari jumlah Daftar Pemilih Tetap atau berkisar 
532.213 lembar Kartu Tanda Penduduk.
 "Saya pertaruhkan posisi saya. Saya bersama-sama dengan mereka, Teman Ahok 
http://www.tribunnews.com/tag/ahok. Saya bisa mempertaruhkan dengan mereka. 
Kasihan lho anak-anak muda ini," ucap Ahok http://www.tribunnews.com/tag/ahok, 
Maret 2016.
 Ahok disokong oleh relawan berisikan anak muda, Teman Ahok 
http://www.tribunnews.com/tag/ahok. Dia memilih maju bersama seorang birokrat 
yang dinilainya memiliki rekam jejak baik, yakni Kepala Badan Bengelola 
Keuangan dan Aset Daerah, Heru Budi Hartono.
 Teman Ahok http://www.tribunnews.com/tag/ahok memulai pergerakan. Targetnya 
mengumpulkan 1 juta KTP. Gerai-gerai Teman Ahok 
http://www.tribunnews.com/tag/ahok di penjuru Jakarta dibuka.
 Antusiasme warga Jakarta untuk mendukung petahana dapat dilihat di beberapa 
pusat perbelanjaan, "KTP Gue Udah Buat Ahok 
http://www.tribunnews.com/tag/ahok";, begitu seruannya.
 Sanggup atau tidak Ahok http://www.tribunnews.com/tag/ahok memenuhi target 
pengumpulan KTP menjadi pusat perhatian.
 Politikus Gerindra, Habiburokhman berjanji akan terjun dari Monas bila target 
terpenuhi. Bahkan, Politikus Partai Persatuan Pembangunan Abraham Lunggana atau 
Lulung berjanji akan potong kuping, bila Ahok 
http://www.tribunnews.com/tag/ahok maju independen.
 Mendekati pertengahan tahun, Teman Ahok http://www.tribunnews.com/tag/ahok 
berhasil mengumpulkan KTP--melewati syarat minimal yang telah ditetapkan Komisi 
Pemilihan Umum Daerah Jakarta.
 Keberhasilan mengumpulkan KTP menjadi daya jual Ahok 
http://www.tribunnews.com/tag/ahok untuk partai politik.
 Tak lama satu per satu partai politik merapat. Dimulai dari Nasdem, Hanura, 
kemudian Golkar. Ahok http://www.tribunnews.com/tag/ahok pun memiliki dua tiket 
di Pilkada, yakni tiket maju independen dan Parpol.
 "Nasdem akan mendukung Ahok http://www.tribunnews.com/tag/ahok, baik itu dari 
jalur independen maupun Parpol. Dari independen kami dukung, dari Parpol juga 
kami dukung," ucap Surya Paloh, awal Juni 2016.
 Pundi-pundi KTP terus terkumpul. 19 Juni, bertempat di Markas Teman Ahok 
http://www.tribunnews.com/tag/ahok, Graha Pejaten, penghitungan KTP diadakan.
 Saat itu pula, Ahok http://www.tribunnews.com/tag/ahok dan 'Temannya' 
merayakan terkumpulnya 1 juta KTP agar Ahok http://www.tribunnews.com/tag/ahok 
maju independen.
 Dengan gamblang Ahok http://www.tribunnews.com/tag/ahok mengatakan, "Teman 
Ahok http://www.tribunnews.com/tag/ahok enggak mudah kumpulkan 1 juta KTP. 
Kalau saya disuruh pilih, pilih Teman Ahok http://www.tribunnews.com/tag/ahok 
tapi gagal jadi gubernur atau jadi gubernur tapi tinggalkan Teman Ahok 
http://www.tribunnews.com/tag/ahok? Saya pilih gagal jadi gubernur saja," 
ucapnya.
 Hanya selang sebulan Ahok http://www.tribunnews.com/tag/ahok berubah pikiran.
 Dalam acara halal bihalal bersama para relawan Teman Ahok 
http://www.tribunnews.com/tag/ahok di tempat yang sama saat perayaan 
terkumpulnya 1 juta KTP, Ahok http://www.tribunnews.com/tag/ahok membuat 
keputusan kontroversial.
 Ahok mengumumkan niatannya maju melalui jalur parpol.
 Langkah itu diambil dengan alasan dia melihat ada kesamaan tujuan antara Teman 
Ahok http://www.tribunnews.com/tag/ahok dan Parpol pendukung, yakni sama-sama 
menginginkannya maju pada Pilkada DKI.
 "Seperti yang sudah saya bilang, saya harus menghargai parpol yang sudah 
memberikan dukungan. Jadi, ya sudah, saya pakai parpol sajalah. Terima kasih," 
ucap Ahok http://www.tribunnews.com/tag/ahok.
