Selasa, 23 Februari 2016 10:15
 Mengadili Hanoman 
http://kaltim.prokal.co/read/news/259218-mengadili-hanoman.html
 

 PROKAL.CO, style="text-align: justify;">PENGADILAN negeri di Bihar, India, 
pekan lalu mengeluarkan surat panggilan untuk Dewa Hanoman. Tak main-main, 
Hanoman adalah sosok kera putih yang dipuja dalam agama Hindu. Panggilan 
tersebut terkait dengan kuil pinggir jalan yang didedikasikan untuk sang dewa 
di Kabupaten Rohtas.
 Hakim meminta Hanoman datang ke pengadilan setelah mendengar keluhan terkait 
dengan kasus perambahan yang diajukan Departemen Pekerjaan Umum (PWD). Surat 
panggilan itu diletakkan petugas pengadilan dengan disisipkan pada kuil yang 
berisi Patung Hanoman. Dalam pengaduannya, pejabat Departemen Pekerjaan Umum 
meminta intervensi pengadilan untuk membongkar kuil Panchmukhi Hanuman karena 
dianggap mengganggu kelancaran lalu lintas di kawasan tersebut. Mendengar hal 
itu, sekelompok aktivis garis keras Hindu yang memuja Hanoman, Bajrang Dal, dan 
anggota partai penguasa, Bharatiya Janata Party, di Bihar menentang 
pemberitahuan pengadilan tersebut dan memintanya segera mencabut laporan itu.
 Setelah ada perlawanan dari para pemuja Dewa Hanoman, pengadilan terpaksa 
mengurungkan niatnya untuk menggelar persidangan. Sebelum ini, kasus yang sama 
juga pernah terjadi dengan cerita yang hampir mirip tapi berbeda lokasi.
  Peristiwa itu terjadi pada awal bulan ini. Saat itu, saat sebuah 
pemberitahuan perambahan dikeluarkan oleh pejabat publik terhadap Dewa Hanoman, 
yang menempati ruang pinggir jalan di Lohia daerah Nagar di Kabupaten Begusarai.
 
 Namun, pihak berwenang terpaksa mengurungkan niatnya untuk mengadili Dewa 
Hanoman setelah ada intervensi dari aktivis Bajrang Dal yang membela sang dewa, 
yang terkenal dengan palu godamnya. Hakim pun menutup kasus tersebut. 
(in/hindustantimes/far/k15)
 

 

 

 

Kirim email ke