 Selang pengumuman itu, tak sekali dua kali Ahok 
http://www.tribunnews.com/tag/ahok bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrasi 
Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
 Satu di antaranya berlangsung pada 17 Agustus 2016 di Kantor DPP PDI 
Perjuangan. Pertemuan itu, turut dihadiri Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan 
Hasto Kristiyanto, juga Djarot Saiful Hidayat.
 Saat ditanya bahwa pertemuan membahas Pilkada DKI, Ahok 
http://www.tribunnews.com/tag/ahok mengatakan Megawati tetap setuju dia kembali 
berpasangan dengan Djarot.
 "Bu Mega intinya, ya beliau tetap saya dengan Djarot dia setuju," kata Ahok 
http://www.tribunnews.com/tag/ahok.
 PDI Perjuangan resmi memutuskan untuk kembali mengusung pasangan petahana 
Basuki Tjahaja Purnama 
http://www.tribunnews.com/tag/basuki-tjahaja-purnama-Djarot Saiful Hidayat 
dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.
 Keputusan ini diumumkan di Kantor DPP PDI-P, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, 
Selasa (20/9/2016).
 Jalan Ahok http://www.tribunnews.com/tag/ahok maju melalui jalur Parpol 
semakin mulus dengan tambahan partai dengan kursi terbanyak di DRPD DKI Jakarta 
dengan 28 kursi, PDI Perjuangan.
 Nama Heru sebagai wakil akhirnya tersingkir. Ahok 
http://www.tribunnews.com/tag/ahok-Djarot maju kembali di Pilkada DKI dengan 
dukungan empat parpol, PDI Perjuangan, Nasdem, Hanura, dan Golkar.
 Total jumlah kursi 52, jauh di atas syarat minimal KPU, yakni 22 kursi.
 Sehari berselang, Ahok http://www.tribunnews.com/tag/ahok-Djarot diantar oleh 
perwakilan petinggi parpol, termasuk Megawati untuk mendaftar ke KPUD DKI 
sebagai pasangan calon yang maju di Pilkada DKI melalui jalur parpol.
 Elektabilitas keduanya saat itu, menjadi yang tertinggi dibandingkan pasangan 
calon lain, misal Anies Baswedan-Sandiaga Salahudin Uno ataupun Agus Harimurti 
Yudhoyono-Sylviana Murni.
 Elektabilitas Ahok http://www.tribunnews.com/tag/ahok-Djarot di atas 50 persen.
 Kunjungan Kerja Berujung Penistaan Agama
Ahok melangsungkan kunjungan kerja ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu 
http://www.tribunnews.com/tag/kepulauan-seribu, sepekan setelah PDI Perjuangan 
memastikan mendukungnya bersama Djarot.
 Dia ditemani anggota DPR RI Fayakhun Andriadi. Di sana dia berdialog dengan 
dua puluhan warga. Memaparkan program tambak antara warga dan Pemerintah 
Provinsi DKI Jakarta.
 Pembagiannnya 80 persen untuk warga dan 20 persen untuk Pemprov DKI.
 "Ini kan dimajuin, jadi kalau saya tidak terpilih pun, saya berhentinya 
Oktober 2017. Jadi, kalau program ini kita jalankan baik, saya yakin bapak ibu 
masih sempat panen sama saya sekalipun saya tidak terpilih jadi gubernur. Jadi 
cerita ini supaya bapak ibu semangat, jadi nggak usah pikiran, 'Ah, nanti kalau 
nggak terpilih, pasti Ahok http://www.tribunnews.com/tag/ahok programnya 
bubar.' Enggak, saya sampai Oktober 2017.
 "Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa saja dalam hati kecil bapak ibu 
nggak bisa pilih saya ya kan? dibohongi pakai Surat Al-Maidah 51, macam-macam 
itu. Itu hak bapak-ibu ya. Jadi kalau bapak-ibu perasaan enggak bisa kepilih 
nih, karena saya takut masuk neraka karena dibodohin gitu ya, enggak apa-apa."
 "Karena ini kan panggilan pribadi bapak-ibu. Program ini jalan saja. Jadi 
bapak-ibu enggak usah merasa enggak enak. Dalam nuraninya enggak bisa milih 
Ahok http://www.tribunnews.com/tag/ahok, enggak suka sama Ahok 
http://www.tribunnews.com/tag/ahok nih, tapi programnya gua ga terima ga enak 
dong, jadi utang budi, jangan bapak ibu punya perasaan ga enak, nanti mati 
pelan-pelan loh kena stroke," demikian sebagian dialog antara Ahok 
http://www.tribunnews.com/tag/ahok dengan warga mengenai program tambak, 27 
September 2016.
 Buni Yani, seorang dosen, menyebarkan video Ahok 
http://www.tribunnews.com/tag/ahok berdialog dengan Kepulauan Seribu 
http://www.tribunnews.com/tag/kepulauan-seribu. Video itu diunggah di media 
sosial Facebook pada 6 Oktober 2016.
 Video asli berdurasi 1 jam 40 menit. Sementara yang diunggah Buni Yani 
berdurasi 30 detik diambil dari menit 00.24.16 sampai menit 00.24.45.
 Di Facebook itu tertulis: 
PENISTAAN TERHADAP AGAMA?
"Bapak-Ibu (pemilih muslim).. Dibohongi Surat Almaidah 51 (masuk neraka) juga 
bapak ibu. Dibodohi."
"Kelihatannya akan terjadi suatu yang kurang baik dengan video ini."
 Video itu menjadi viral di media sosial. Ahok 
http://www.tribunnews.com/tag/ahok dilaporkan ke polisi, sehari berselang video 
diunggah oleh Buni Yani.
 Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri pun menerima laporan dari Ustaz Habib 
Novel Haidir Hasan, pada 7 Oktober 2016. Novel melaporkan Ahok 
http://www.tribunnews.com/tag/ahok atas dugaan penistaan agama.
 Ahok bolak-balik diperiksa Bareskrim. Tak kunjung ditetapkan sebagai 
tersangka, membuat masyarakat geram. Hingga muncul aksi 4 November, ketika 
demonstran yang berjumlah puluhan ribu turun ke jalan-jalan di pusat Jakarta.
 Aksi itu, untuk memprotes pernyataan Ahok http://www.tribunnews.com/tag/ahok 
yang dianggap menistakan agama Islam.
 Empat hari jelang aksi, bertempat di Mabes Polri 
http://www.tribunnews.com/tag/mabes-polri, digelar perkara penyelidikan oleh 
tim penyidik kepolisian atas kasus penistaan agama.
 Selama proses penyidikan, polisi telah mewawancarai 29 saksi dari terlapor dan 
pelapor serta 39 orang ahli dari berbagai bidang yaitu antara lain ahli agama, 
bahasa, serta digital forensik.
 Rabu 16 November 2016, Polri resmi menjadikan Ahok 
http://www.tribunnews.com/tag/ahok sebagai tersangka kasus dugaan penistaan 
agama.
 Hal itu diumumkan oleh Kepala Bareskrim Polri, Komjen Ari Dono Sukmanto. 
Menurutnya, perkara harus diselesaikan di peradilan terbuka.
 Dalam keterangannya, Ari mengakui, kesimpulan tim penyidik (ada 27 orang 
penyidik) tidak dicapai secara bulat, karena adanya perbedaan pendapat di 
antara mereka tentang status hukum Ahok http://www.tribunnews.com/tag/ahok.
 Perbedaan ini juga dilatari perbedaan dari saksi ahli dari pihak pelapor dan 
terlapor yang diundang dalam gelar perkara.
 "Meskipun tidak bulat, namun didominasi oleh pendapat yang menyatakan perkara 
ini harus diselesaikan di peradilan yang terbuka," kata Ari.
 Bareskrim melimpahkan berkas ke Kejaksaan. Hingga dinyatakan P21 pada 30 
November 2016.
 Ahok dikenai pasal sesuai dengan berkas perkara dari penyidik Polri, yaitu 
Pasal 156 dan Pasal 156a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
 Saat menjalani persidangan, Ahok http://www.tribunnews.com/tag/ahok yang 
biasanya garang, menangis saat membacakan eksepsi atau nota keberatan atas 
dakwaan jaksa penuntut umum.
 Dia tak kuasa menahan tangis saat bercerita tentang kedekatannya dengan 
keluarga angkatnya yang muslim.
 Dalam nota keberatannya, Ahok http://www.tribunnews.com/tag/ahok mengatakan, 
dalam kehidupan pribadinya, dia banyak berinteraksi dengan teman-temannya yang 
beragama Islam.
 Hingga akhir pembacaan eksepsi, Ahok http://www.tribunnews.com/tag/ahok 
terlihat beberapa kali mengusap air matanya dan bicara dengan suara bergetar.
 "Saya tidak habis pikir kenapa saya dituduh sebagai penista agama Islam? 
Keluarga dari keluarga nonmuslim. Saya diangkat sebagai anak dari bapak Baso 
Amir dan Haji Misribu," ucap Ahok http://www.tribunnews.com/tag/ahok, 13 
Desember 2016.
 Kasus penistaan agama yang menjeratnya mempengaruhi elektabilitasnya. Kini, 
elektabilitas Ahok http://www.tribunnews.com/tag/ahok-Djarot terus tergerus, 
dua bulan jelang pemilihan.
 Berdasarkan hasil survei Litbang Kompas pada Desember ini, elektabilitas 
petahana berada di bawah pesaingnya.
 Hasilnya menunjukkan elektabilitas pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana 
Murni tercatat paling tinggi, yakni 37,1 persen.
 Sementara Ahok http://www.tribunnews.com/tag/ahok-Djarot berada di posisi 
kedua dengan mendapat 33 persen responden.
 
 Di posisi ketiga pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dengan potensi 
keterpilihan 19,5 persen.
 

 

 

Kirim email ke